{"id":275923,"date":"2023-11-19T20:12:00","date_gmt":"2023-11-19T13:12:00","guid":{"rendered":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2023\/11\/19\/bicara-pembantaian-oleh-israel-pada-warga-gaza-abu-salem-hidup-atau-mati-menyerah-bukan-pilihan\/"},"modified":"2026-09-13T03:48:52","modified_gmt":"2026-09-12T20:48:52","slug":"bicara-pembantaian-oleh-teroris-israel-kepada-warga-gaza-abu-salem-hidup-atau-mati-menyerah-bukan-pilihan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2023\/11\/19\/bicara-pembantaian-oleh-teroris-israel-kepada-warga-gaza-abu-salem-hidup-atau-mati-menyerah-bukan-pilihan\/","title":{"rendered":"Bicara Pembantaian oleh Teroris Israel kepada Warga Gaza, Abu Salem: Hidup atau Mati, Menyerah Bukan Pilihan"},"content":{"rendered":"<p><b>BANDA ACEH<\/b>\u00a0 &#8211; Seorang sukarelawan di RS Shuhada Al-Aqsa, Mohammad Abu Salem, mengatakan pembantaian oleh tentara Israel terhadap warga Gaza adalah kenyataan sehari-hari yang harus dihadapi.<\/p>\n<p>Abu Salem bergabung sebagai sukarelawan pada 19 Oktober 2023.<\/p>\n<p>Ia adalah lulusan fisioterapi Universitas Islam di Gaza.<\/p>\n<p>&#8220;Saya tahu bekerja di rumah sakit pada umumnya akan sangat sibuk, namun bekerja di rumah sakit selama perang berada pada level yang berbeda,&#8221; kata pria berusia 25 tahun ini kepada AlJazeera.<\/p>\n<p>&#8220;Anda tidak tahu apa yang akan terjadi besok, apakah Anda akan hidup atau mati. Tapi, menyerah bukanlah suatu pilihan.&#8221;<\/p>\n<p>Departemen fisioterapi menangani semua pasien setelah perawatan awal di ruang gawat darurat.<\/p>\n<p>Setelahnya, departemen fisioterapi melanjutkan ke departemen lain seperti unit bedah atau bagian pediatrik.<\/p>\n<p>Abu Salem berbicara kepada pasien, termasuk saudara laki-lakinya yang juga menjadi korban serangan, tentang sifat luka mereka, komplikasi yang mungkin timbul, dan cara menghindari risiko tersebut.<\/p>\n<p>Ia beruntung bisa merawat sendiri saudara laki-lakinya yang mengalami luka ringan.<\/p>\n<p>Meski demikian, Abu Salem tak menampik, mengobati orang yang dikenalnya cukup membuat stres.<\/p>\n<p>\u201cSuatu hari saudara laki-laki saya sendiri mengalami cedera \u2013 untungnya tidak serius,\u201d katanya.<\/p>\n<p>\u201cTetapi stres saat merawat orang yang Anda kenal, bisa sangat melemahkan.\u201d<\/p>\n<p>&#8220;Saya Hanya Berharap Keluarga Saya Tetap Hidup&#8221;<\/p>\n<p>Dokter muda bernama Abdelrahman Abu Shawish, tak menyangka akan menjalani &#8216;peran&#8217; penting sesaat setelah lulus dari sekolah kedokteran Universitas Azhar, Gaza.<\/p>\n<p>Saat ini, Abu Shawish yang menjadi sukarelawan di departemen bedah di RS Shuhada Al-Aqsa, harus membuat keputusan penting untuk hidup pasiennya.<\/p>\n<p>Dikutip dari AlJazeera, Abu Shawish harus memutuskan apakah korban luka memerlukan amputasi seluruhnya atau sebagian anggota tubuhnya.<\/p>\n<p>Padahal, ia baru bergabung sebagai sukarelawan pada 10 Oktober 2023, tiga hari setelah eskalasi militer meningkat.<\/p>\n<p>Ia mengaku kondisi para korban luka akibat serangan Israel, sama seperti periode sebelumnya.<\/p>\n<p>Meski demikian, menurut dia, jenis luka yang didapat korban berbeda, termasuk jenis peluru yang mengenai mereka.<\/p>\n<p>&#8220;Cedera (luka) yang saya lihat dalam perang (Mei) 2021, kurang lebih terlihat sama,&#8221; kata dia.<\/p>\n<p>&#8220;Tetapi, kali ini, saya telah melihat begitu banyak jenis yang berbeda. Mulai dari luka bakar dengan tingkat yang berbeda-beda, anggota tubuh yang diamputasi, hingga laserasi yang dalam dan berbagai jenis pecahan peluru.&#8221;<\/p>\n<p>RS Shuhada Al-Aqsa, yang seharusnya hanya melayani pusat kota Deir el-Balah, telah menjadi fasilitas perawatan utama di Jalur Gaza.<\/p>\n<p>Lantaran, rumah sakit di Kota Gaza dan Gaza utara hancur total.<\/p>\n<p>Hampir dua pertiga dari rumah sakit di Jalur Gaza &#8211; 26 dari 35 rumah sakit &#8211; telah berhenti berfungsi usai berminggu-minggu pemboman Israel di wilayah tersebut.<\/p>\n<p>Selain itu, pengepungan total yang dilakukan Israel terhadap Gaza, menyebabkan rumah sakit kehabisan bahan bakar, listrik, dan air bersih.<\/p>\n<p>&#8220;Persediaan medis kami sangat terbatas,&#8221; ujar Abu Shawish.<\/p>\n<p>&#8220;Saat puluhan orang terluka datang ke rumah sakit karena serangan Israel, kami sering tidak dapat merawat mereka semua sekaligus karena kami perlu mensterilkan peralatan. Kami tidak punya cukup (peralatan medis).&#8221;<\/p>\n<p>Kurangnya sumber daya membuat dokter tidak dapat berbuat lebih dari jumlah minimum yang diperlukan untuk menjaga pasiennya tetap hidup.<\/p>\n<p>Perawatan yang semestinya juga tidak mungkin dilakukan.<\/p>\n<p>&#8220;Kami tidak dapat mengeluarkan seluruh pecahan peluru dari tubuh orang yang terluka, hanya (merawat) bagian yang mengancam nyawa mereka (saja),&#8221; beber Abu Shawish.<\/p>\n<p>&#8220;Tapi, pecahan peluru juga berbahaya, bisa menyebabkan infeksi dan menyebabkan kegagalan banyak organ, tapi kami berharap hal ini (pecahan peluru di dalam tubuh korban) dapat ditindaklanjuti setelah perang selesai.&#8221;<\/p>\n<p>Buntut serangan Israel yang membumihanguskan Gaza, membuat Abu Shawish harus mengubur dalam-dalam mimpinya.<\/p>\n<p>Yang terpenting baginya saat ini adalah keluarganya tetap hidup.<\/p>\n<p>&#8220;Saya mempunyai impian besar sebelum perang, tetapi sekarang saya hanya berharap saya dan keluarga saya tetap hidup,&#8221; tandas dia.<\/p>\n<p>&#8220;Tak Ada Waktu untuk Istirahat&#8221;<\/p>\n<p>Di ruang gawat darurat, dokter muda wanita bernama Alaa Kassab menunjukkan kondisi pasien di mana bagian tubuhnya ada yang membiru.<\/p>\n<p>Ia menjelaskan, pecahan peluru kemungkinan besar telah menimbulkan banyak kerusakan sehingga anggota badan si pasien tidak mendapatkan oksigen dan mungkin perlu diamputasi.<\/p>\n<p>Kejadian seperti ini, ujar Kassab, terutama dialami oleh para anak-anak.<\/p>\n<p>Hal tersebut berdampak pada dirinya hingga ia terkadang tak dapat bicara.<\/p>\n<p>Hampir setiap hari, Kassab duduk diam untuk memulihkan kondisi mentalnya.<\/p>\n<p>Kassab menyelesaikan studi kedokterannya di Universitas Ain Shams di Kairo, Mesir.<\/p>\n<p>Ia kembali ke kampung halamannya di Deir al-Balah pada Februari 2023 lalu.<\/p>\n<p>&#8220;Saya bermimpi untuk menyelesaikan tahun magang medis saya, kemudian bepergian ke luar negeri untuk menyelesaikan studi saya di bidang spesialisasi, sebelum akhirnya pulang ke Gaza,&#8221; urai dia.<\/p>\n<p>&#8220;Apa yang saya lihat dalam dua minggu terakhir sejak menjadi sukarelawan, membuat saya semakin bertekad untuk menjadi seorang dokter.&#8221;<\/p>\n<p>Ia mengatakan tidak ada waktu baginya dan tenaga medis lainnya untuk beristirahat.<\/p>\n<p>Jumlah korban terluka semakin bertambah, hingga para dokter berada di bawah tekanan yang sangat besar.<\/p>\n<p>&#8220;Tidak ada hari di mana kami dapat beristirahat,&#8221; kata dia.<\/p>\n<p>&#8220;Jumlah korban terluka tidak pernah berkurang. Itu sebabnya saya menjadi sukarelawan, karena saya tahu para dokter berada di bawah tekanan yang sangat besar dan situasinya sangat sulit.&#8221;<\/p>\n<p>Kassab mengatakan, RS Shuhada Al-Aqsa hampir mengalami kehancuran total dalam layanannya.<\/p>\n<p>Tanpa peralatan bedah, bahan bakar, pasokan medis, atau personel yang memadai, para tenaga medis tidak akan mampu merawat pasien lagi, katanya.<\/p>\n<p>\u201cTentu saja, saya di sini untuk melayani rakyat saya, dan saya tidak menyesalinya sedetik pun,\u201d ujar Kassab.<\/p>\n<p>\u201cTetapi, situasi di Jalur Gaza sangat buruk.\u201d<\/p>\n<p><!--<span style=\"font-size: 14px; color: #999999;\"><em><b>Sumber:<\/b> <a target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\" style=\"color: #999999;\" href=\"https:\/\/www.BANDA ACEH\/2023\/11\/bicara-pembantaian-oleh-israel-pada.html\">Gelora <\/a><\/em><\/span>--><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BANDA ACEH\u00a0 &#8211; Seorang sukarelawan di RS Shuhada Al-Aqsa, Mohammad Abu Salem, mengatakan pembantaian oleh tentara Israel terhadap warga Gaza adalah kenyataan sehari-hari yang harus dihadapi. Abu Salem bergabung sebagai sukarelawan pada 19 Oktober 2023. Ia adalah lulusan fisioterapi Universitas Islam di Gaza. &#8220;Saya tahu bekerja di rumah sakit pada umumnya akan sangat sibuk, namun [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":275924,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_seopress_titles_title":"","_seopress_titles_desc":"","_seopress_robots_index":"","_seopress_robots_follow":"","_seopress_robots_imageindex":"","_seopress_robots_snippet":"","_seopress_robots_primary_cat":"","_seopress_robots_breadcrumbs":"","_seopress_robots_freeze_modified_date":"","_seopress_robots_custom_modified_date":"","_seopress_robots_canonical":"","_seopress_social_fb_title":"","_seopress_social_fb_desc":"","_seopress_social_fb_img":"","_seopress_social_fb_img_attachment_id":0,"_seopress_social_fb_img_width":0,"_seopress_social_fb_img_height":0,"_seopress_social_twitter_title":"","_seopress_social_twitter_desc":"","_seopress_social_twitter_img":"","_seopress_social_twitter_img_attachment_id":0,"_seopress_social_twitter_img_width":0,"_seopress_social_twitter_img_height":0,"_seopress_redirections_value":"","_seopress_redirections_enabled":"","_seopress_redirections_enabled_regex":"","_seopress_redirections_logged_status":"","_seopress_redirections_param":"","_seopress_redirections_type":0,"_seopress_analysis_target_kw":"","_seopress_news_disabled":"","_seopress_video_disabled":"","_seopress_video":[],"_seopress_pro_schemas_manual":[],"_seopress_pro_rich_snippets_disable_all":"","_seopress_pro_rich_snippets_disable":[],"_seopress_pro_schemas":[],"footnotes":"","_disable_autopaging":false},"categories":[36,278],"tags":[239358,241515,849,234805,241514,43674,232877,228563,231092,254,143429,241516],"series":[],"class_list":["post-275923","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-internasional","category-palestina","tag-israel-bantai-warga-gaza","tag-israel-jajah-gaza","tag-israel-jajah-palestina","tag-israel-negara-penjajah","tag-israel-negera-teroris","tag-israel-penjahat-perang","tag-perang-di-gaza","tag-perang-di-palestina","tag-perang-hamas-vs-teroris-israel","tag-sorotan-publik","tag-teroris-israel","tag-teroris-israel-genosida-warga-gaza"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/275923","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/comments?post=275923"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/275923\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media\/275924"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media?parent=275923"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/categories?post=275923"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/tags?post=275923"},{"taxonomy":"series","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/series?post=275923"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}