{"id":271421,"date":"2023-11-10T17:43:52","date_gmt":"2023-11-10T10:43:52","guid":{"rendered":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2023\/11\/10\/dua-wartawan-diintimidasi-tim-pengamanan-firli-di-aceh\/"},"modified":"2023-11-13T19:36:41","modified_gmt":"2023-11-13T12:36:41","slug":"dua-wartawan-diintimidasi-tim-pengamanan-firli-di-aceh","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2023\/11\/10\/dua-wartawan-diintimidasi-tim-pengamanan-firli-di-aceh\/","title":{"rendered":"Dua Wartawan Diintimidasi Tim Pengamanan Firli di Aceh"},"content":{"rendered":"<p><b>BANDA ACEH<\/b>\u00a0\u2013 Jurnalis <em>Kompas TV<\/em> dan <em>Kompas.com<\/em>, <a title=\"Raja Umar\" href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/tag\/raja-umar\/\">Raja Umar<\/a>, mendapatkan perlakuan tidak menyenangkan saat hendak melakukan peliputan Ketua KPK <a title=\"Firli Bahuri\" href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/tag\/firli-bahuri\/\">Firli Bahuri<\/a> di Aceh.<\/p>\n<p>Raja Umar dilarang mengambil gambar dan merekam Firli saat berkunjung ke warung kopi (warkop) Sekber Jurnalis di Banda Aceh, Kamis (9\/11\/2023) malam.<\/p>\n<p>Raja Umar yang sedang menjalankan tugas jurnalistiknya tiba-tiba didatangi oleh tim pengamanan Firli Bahuri dan memaksa Raja Umar agar menghapus foto dan video yang telah diambil.<\/p>\n<p>\u201cSaya mendapat informasi kedatangan Firli ke warung kopi Sekber Jurnalis sekitar pukul 20.49 WIB melalui grup wartawan TV, lalu saya langsung bergegas dari rumah ke lokasi dengan menggunakan sepeda motor dan sekitar 15 menit saya sampai ke lokasi,\u201d kata Umar saat diwawancara <em>Kompas.com<\/em> dan dikutip <em>HARIANACEH.co.id<\/em>.<\/p>\n<p>Setiba di Sekber, Raja Umar langsung mengeluarkan ID pers dan kamera, serta memperkenalkan diri sebagai jurnalis <em>Kompas TV<\/em>. Dia meminta izin untuk meliput terkait kegiatan kunjungan kerja (kunker) Firli Bahuri selama di Aceh, serta tanggapannya terhadap tudingan mengulur waktu dari pemanggilan Polda Metro Jaya.<\/p>\n<p>\u201cLalu Pak Firli menjawab, \u2018Tidak ada komentar, saya lagi makan duren\u2019,\u201d ucap Umar.<\/p>\n<p>Mendengar jawaban itu, Umar kemudian meminta izin kembali agar Firli bersedia diwawancara setelah dirinya makan durian.<\/p>\n<p>\u201cYa sudah, Pak, siap makan duren boleh ya saya tunggu,\u201d kata Umar mengulangi ucapannya.<\/p>\n<p>Namun demikian, tidak lama setelah itu ada seseorang yang merupakan bagian dari rombongan Firli malah mendatangi dan mengingatkan Umar agar tidak mengambil foto dan video.<\/p>\n<p>\u201cLalu saya jawab, \u2018Santai, Bos, saya lagi kerja, saya wartawan\u2019. Saya kemudian berjalan menjauh dari meja pertemuan Firli dengan wartawan yang tergabung dalam JMSI,\u201d tuturnya.<\/p>\n<p>\u201cTak lama setelah itu, saya dihampiri oleh polisi yang mengenakan pakaian preman dan meminta agar saya hapus foto pertemuan Firli. Saya menolak untuk menghapus, dan menanyakan apa hak Anda menyuruh saya untuk hapus foto, lalu dia menjawab dia polisi berhak meminta saya hapus foto itu,\u201d lanjutnya.<\/p>\n<p>Tidak berhenti sampai di situ, Umar juga dipaksa agar membuka galeri ponselnya dan menghapus foto Ketua KPK tersebut.<\/p>\n<p>\u201cDipaksa disuruh buka galeri di HP, saya langsung hidupkan rekaman suara, lalu saya tanya sambil buka galeri yang mana foto yang harus saya hapus. Polisi itu tahu saya merekam audio dan dia juga meminta menghapus rekaman tersebut, lalu saya melawan,\u201d terang Umar.<\/p>\n<p>\u201cRekaman audio itu saya kirim ke grup Kompas.com karena saya merasa dintimidasi oleh pengawal Firli. Tujuannya, kalau terjadi sesuatu dengan saya, itu akan menjadi salah satu barang bukti di kemudian hari,\u201d tambahnya.<\/p>\n<p>Usai kejadian itu, Umar kemudian mengabari ke beberapa jurnalis TV lainnya yang tergabung dalam IJTI agar mereka segera ke lokasi untuk sama-sama meliput Firli.<\/p>\n<p>\u201cSelain saya, ada juga wartawan Puja TV namanya Nurmala, dia mengalami intimidasi juga saat mengabadikan foto saya menghampiri Firli. Petugas pengamanan itu memaksa Nurmala menghapus foto tersebut,\u201d ungkap Umar.<\/p>\n<p>Sementara itu, jurnalis Puja TV, Nurmala, mengaku memang sempat mengambil video ketika Umar sedang meminta izin untuk mewawancarai Firli.<\/p>\n<p>Aksinya tersebut ternyata dilihat oleh tim pengamanan Firli, dan mereka turut menghampiri dan menanyakan apakah Nurmala mengambil rekaman video.<\/p>\n<p>\u201cSaya jawab, \u2018Tidak\u2019, trus dia minta izin untuk melihat galeri HP saya, setelah saya hapus file itu kan tidak terhapus langsung, tapi masih tersimpan di spam-nya. Trus saya jawab, \u2018Udah saya hapus ya\u2019, kemudian dia meminta saya lagi untuk membuka file sampah. Trus saya bilang, \u2018HP saya tidak ada karena otomatis\u2019,\u201d kata Nurmala atau akrab disapa Lala saat dikonfirmasi.<\/p>\n<p>Lala mengatakan, petugas tersebut terus memaksa meminta agar membuka file sampah dan menghapus video yang telah diambil.<\/p>\n<p>\u201cTerus dia meminta hapus. Akhirnya saya hapus. Ya, ini kan sudah tertekan. Dia minta buka HP kita, padahal HP itu kan privasi kita sebenarnya. Sedangkan saya dari awal sudah bilang tidak merekam, tapi dia bersikeras memaksa,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>\u201cIntinya ada intimidasi juga dari dia kan. Kalau tidak ada pemaksaan waktu saya bilang tidak ngerekam, dia pasti langsung pindah, tapi ini tidak mau pindah (pergi) sebelum saya buka galeri,\u201d pungkasnya.<\/p>\n<div class=\"pdfprnt-buttons pdfprnt-buttons-post pdfprnt-bottom-right\"><a href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/271421?print=print\" class=\"pdfprnt-button pdfprnt-button-print\" target=\"_blank\" ><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/apps\/pdf-print\/images\/print.png\" alt=\"image_print\" title=\"Print Content\" \/><\/a><\/div>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jurnalis Kompas TV dan Kompas.com, Raja Umar, mendapatkan perlakuan tidak menyenangkan saat hendak melakukan peliputan Ketua KPK Firli Bahuri di Aceh.<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":271422,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_seopress_titles_title":"","_seopress_titles_desc":"","_seopress_robots_index":"","_seopress_robots_follow":"","_seopress_robots_imageindex":"","_seopress_robots_snippet":"","_seopress_robots_primary_cat":"","_seopress_robots_breadcrumbs":"","_seopress_robots_freeze_modified_date":"","_seopress_robots_custom_modified_date":"","_seopress_robots_canonical":"","_seopress_social_fb_title":"","_seopress_social_fb_desc":"","_seopress_social_fb_img":"","_seopress_social_fb_img_attachment_id":0,"_seopress_social_fb_img_width":0,"_seopress_social_fb_img_height":0,"_seopress_social_twitter_title":"","_seopress_social_twitter_desc":"","_seopress_social_twitter_img":"","_seopress_social_twitter_img_attachment_id":0,"_seopress_social_twitter_img_width":0,"_seopress_social_twitter_img_height":0,"_seopress_redirections_value":"","_seopress_redirections_enabled":"","_seopress_redirections_enabled_regex":"","_seopress_redirections_logged_status":"","_seopress_redirections_param":"","_seopress_redirections_type":0,"_seopress_analysis_target_kw":"wartawan","_seopress_news_disabled":"","_seopress_video_disabled":"","_seopress_video":[],"_seopress_pro_schemas_manual":[],"_seopress_pro_rich_snippets_disable_all":"","_seopress_pro_rich_snippets_disable":[],"_seopress_pro_schemas":[],"footnotes":"","_disable_autopaging":false},"categories":[35],"tags":[237899,243,4253,5281,53731,237889,237891,237892,237896,237897,68,237898,231],"series":[],"class_list":["post-271421","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-aceh","tag-pengawal-firli-intimidasi-wartawan-kompas","tag-hukum","tag-firli-bahuri","tag-komisi-pemberantasan-korupsi","tag-ketua-kpk","tag-tersangka-kasus-suap","tag-raja-umar","tag-wartawan-kompas-diintimidasi","tag-wartawan-diintimidasi-di-aceh","tag-pengawal-firli-bahuri","tag-headline","tag-jmsi","tag-kpk"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/271421","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/comments?post=271421"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/271421\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media\/271422"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media?parent=271421"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/categories?post=271421"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/tags?post=271421"},{"taxonomy":"series","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/series?post=271421"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}