{"id":282240,"date":"2023-12-01T19:04:00","date_gmt":"2023-12-01T12:04:00","guid":{"rendered":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2023\/12\/01\/fadli-zon-sayangkan-kesaksian-agus-raharjo-soal-kasus-e-ktp-kenapa-baru-ngomong-sekarang\/"},"modified":"2026-09-13T03:44:28","modified_gmt":"2026-09-12T20:44:28","slug":"fadli-zon-sayangkan-kesaksian-agus-raharjo-soal-kasus-e-ktp-kenapa-baru-ngomong-sekarang","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2023\/12\/01\/fadli-zon-sayangkan-kesaksian-agus-raharjo-soal-kasus-e-ktp-kenapa-baru-ngomong-sekarang\/","title":{"rendered":"Fadli Zon Sayangkan Kesaksian Agus Raharjo Soal Kasus e-KTP: Kenapa Baru Ngomong Sekarang?"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><b>BANDA ACEH<\/b> &#8211; Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Fadli Zon, mempertanyakan kesaksian eks Ketua KPK Agus Rahardjo yang mengaku pernah diminta Presiden <a href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/tag\/jokowi\/\">Jokowi<\/a> menghentikan kasus korupsi e-KTP yang menjerat Setya Novanto (Setnov).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Fadli Zon mempertanyakan alasan Agus Rahardjo baru buka suara mengenai tudingan pernah diminta Presiden Jokowi menghentikan kasus e-KTP.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Padahal, perkara itu sudah berlangsung sejak lama.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Jadi kalau semua informasi digali-gali terlihat hanya untuk menjadi amunisi di dalam Pilpres. Tentu kita sangat sayangkan, kenapa tidak disampaikan pada waktu itu. Kenapa pak Agus baru ngomong sekarang?&#8221; kata Fadli Zon selepas Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) TKN dan TKD Prabowo-Gibran di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Jumat (1\/12\/2023).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Seharusnya, kata dia, Agus mengungkap kesaksian tersebut setelah dipanggil Presiden Jokowi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dia pun mempertanyakan kesaksian Agus baru keluar saat masa kampanye.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menurutnya, kesaksian ini justru menjadi kesan bahwasanya hanya menjadi alat kepentingan <a href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/tag\/politik\/\">Politik<\/a> oleh pihak tertentu.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Jadi justru yang saya sayangkan kalau memang itu terjadi kenapa baru ngomong sekarang. Di saat kita sedang kampanye, kan itu artinya langsung atau tidak langsung menjadi alat kampanye untuk kepentingan-kepentingan tertentu,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Diketahui Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) periode 2015-2019 Agus Rahardjo mengaku pernah diminta Presiden Jokowi untuk menghentikan kasus korupsi e-KTP yang menjerat Setya Novanto (Setnov).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Saat itu, Setya Novanto masih menjabat sebagai Ketua DPR RI dan Ketua Umum Partai Golkar, salah satu parpol yang mendukung Jokowi di Pemilu.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Agus sempat menyampaikan permintaan maaf dan merasa semua hal harus jelas sebelum mengungkapkan pernyataannya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cSaya pikir kan baru sekali ini saya mengungkapkannya di media yang kemudian ditonton orang banyak,\u201d kata Agus dalam wawancara dengan Rosi yang tayang di Kompas TV, Kamis (30\/11\/2023).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cSaya terus terang, waktu kasus e-KTP saya dipanggil sendirian oleh presiden. Presiden pada waktu itu ditemani oleh Pak Pratikno (Menteri Sekretaris Negara),\u201d lanjut Agus.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Agus mengaku dia sempat merasa heran karena biasanya presiden memanggil lima pimpinan KPK sekaligus.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Agus lantas diminta masuk ke Istana tidak melalui ruang wartawan melainkan jalur masjid.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Saat memasuki ruang pertemuan, Agus mengaku Jokowi sudah marah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dirinyapun heran dan tidak mengerti maksud Jokowi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Setelah duduk ia baru memahami bahwa Jokowi meminta kasus yang menjerat Setnov disetop KPK.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cPresiden sudah marah menginginkan, karena baru masuk itu beliau sudah ngomong, \u2018hentikan!\u2019,\u201d tutur Agus.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cKan saya heran, yang dihentikan apanya? Setelah saya duduk ternyata saya baru tahu kalau yang (Jokowi) suruh hentikan itu adalah kasusnya Pak Setnov,\u201d lanjut Agus.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sumber: Tribunnews<\/p>\n<p><!--<span style=\"font-size: 14px; color: #999999;\"><em><b>Sumber:<\/b> <a target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\" style=\"color: #999999;\" href=\"https:\/\/www.BANDA ACEH\/2023\/12\/fadli-zon-sayangkan-kesaksian-agus.html\">Gelora <\/a><\/em><\/span>--><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BANDA ACEH &#8211; Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Fadli Zon, mempertanyakan kesaksian eks Ketua KPK Agus Rahardjo yang mengaku pernah diminta Presiden Jokowi menghentikan kasus korupsi e-KTP yang menjerat Setya Novanto (Setnov). Fadli Zon mempertanyakan alasan Agus Rahardjo baru buka suara mengenai tudingan pernah diminta Presiden Jokowi menghentikan kasus e-KTP. Padahal, perkara itu sudah berlangsung [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":282241,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_seopress_titles_title":"","_seopress_titles_desc":"","_seopress_robots_index":"","_seopress_robots_follow":"","_seopress_robots_imageindex":"","_seopress_robots_snippet":"","_seopress_robots_primary_cat":"","_seopress_robots_breadcrumbs":"","_seopress_robots_freeze_modified_date":"","_seopress_robots_custom_modified_date":"","_seopress_robots_canonical":"","_seopress_social_fb_title":"","_seopress_social_fb_desc":"","_seopress_social_fb_img":"","_seopress_social_fb_img_attachment_id":0,"_seopress_social_fb_img_width":0,"_seopress_social_fb_img_height":0,"_seopress_social_twitter_title":"","_seopress_social_twitter_desc":"","_seopress_social_twitter_img":"","_seopress_social_twitter_img_attachment_id":0,"_seopress_social_twitter_img_width":0,"_seopress_social_twitter_img_height":0,"_seopress_redirections_value":"","_seopress_redirections_enabled":"","_seopress_redirections_enabled_regex":"","_seopress_redirections_logged_status":"","_seopress_redirections_param":"","_seopress_redirections_type":0,"_seopress_analysis_target_kw":"","_seopress_news_disabled":"","_seopress_video_disabled":"","_seopress_video":[],"_seopress_pro_schemas_manual":[],"_seopress_pro_rich_snippets_disable_all":"","_seopress_pro_rich_snippets_disable":[],"_seopress_pro_schemas":[],"footnotes":"","_disable_autopaging":false},"categories":[34],"tags":[239243,246320,242,14827],"series":[],"class_list":["post-282240","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nasional","tag-kasus-e-ktp","tag-agus-rahardjo","tag-politik","tag-fadli-zon"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/282240","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/comments?post=282240"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/282240\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media\/282241"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media?parent=282240"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/categories?post=282240"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/tags?post=282240"},{"taxonomy":"series","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/series?post=282240"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}