{"id":253414,"date":"2023-10-03T17:36:00","date_gmt":"2023-10-03T10:36:00","guid":{"rendered":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2023\/10\/03\/penyerobotan-tanah-warga-rempang-nusron-wahid-apa-bedanya-bp-batam-dengan-voc\/"},"modified":"2023-10-04T05:23:45","modified_gmt":"2023-10-03T22:23:45","slug":"penyerobotan-tanah-warga-rempang-nusron-wahid-apa-bedanya-bp-batam-dengan-voc","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2023\/10\/03\/penyerobotan-tanah-warga-rempang-nusron-wahid-apa-bedanya-bp-batam-dengan-voc\/","title":{"rendered":"Penyerobotan Tanah Warga Rempang, Nusron Wahid: Apa Bedanya BP Batam dengan VOC?"},"content":{"rendered":"<p><b>JAKARTA <\/b>-Penggusuran paksa warga Pulau <a title=\"Rempang\" href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/tag\/rempang\/\">Rempang<\/a>, Kepulauan Riau (Kepri), mendapat perhatian khusus Komisi VI DPR RI. Badan Pengusahaan (BP) Batam pun disamakan dengan <a title=\"VOC\" href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/tag\/voc\/\">VOC<\/a> di Zaman penjajahan Belanda.<\/p>\n<p>Anggota Komisi VI DPR RI dari fraksi Golkar, <a title=\"Nusron Wahid\" href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/tag\/nusron-wahid\/\">Nusron Wahid<\/a>, mempertanyakan sikap pemerintah dan BP Batam terkait megaproyek Rempang Eco City yang menghendaki penggusuran paksa warga Pulau Rempang yang sudah hidup di sana berabad-abad lamanya.<\/p>\n<p>\u201cInformasi yang saya dapat, dan saya kesana, bangunan mereka itu ada yang didirikan pada 1930, bahkan ada makam tahun 1800-an, terus dimana logika dan nilai kemanusiaannya?\u201d tegas Nusron, saat rapat kerja Komisi VI dengan Menteri Investasi dan BP Batam, Selasa (3\/10).<\/p>\n<p>Dia juga menyorot penggusuran paksa dengan alasan Keppres Nomor 28\/1992 tentang Penambahan Wilayah Lingkungan Kerja Daerah Industri Pulau Batam dan Penetapannya Sebagai Wilayah Usaha Kawasan Berikat (Bonded Zone). Padahal warga sudah menduduki wilayah itu jauh sebelum Indonesia merdeka.<\/p>\n<p>\u201cIni masuk kategori penyerobotan hak-hak tanah yang dilakukan negara terhadap rakyat. Kecuali kalau itu hutan atau tanah kosong. Ini manusia, mereka sudah tinggal di situ sebelum ada Keppres 1992, bahkan sebelum ada Pemko, mereka sudah ada sebelum Indonesia merdeka. Bahkan mereka rela menyerahkan kedaulatan ini untuk Indonesia Pak,\u201d tandasnya lagi.<\/p>\n<p>Jika pemerintah menggunakan cara-cara penyerobotan tanah secara paksa terhadap warga yang sudah menghuni pulau tersebut selama berabad-abad, tambah Nusron, tak ubahnya seperti Vereenigde Oostindische Compagnie (VOC) pada zaman kolonial Belanda.<\/p>\n<p>\u201cHarus dipilah-pilah, mana wilayah yang sudah ditempati sebelumnya, mana yang belum. Tidak serta merta dianggap sebagai wilayah bagian dari otorita Batam. Kalau cara berpikir seperti itu, mohon maaf, apa bedanya BP Batam dengan VOC? Tanpa memperdulikan hak-hak warga negara di situ,\u201d tegas politisi Golkar itu.<\/p>\n<p>\u201cAtau jangan-jangan BP Batam masih menganggap mereka inlander? Yang nggak punya hak, yang sama dengan warga negara yang lain?\u201d Nusron balik bertanya.<\/p>\n<p><span style=\"font-size: 14px; color: #999999;\"><em><b>Sumber:<\/b> <a target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\" style=\"color: #999999;\" href=\"https:\/\/www.gelora.co\/2023\/10\/penyerobotan-tanah-warga-rempang-nusron.html\">Gelora <\/a><\/em><\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Penggusuran paksa warga Pulau Rempang, Kepulauan Riau (Kepri), mendapat perhatian khusus Komisi VI DPR RI. Badan Pengusahaan (BP) Batam pun disamakan dengan VOC di Zaman penjajahan Belanda.<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":253416,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","_disable_autopaging":false},"categories":[34],"tags":[185004,243,64881,84382,89618],"series":[],"class_list":["post-253414","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nasional","tag-rempang","tag-hukum","tag-nusron-wahid","tag-voc","tag-bp-batam"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/253414","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/comments?post=253414"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/253414\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media\/253416"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media?parent=253414"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/categories?post=253414"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/tags?post=253414"},{"taxonomy":"series","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/series?post=253414"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}