{"id":302377,"date":"2024-01-14T08:18:00","date_gmt":"2024-01-14T01:18:00","guid":{"rendered":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2024\/01\/14\/sosok-baliah-pengemis-viral-di-bogor-terungkap-bukan-orang-kaya-tapi-suka-berbagi\/"},"modified":"2024-01-14T15:56:57","modified_gmt":"2024-01-14T08:56:57","slug":"sosok-baliah-pengemis-viral-di-bogor-terungkap-bukan-orang-kaya-tapi-suka-berbagi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2024\/01\/14\/sosok-baliah-pengemis-viral-di-bogor-terungkap-bukan-orang-kaya-tapi-suka-berbagi\/","title":{"rendered":"Sosok Baliah Pengemis Viral di Bogor Terungkap, Bukan Orang Kaya tapi Suka Berbagi"},"content":{"rendered":"<p><b>BANDA ACEH<\/b>\u00a0 &#8211; Wanita paruh baya itu bernama Baliah, warga Desa Ciasihan, Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor belakangan ini menjadi sorotan karena mengemis dengan cara tidak biasa.<\/p>\n<p>Ia mengemis membawa baskom sambil mengucapkan &#8216;a kasian a dan teh kasian teh&#8217; dengan intonasi nada yang membuat terngiang-ngiang di kawasan wisata Gunung Bunder, Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor.<\/p>\n<p>Setelah viral, Tibun Bogor menyambangi rumah Baliah.<\/p>\n<p>Banyak netizen curiga bahwa Baliah sebenarnya adalah pengemis kaya namun faktanya tidak demikian.<\/p>\n<p>Diketahui rumah Baliah berada di dalam gang sempit berada di belakang kantor Desa Ciasihan dengan luas tidak sampai 100 meter.<\/p>\n<p>Cat depan rumahnya pun sudah nampak lusuh dan warnanya tak beraturan, tembok rumahnya berwarna ungu, namun tidak semua rata dengan warna senada.<\/p>\n<p>Terlihat cat berwarna ungu itu tidak menutup semua dinding depan rumahnya sehingga masih terlihat cat warna hijau yang merupakan warna rumahnya sebelumnya.<\/p>\n<p>Bagian dalam rumahnya berwarna hijau dengan berlantaikan keramik berwarna putih.<\/p>\n<p>Konstruksi bangunnya menggunakan material bata kuning, hal itu terlihat dari dinding samping rumahnya yang tidak ditutup oleh plester.<\/p>\n<p>Ya, Baliah memang merupakan keluarga dengan kategori kurang mampu dan menjadi tulang punggung bagi keluarga kecilnya agar terus bisa hidup.<\/p>\n<p>Suaminya yang diketahui bernama Ropik memiliki kekurangan yakni tidak bisa berbicara alias tunarungu yang bekerja serabutan.<\/p>\n<p>Sementara itu, ia juga harus berjuang untuk memenuhi kebutuhan anak laki-laki semata wayanngnya yang duduk dibangku kelas 5 sekolah dasar.<\/p>\n<p>Baliah pun tidak seperti manusia normal pada umumnya yang mudah dalam berkomunikasi.<\/p>\n<p>Ia memiliki sedikit gangguan kesehatan mental sehingga setiap ucapannya harus dipahami dengan seksama. Hal itu diakui pula oleh orang-orang di sekitarnya.<\/p>\n<p>Walaupun Baliah dan keluarga sendiri merupakan keluarga yang serba kekurangan, namun ia tidak lupa untuk berbagi.<\/p>\n<p>Baliah sendiri gangguan mental sehingga sulit untuk berkomunikasi layaknya orang normal.<\/p>\n<p>Sang suami yang diketahui bernama Ropik memiliki kekurangan yakni tidak bisa berbicara alias tunarungu.<\/p>\n<p>Ketua RT setempat, Agus menyebut Baliah mendapat makanan lebih kerap dibagikan kepada tetangganya.<\/p>\n<p>&#8220;Kalo pulang-pulang kadang ada yang ngasih kerupuk dibawa dibagi-bagi ke sini,&#8221; ungkapnya.<\/p>\n<p>Kebaikan Baliah juga diakui oleh para tetangganya.<\/p>\n<p>Meski Baliah mengemis untuk memenuhi kebutuhannya akan tetapi ia tidak lupa untuk berbagi dengan tetangganya.<\/p>\n<p>&#8220;Suka ngasih ke anak-anak gitu Rp 2 ribu, kalau belanja ke pasar beli buah banyak bagi-bagi ke tetangga, baik orangnya mah,&#8221; ungkap salah satu tetangga Baliah saat berbincang dengan TribunnewsBogor.com.<\/p>\n<p><b>Bukan Pengemis Kaya<\/b><\/p>\n<p>Diketahui setiap mengemis, Baliah selalu membawa tas hitam yang dicurigai berisi uang.<\/p>\n<p>Tapi saat ditunjukan pada tim TribunnewsBogor.com, isi tas pengemis a kasian a bukanlah uang tetapi berisi botol bekas air mineral, karung, payung sampai piring.<\/p>\n<p>Baliah juga memasukkan baskon tempatnya meminta uang ke dalam tas hitam itu.<\/p>\n<p>Dengan keterbatasan fisiknya, Baliah bercerita ia mengemis di kawasan curug Bogor hanya akhir pekan.<\/p>\n<p>Dalam sehari, Baliah mengumpulkan uang Rp 100 ribu.<\/p>\n<p>&#8220;Gak cukup,&#8221; aku Baliah.<\/p>\n<p>Betapa tidak, dari Rp 100 ribu itu Baliah masih harus membaginya lagi yakni mulai dari bayar ojek bolak-balik Rp 70 ribu, jajan anak Rp 10 ribu, voucer WiFi Rp 4 ribu dan sisanya Rp 16 ribu biasanya dipakai Baliah untuk beli beras.<\/p>\n<p>&#8220;Gak kebagian ini mah,&#8221; katanya dengan ucapan yang tidak mudah dipahami.<\/p>\n<p>Baliah viral usai seorang pria bernama Sendi merekam video viral pengemis di kawasan Curug, Kabupaten Bogor.<\/p>\n<p>Dalam video tersebut Sendi mengikuti ucapan sang pengemis yang ikonik.<\/p>\n<p>&#8220;A kasian a,&#8221; ujar sang wanita tua.<\/p>\n<p>Sembari memberikan recehan ke sang pengemis, Sendi pun mengikuti irama wanita tua itu seraya bernyanyi.<\/p>\n<p>Sendi berujar &#8216;a kasian a&#8217; sambil meletakkan uang koin di baskom yang dibawa sang pengemis.<\/p>\n<p>Gara-gara rekaman yang dibagikan Sendi di akun Instagramnya @sendisultanke4, pengemis tersebut viral dan berjuluk &#8216;a kasian a&#8217;, sosok pengemis tersebut diburu.<\/p>\n<p>\u00a0Video yang direkam Sendi itu pun dibagikan ulang beberapa akun di berbagai media sosial seperti TikTok dan Instagram hingga Twitter.<\/p>\n<p>Sadar videonya tersebar ke seluruh Indonesia, Sendi akhirnya menghapus unggahannya.<\/p>\n<p>Sementara akun lain menempati trending dari rekamannya, Sendi memilih ogah memviralkan sosok pengemis tersebut.<\/p>\n<p>Ternyata ada alasan menyentuh kenapa Sendi menghapus video pengemis a kasian a tersebut.<\/p>\n<p>Sendi mengaku kasihan dengan sang pengemis yang belakangan diolok-olok netizen.<\/p>\n<p>&#8220;Video nya kenapa di-take down bang? Apakah melanggar atau bagaimana ? Aaa kasiaan aaa,&#8221; tanya akun dewi fajri.<\/p>\n<p>&#8220;Dipikir kasian sama emanya,, walaupun niatnya duet,&#8221; kata Sendi.<\/p>\n<p>Tak cuma itu, Sendi juga mengaku ogah merekam pengemis viral itu lagi jika bertemu.<\/p>\n<p>Karena niatan awal Sendi merekam sang pengemis hanya untuk candaan saja.<\/p>\n<p>&#8220;Bikin lg bang videonya aa kasian aaa,&#8221; pinta akun alyaltifah.<\/p>\n<p>&#8220;Kasian, walaupun niatnya duet,&#8221; ujar Sendi.<\/p>\n<p>Sementara Sendi menghapus videonya, sosok pengemis a kasian a itu rupanya sudah viral sejak dua tahun lalu.<\/p>\n<p>Adalah akun TikTok @24hight yang sempat merekam pertemuannya dengan pengemis tersebut.<\/p>\n<p>Dalam video terlihat wanita tua itu meminta-minta dengan cara yang sama seperti saat bertemu Sendi yakni dengan mengucapkan kalimat seperti sedang bernyanyi.<\/p>\n<p>&#8220;Yang suka maen ke halimun pasti ga asing sama orang ini wkwk,&#8221; kata pemilik akun @24hight pada 2 Oktober 2022<\/p>\n<p><!--<span style=\"font-size: 14px; color: #999999;\"><em><b>Sumber:<\/b> <a target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\" style=\"color: #999999;\" href=\"https:\/\/www.BANDA ACEH\/2024\/01\/sosok-baliah-pengemis-viral-di-bogor.html\">Gelora <\/a><\/em><\/span>--><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BANDA ACEH\u00a0 &#8211; Wanita paruh baya itu bernama Baliah, warga Desa Ciasihan, Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor belakangan ini menjadi sorotan karena mengemis dengan cara tidak biasa. Ia mengemis membawa baskom sambil mengucapkan &#8216;a kasian a dan teh kasian teh&#8217; dengan intonasi nada yang membuat terngiang-ngiang di kawasan wisata Gunung Bunder, Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor. Setelah [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":302378,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","_disable_autopaging":false},"categories":[66460],"tags":[261236,261237,261238,261239,1338,10451],"series":[],"class_list":["post-302377","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-lifestyle","tag-baliah","tag-pengemis-a-kasian-a","tag-baliah-bukan-orang-kaya","tag-pengemis-baliah","tag-viral","tag-bogor"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/302377","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/comments?post=302377"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/302377\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media\/302378"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media?parent=302377"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/categories?post=302377"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/tags?post=302377"},{"taxonomy":"series","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/series?post=302377"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}