{"id":289124,"date":"2023-12-15T22:49:00","date_gmt":"2023-12-15T15:49:00","guid":{"rendered":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2023\/12\/15\/eksponen-aktivis-78-demokrasi-hilang-indonesia-sudah-jadi-negara-manipulatif\/"},"modified":"2023-12-16T03:30:11","modified_gmt":"2023-12-15T20:30:11","slug":"eksponen-aktivis-78-demokrasi-hilang-indonesia-sudah-jadi-negara-manipulatif","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2023\/12\/15\/eksponen-aktivis-78-demokrasi-hilang-indonesia-sudah-jadi-negara-manipulatif\/","title":{"rendered":"Eksponen Aktivis 78: Demokrasi Hilang, Indonesia Sudah Jadi Negara Manipulatif"},"content":{"rendered":"<p><b><\/b><\/p>\n<p><b>BANDA ACEH &#8211; <\/b>Eksponen Aktivis 78, Indro Tjahyono menyatakan bahwa saat ini sudah tidak ada lagi demokrasi, yang ada hanya sebuah negara yang manipulatif.<\/p>\n<p>&#8220;Jadi mekanisme kenegaraan itu semua dimanipulasi, itu lah Indonesia. Dan nyatanya masyarakat diam saja, senang, karena kagum tokoh-tokoh itu seperti tokoh wayang,&#8221; ujar Indro secara virtual dalam diskusi Para Syndicate bertajuk &#8216;Ilusi Pemilu dan Demokrasi: Berpolitik, Bernegara, Berkonstitusi&#8217;, Jumat (15\/12\/2023).<\/p>\n<p>Namun Indro menilai seharusnya para pemimpin memiliki kesadaran untuk membangun demokrasi agar bisa dinikmati seluruh rakyat.<\/p>\n<p>&#8220;Tapi tokoh itu kan pimpinan negara harusnya mengerti mandat rakyat. Dia melanggar mandat juga masih dipuja-puja, ini yang sakit ya,&#8221; sambungnya.<\/p>\n<p>Selain itu, ia juga membeberkan bahwa posisi Indonesia saat ini masuk pada kategori negara yang gagal dengan peringkat 130-an.<\/p>\n<p>&#8220;Jadi kalau indikatornya sudah negara gagal, pasti lah ini bukan pemerintahan yang menggunakan prinsip-prinsip demokrasi, itu kata peneliti Barat ya,&#8221; jelasnya.<\/p>\n<p>Ia menyebut tidak adanya demokrasi karena hilangnya indikator tersebut di Indonesia. Sebab meski para pemimpin terus menyuarakan demokrasi, namun fakta di lapangan tidak terjadi prinsip demokrasi.<\/p>\n<p>&#8220;Kalau demokrasi dilakukan, rakyat lah yang jadi raja. Anggota DPR bisa di recall, sekarang tidak bisa kan. Itu indikator bahwa tidak ada demokrasi,&#8221; tegasnya.<\/p>\n<p>&#8220;Yang ada andai kata ada parpol itu bukan partainya rakyat, itu partainya ketum partai, karena mereka yang berkuasa mutlak dimana-mana,&#8221; lanjutnya.<\/p>\n<p>Ia pun mencontohkan bagaimana seorang Kaesang Pangarep yang tanpa melewati mekanisme yang seharusnya, tiba-tiba menjadi ketum parpol.<\/p>\n<p>Terpilihnya Kaesang menjadi ketua umum parpol menunjukkan jika saat ini sudah tidak ada lagi prinsip dan nilai-nilai demokrasi di era kepemimpinan Presiden <a href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/tag\/joko-widodo\/\">Joko WIdodo<\/a> (<a href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/tag\/jokowi\/\">Jokowi<\/a>).<\/p>\n<p>&#8220;Nah perusakan tatanan demokrasi itu berjalan terus dan yang merusak adalah kebetulan presiden kita sendiri, Jokowi,&#8221; tandas Indro.<\/p>\n<p><!--<span style=\"font-size: 14px; color: #999999;\"><em><b>Sumber:<\/b> <a target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\" style=\"color: #999999;\" href=\"https:\/\/www.BANDA ACEH\/2023\/12\/eksponen-aktivis-78-demokrasi-hilang.html\">Gelora <\/a><\/em><\/span>--><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BANDA ACEH &#8211; Eksponen Aktivis 78, Indro Tjahyono menyatakan bahwa saat ini sudah tidak ada lagi demokrasi, yang ada hanya sebuah negara yang manipulatif. &#8220;Jadi mekanisme kenegaraan itu semua dimanipulasi, itu lah Indonesia. Dan nyatanya masyarakat diam saja, senang, karena kagum tokoh-tokoh itu seperti tokoh wayang,&#8221; ujar Indro secara virtual dalam diskusi Para Syndicate bertajuk [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":289125,"comment_status":"open","ping_status":"","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","_disable_autopaging":false},"categories":[34],"tags":[242],"series":[],"class_list":["post-289124","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nasional","tag-politik"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/289124","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/comments?post=289124"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/289124\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media\/289125"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media?parent=289124"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/categories?post=289124"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/tags?post=289124"},{"taxonomy":"series","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/series?post=289124"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}