{"id":254354,"date":"2023-10-05T22:05:00","date_gmt":"2023-10-05T15:05:00","guid":{"rendered":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2023\/10\/05\/istana-negara-dikepung-pasukan-rpkad-sukarno-ketakutan-kabur-naik-helikopter\/"},"modified":"2026-09-13T03:47:48","modified_gmt":"2026-09-12T20:47:48","slug":"istana-negara-dikepung-pasukan-rpkad-sukarno-ketakutan-kabur-naik-helikopter","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2023\/10\/05\/istana-negara-dikepung-pasukan-rpkad-sukarno-ketakutan-kabur-naik-helikopter\/","title":{"rendered":"Istana Negara Dikepung Pasukan RPKAD, Sukarno Ketakutan Kabur Naik Helikopter"},"content":{"rendered":"<p><b>BANDA ACEH<\/b>\u00a0 &#8211; Pascameletusnya Gerakan 30 September 1965 atau <a title=\"Gestapu\" href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/tag\/gestapu\/\">Gestapu<\/a>, kondisi <a href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/tag\/politik\/\">Politik<\/a> Indonesia berlangsung tegang.<\/p>\n<p>Gelombang aksi mahasiswa menuntut pembubaran Partai Komunis Indonesia (<a title=\"PKI\" href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/tag\/kpi\/\">PKI<\/a>) bergema di Jakarta. TNI Angkatan Darat (AD) pun mendukung gerakan mahasiswa ini.<\/p>\n<p>AD dikabarkan mulai mengawasi gerak-gerak sejumlah menteri yang dianggap sebagai pro PKI. Sampai-sampai AD mengerahkan pasukannya mengepung <a title=\"Istana Negara\" href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/tag\/istana-negara\/\">Istana Negara<\/a>.<\/p>\n<p>Akhir Februari 1966, Kepala Staf Kostrad Kemal Idris mengadakan pertemuan dengan Komandan <a title=\"RPKAD\" href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/tag\/rpkad\/\">RPKAD<\/a> Sarwo Edhie Wibowo. Kemal meminta Sarwo mengerahkan pasukannya di sekitar Istana.<\/p>\n<p>Pasukan <a title=\"RPKAD\" href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/tag\/rpkad\/\">RPKAD<\/a> yang ditempatkan di sekitar Istana itu menggunakan pakaian Infanteri tanpa tanda pengenal.<\/p>\n<p>Menurut Kemal dikutip dari buku &#8220;Bertarung Dalam Revolusi&#8221;, tujuan penempatan pasukan itu untuk mengawasi gerak-gerik Wakil Perdana Menteri I Subandrio.<\/p>\n<p>Di mata para perwira TNI AD, Subandrio adalah tokoh PKI yang dekat Soekarno. Karena itu TNI AD memutuskan menangkap Subandrio.<\/p>\n<p>Sementara menurut Sarwo Edhie, kehadiran pasukannya di sekitar Istana untuk mengawasi pasukan yang menjaga Istana.<\/p>\n<p>Sarwo Edhie mengaku khawatir ada penembakan demonstran lagi seperti yang dialami Arif Rahman Hakim.<\/p>\n<p>Sementara TNI AD saat itu merasakan tuntutan mahasiswa sebagai kebenaran. Namun sebagai prajurit, TNI AD tidak bisa ikut berdemo.<\/p>\n<p>Untuk itulah kata Sarwo dalam buku berjudul &#8220;Kebenaran di Atas Jalan Tuhan&#8221;, ia menerjunkan pasukannya ke sekitar Istana untuk mengawal aksi demo mahasiswa.<\/p>\n<p>Pasukan <a title=\"RPKAD\" href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/tag\/rpkad\/\">RPKAD<\/a> tanpa pengenal itu diperintah mengawai pasukan Istana agar tidak seenaknya menembaki demonstran.<\/p>\n<p>Pasukan <a title=\"RPKAD\" href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/tag\/rpkad\/\">RPKAD<\/a> di sekitar Istana diperintah hanya jalan-jalan di sekitar Istana. Mereka tidak boleh terlalu dekat agar tidak memancing insiden.<\/p>\n<p>Senjata yang dibawa tidak diacungkan ke atas melainkan di hadapkan ke bawah.<\/p>\n<p>Pangdam Jaya Amir Machmud ternyata tidak suka dengan kehadiran pasukan liar itu. Pada 9 Maret 1966, Kemal Idris bersama beberapa perwira memanggil Amir Machmud.<\/p>\n<p>\u201cSaya tidak setuju dengan penempatan pasukan tanpa inisial mengepung Istana. Saya tahu itu <a title=\"RPKAD\" href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/tag\/rpkad\/\">RPKAD<\/a>. Kalau Bung Karno bertanya, bagaimana saya harus menjawab,\u201d kata Amir.<\/p>\n<p>\u201cAmir, jangan takut, kalau saya jadi presiden, setiap detik kamu bisa datang,\u201d kelakar Kemal.<\/p>\n<p>Kemal sempat meninggalkan ruangan rapat untuk menemui stafnya.<\/p>\n<p>Sekembalinya ke ruangan bersama Umar Wirahadikusumah, Kemal kaget ternyata perwira lain setuju dengan penarikan pasukan liar itu.<\/p>\n<p>\u201cKamu harus menarik semua pasukan yang ditempatkan di sekeliling Istana,\u201d kata Umar.<\/p>\n<p>Kemal kaget. \u201cKenapa begitu?\u201d<\/p>\n<p>\u201cItu kehendak Amir,\u201d jawab Umar.<\/p>\n<p>\u201cTidak bisa,\u201d tegas Kemal. Sebagai pimpinan, Kemal tak ingin kehilangan muka di hadapan anak buahnya jika merubah keputusan begitu saja.<\/p>\n<p>Umar marah mendengar penolakan Kemal. \u201cKamu jangan jadi avontuir. Saya akan lapor Pak Harto. Kamu atau saya yang keluar,\u201d ancam Umar.<\/p>\n<p>\u201cSilakan,\u201d kata Kemal.<\/p>\n<p>Begitu suasana agak mereda, Kemal mengatakan, \u201cUmar, kalau something goes wrong, saya yang digantung. Bukan Kamu! Dengan izin saya, kamu bisa bilang he is insubordinate,\u201d<\/p>\n<p>\u201cOke,\u201d jawab Umar.<\/p>\n<p>Keesokan harinya kabinet 100 menteri bersidang. Pasukan liar itu mengelilingi Istana mengawasi rapat kabinet.<\/p>\n<p>Kehadiran pasukan liar ini diketahui Komandan TJakrabirawa, Kolonel Sabur. Sabur melaporkan hal ini Bung Karno.<\/p>\n<p>\u201cAda pasukan tidak dikenal mengelilingi Istana,\u201d kata Sabur ke Soekarno.<\/p>\n<p>Mengetahui hal itu, Presiden Soekarno ketakutan akan diserbu. Bung Karno lari ke belakang Istana yang sudah menunggu helikopter.<\/p>\n<p>Subandrio dan Chaerul Saleh juga berlari menyusul Bung Karno. Saking terburu-burunya, sebelah sepatu Subandrio sampai copot dan tidak dihiraukannya.<\/p>\n<p>Bung Karno, Subandrio, dan Chaerul Saleh terbang ke Istana Bogor. Pimpinan rapat diambil alih Dr Leimena.<\/p>\n<p><span style=\"font-size: 14px; color: #999999;\"><em><b>Sumber:<\/b> <a target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\" style=\"color: #999999;\" href=\"https:\/\/www.BANDA ACEH\/2023\/10\/istana-negara-dikepung-pasukan-rpkad.html\">Gelora <\/a><\/em><\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pascameletusnya Gerakan 30 September 1965 atau Gestapu, kondisi Politik Indonesia berlangsung tegang.<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":254355,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","_disable_autopaging":false},"categories":[66],"tags":[9864,20408,73078,224603,224619],"series":[],"class_list":["post-254354","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-sejarah","tag-helikopter","tag-sukarno","tag-istana-negara","tag-rpkad","tag-gestapu"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/254354","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/comments?post=254354"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/254354\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media\/254355"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media?parent=254354"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/categories?post=254354"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/tags?post=254354"},{"taxonomy":"series","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/series?post=254354"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}