{"id":271174,"date":"2023-11-09T20:23:00","date_gmt":"2023-11-09T13:23:00","guid":{"rendered":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2023\/11\/09\/summarecon-bekasi-pecat-satpam-yang-paksa-kurir-copot-bendera-palestina\/"},"modified":"2026-09-13T03:48:23","modified_gmt":"2026-09-12T20:48:23","slug":"summarecon-bekasi-pecat-satpam-yang-paksa-kurir-copot-bendera-palestina","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2023\/11\/09\/summarecon-bekasi-pecat-satpam-yang-paksa-kurir-copot-bendera-palestina\/","title":{"rendered":"Summarecon Bekasi Pecat Satpam yang Paksa Kurir Copot Bendera Palestina"},"content":{"rendered":"<p><b><\/b><\/p>\n<p><b>BANDA ACEH &#8211; <\/b>PT Summarecon Agung Tbk buka suara soal percobaan pencopotan bendera Palestina milik kurir di Apartemen Springlake, Kecamatan Bekasi Utara, Kota Bekasi, yang terjadi pada Rabu (8\/11\/2023).\u00a0<\/p>\n<p>Head of Corporate Communications PT Summarecon Agung, Rulli Lazuardi, membenarkan bahwa satpam yang mencoba copot bendera Palestina milik kurir merupakan karyawannya.\u00a0<\/p>\n<p>&#8220;Maka perlu kami klarifikasi bahwa tindakan tersebut adalah inisiatif spontan dari sekuriti yang bersangkutan, dan bukan menjadi kebijakan Summarecon,&#8221; katanya melalui keterangan tertulis, Kamis (9\/11\/2023).\u00a0<\/p>\n<p>Rulli juga mengatakan, satpam yang terlibat permasalahan tersebut sudah meminta maaf kepada kurir yang memiliki bendera Palestina. Permintaan maaf itu juga didampingi Polres Metro Bekasi Kota.\u00a0<\/p>\n<p>&#8220;Yang bersangkutan telah menyadari kekeliruannya dan sudah menyampaikan permohonan maaf langsung kepada kurir tersebut, dengan didampingi pihak kepolisian dan disaksikan oleh beberapa organisasi kemasyarakatan,&#8221; jelasnya.\u00a0<\/p>\n<p>Saat ini, satpam tersebut sudah dipecat dan tidak lagi bekerja di PT Summarecon Agung Tbk. &#8220;Saat ini anggota sekuriti tersebut telah dinon-aktifkan,&#8221; katanya.\u00a0<\/p>\n<p>&#8220;Kami dari Summarecon senantiasa menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan dan mendukung penuh sikap pemerintah,&#8221; tambahnya.\u00a0<\/p>\n<p>Sebelumnya, seorang petugas keamanan viral setelah mencoba mencopot bendera Palestina yang terpasang di sebuah gerobak motor (bentor). Peristiwa itu diketahui terjadi di Apartemen Springlake Summarecon, Kecamatan Bekasi Utara, Kota Bekasi.\u00a0<\/p>\n<p>Video yang sudah beredar di media sosial itu memperlihatkan seorang petugas keamanan berusaha mencopot bendera Palestina. Namun, pengendara bektor terus menahan agar bendera itu tidak dicopot.\u00a0<\/p>\n<p>\u201cKenapa memang kalau saya pasang (bendera Palestina), merugikan?\u201d tanya pengendara bentor dalam video viral itu.\u00a0<\/p>\n<p>&#8220;Saya nasehatin kamu, saya dari pagi,&#8221; jawab petugas keamanan.<\/p>\n<p>Pengendara bentor yang merupakan perekam video itu juga tidak terima saat petugas keamanan mendorongnya.\u00a0<\/p>\n<p>&#8220;Bapak kenapa ngomongnya kasar gitu? Bapak jangan dorong-dorong saya, biar orang tahu saya gak boleh pasang bendera di sini,&#8221; kata pengendara itu.\u00a0<\/p>\n<p>&#8220;Saya gak terima kamu rekam saya! Hak kamu apa rekam-rekam saya? Saya sudah ngomong baik-baik dari pagi, masa kamu masih nyolot dan gak mau dengerin omongan orang?&#8221; jawab petugas keamanan itu.\u00a0<\/p>\n<p>Perekam dan pengendara bentor bernama Tentara Juantoro (28) itu mengatakan, peristiwa tersebut terjadi pada Rabu (8\/11\/2023) sore. Tentara diketahui sebagai kurir yang biasa mengantar paket ke Apartemen Springlake, Summarecon Bekasi.\u00a0<\/p>\n<p>&#8220;Saya lagi nganter paket, terus biasa saya masuk ke dalam, saya lagi anter paket. Selesai antar (paket) saya keluar mau ke bentor saya. Terus tiba-tiba saya lihat bendera (Palestina) enggak ada,&#8221; jelas Tentara.\u00a0<\/p>\n<p>Setelah itu, Tentara dihampiri oleh petugas keamanan. &#8220;Dia bilang, &#8216;Bang, ini benderanya saya copot ya, saya taruh di dalam jok&#8217;, gitu,&#8221; ceritanya.\u00a0<\/p>\n<p>Tentara pun menanyakan maksud pencopotan bendera. Petugas keamanan itu berdalih bahwa ada salah satu penghuni apartemen yang tidak suka melihat bendera Palestina.\u00a0<\/p>\n<p>&#8220;Terus saya nanya, &#8216;lho emang kenapa? Kan ini bukan bendera partai. Kenapa harus dicopot?&#8221; tanya Tentara.\u00a0<\/p>\n<p>&#8220;Gak bisa Bang, harus dicopot dulu,&#8221; kata Tentara menirukan jawaban petugas keamanan tersebut.<\/p>\n<p><!--<span style=\"font-size: 14px; color: #999999;\"><em><b>Sumber:<\/b> <a target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\" style=\"color: #999999;\" href=\"https:\/\/www.BANDA ACEH\/2023\/11\/summarecon-bekasi-pecat-satpam-yang.html\">Gelora <\/a><\/em><\/span>--><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BANDA ACEH &#8211; PT Summarecon Agung Tbk buka suara soal percobaan pencopotan bendera Palestina milik kurir di Apartemen Springlake, Kecamatan Bekasi Utara, Kota Bekasi, yang terjadi pada Rabu (8\/11\/2023).\u00a0 Head of Corporate Communications PT Summarecon Agung, Rulli Lazuardi, membenarkan bahwa satpam yang mencoba copot bendera Palestina milik kurir merupakan karyawannya.\u00a0 &#8220;Maka perlu kami klarifikasi bahwa [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":271175,"comment_status":"open","ping_status":"","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_seopress_titles_title":"","_seopress_titles_desc":"","_seopress_robots_index":"","_seopress_robots_follow":"","_seopress_robots_imageindex":"","_seopress_robots_snippet":"","_seopress_robots_primary_cat":"","_seopress_robots_breadcrumbs":"","_seopress_robots_freeze_modified_date":"","_seopress_robots_custom_modified_date":"","_seopress_robots_canonical":"","_seopress_social_fb_title":"","_seopress_social_fb_desc":"","_seopress_social_fb_img":"","_seopress_social_fb_img_attachment_id":0,"_seopress_social_fb_img_width":0,"_seopress_social_fb_img_height":0,"_seopress_social_twitter_title":"","_seopress_social_twitter_desc":"","_seopress_social_twitter_img":"","_seopress_social_twitter_img_attachment_id":0,"_seopress_social_twitter_img_width":0,"_seopress_social_twitter_img_height":0,"_seopress_redirections_value":"","_seopress_redirections_enabled":"","_seopress_redirections_enabled_regex":"","_seopress_redirections_logged_status":"","_seopress_redirections_param":"","_seopress_redirections_type":0,"_seopress_analysis_target_kw":"","_seopress_news_disabled":"","_seopress_video_disabled":"","_seopress_video":[],"_seopress_pro_schemas_manual":[],"_seopress_pro_rich_snippets_disable_all":"","_seopress_pro_rich_snippets_disable":[],"_seopress_pro_schemas":[],"footnotes":"","_disable_autopaging":false},"categories":[34],"tags":[242],"series":[],"class_list":["post-271174","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nasional","tag-politik"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/271174","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/comments?post=271174"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/271174\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media\/271175"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media?parent=271174"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/categories?post=271174"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/tags?post=271174"},{"taxonomy":"series","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/series?post=271174"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}