{"id":296484,"date":"2023-12-31T17:21:00","date_gmt":"2023-12-31T10:21:00","guid":{"rendered":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2023\/12\/31\/jika-kasus-boyolali-tak-diusut-panglima-tni-dan-pangdam-diminta-mundur\/"},"modified":"2023-12-31T19:00:26","modified_gmt":"2023-12-31T12:00:26","slug":"jika-kasus-boyolali-tak-diusut-panglima-tni-dan-pangdam-diminta-mundur","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2023\/12\/31\/jika-kasus-boyolali-tak-diusut-panglima-tni-dan-pangdam-diminta-mundur\/","title":{"rendered":"Jika Kasus Boyolali Tak Diusut, Panglima TNI dan Pangdam Diminta Mundur"},"content":{"rendered":"<p><b>BANDA ACEH<\/b> -Akademisi dan aktivis yang mengatasnamakan Presidium Indonesia, mendesak Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto dan Pangdam IV Diponegoro Mayjen Tandyo Budi, mundur dari jabatan, jika tak mampu mengusut tuntas kekerasan yang dialami relawan <a href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/tag\/ganjar-pranowo\/\">Ganjar Pranowo<\/a>.<\/p>\n<p>Anggota Presidium Indonesia, Ubedillah Badrun, menuturkan, dengan adanya kasus kekerasan di tahun <a href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/tag\/politik\/\">Politik<\/a>, menandakan Indonesia dalam keadaan darurat demokrasi dan brutalitas politik.<\/p>\n<p>\u201cBangsa Indonesia memasuki periode darurat brutalitas politik, ditandai peristiwa di Klaten dan Boyolali, tindak kekerasan yang sangat tidak bisa diterima siapapun. Dari peristiwa itu, satu orang meninggal dunia dan empat luka berat,\u201d kata Ubedillah Badrun, saat jumpa pers di Jalan Raden Saleh, Cikini, Jakarta Pusat, Minggu (31\/12).<\/p>\n<p>Sebab itu Presidium Indonesia menyatakan sikap dan mendesak pemerintah agar tidak melakukan tindakan represif kepada masyarakat sipil.<\/p>\n<p>\u201cKami mengutuk, tindakan kekerasan dalam bentuk apapun tidak dapat dibenarkan di negara hukum dan demokrasi,\u201d bunyi pernyataan sikap Presidium Indonesia.<\/p>\n<p>Aparat penegak hukum didesak segera mengusut tuntas peristiwa itu.<\/p>\n<p>\u201cDalam rangka konsolidasi demokrasi dan semangat reformasi, kasus itu harus ditindaklanjuti oleh pengadilan militer, karena pelakunya aparat TNI berpakaian sipil. Begitu juga Komnas HAM, karena ada dugaan pelanggaran HAM pada peristiwa kekerasan itu,\u201d bunyi poin lainnya.<\/p>\n<p>Presidium Indonesia juga mengingatkan agar aparat TNI\/Polri bersikap netral pada seluruh proses pemilihan umum, sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.<\/p>\n<p>\u201cJika kasus itu tidak dituntaskan, kami mendesak Panglima TNI, KSAD, Pangdam IV Diponegoro, Danrem serta Dandim, agar memegang teguh kode etik TNI, dengan cara mengundurkan diri dari jabatan, sebagai tanda kesungguhan TNI membenahi institusi, dan menjadi peringatan keras untuk seluruh jajaran TNI,\u201d demikian poin lainnya.<\/p>\n<p>Presidium Indonesia terdiri dari sejumlah akademisi, seperti Ubedillah Badrun, Ari FKPPI, Beni Rhamdani, Firman Tendry Masengi, Joshua Napitupulu, dan Buya Azwar Furgudyama.<\/p>\n<p><!--<span style=\"font-size: 14px; color: #999999;\"><em><b>Sumber:<\/b> <a target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\" style=\"color: #999999;\" href=\"https:\/\/www.BANDA ACEH\/2023\/12\/jika-kasus-boyolali-tak-diusut-panglima.html\">Gelora <\/a><\/em><\/span>--><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BANDA ACEH -Akademisi dan aktivis yang mengatasnamakan Presidium Indonesia, mendesak Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto dan Pangdam IV Diponegoro Mayjen Tandyo Budi, mundur dari jabatan, jika tak mampu mengusut tuntas kekerasan yang dialami relawan Ganjar Pranowo. Anggota Presidium Indonesia, Ubedillah Badrun, menuturkan, dengan adanya kasus kekerasan di tahun Politik, menandakan Indonesia dalam keadaan darurat demokrasi [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":296485,"comment_status":"open","ping_status":"","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","_disable_autopaging":false},"categories":[34],"tags":[242],"series":[],"class_list":["post-296484","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nasional","tag-politik"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/296484","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/comments?post=296484"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/296484\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media\/296485"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media?parent=296484"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/categories?post=296484"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/tags?post=296484"},{"taxonomy":"series","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/series?post=296484"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}