{"id":306628,"date":"2024-01-23T20:47:00","date_gmt":"2024-01-23T13:47:00","guid":{"rendered":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2024\/01\/23\/warga-halmahera-sebut-tambang-nikel-ciptakan-kerusakan-lingkungan-kemiskinan-dan-konflik\/"},"modified":"2024-01-24T04:05:13","modified_gmt":"2024-01-23T21:05:13","slug":"warga-halmahera-sebut-tambang-nikel-ciptakan-kerusakan-lingkungan-kemiskinan-dan-konflik","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2024\/01\/23\/warga-halmahera-sebut-tambang-nikel-ciptakan-kerusakan-lingkungan-kemiskinan-dan-konflik\/","title":{"rendered":"Warga Halmahera Sebut Tambang Nikel Ciptakan Kerusakan Lingkungan, Kemiskinan dan Konflik"},"content":{"rendered":"<p><b><\/b><b>BANDA ACEH &#8211;<\/b> Masyarakat lingkar tambang nikel di Halmahera menilai keberadaan tambang nikel belum sepenuhnya baik untuk masyarakat yang berada di lingkar tambang. Aktivitas tambang nikel justru dinilai memberikan dampak negatif, seperti ancaman kerusakan lingkungan, kemiskinan dan konflik.<\/p>\n<p>Adlun Fiqri, warga Sagea, Weda Tengah, Halmahera Tengah, mengatakan puluhan tahun tambang nikel beroperasi, setidaknya sudah ribuan hektare hutan habis dibabat, sungai semakin tercemar, laut tak lagi biru, dan nelayan makin sulit menangkap ikan.\u00a0<\/p>\n<p>\u201cKondisi itu semakin parah kala ambisi mendorong pengembangan hilirisasi makin gencar dilakukan. Desa kerap banjir, sampah di mana-mana dan masyarakat desa makin miskin,\u201d kata Adlun saat dihubungi Tempo, Senin, 22 Januari 2024.\u00a0<\/p>\n<p>Menurut Adlun, ada banyak riset yang membuktikan tambang nikel di Halmahera belum sepenuhnya baik untuk masyarakat. Justru yang terjadi sumber pangan dan ekonomi masyarakat desa hilang setelah tambang nikel beroperasi. Selain itu, masyarakat kerap dihadapkan pada konflik sosial antartenaga kerja yang makin sering terjadi.<\/p>\n<p>\u201cJadi bisa dikatakan kehadiran tambang nikel justru mengancam kehidupan kami. Secara ekonomi menguntungkan sebagian kalangan, tapi secara ekologi mengancam kehidupan bagi generasi mendatang,\u201d ujar Adlun.\u00a0<\/p>\n<p>Pendapat yang sama disampaikan Sahbudin, warga Buli, Halmahera Timur. Menurutnya, keberadaan aktivitas tambang nikel hanya memperburuk keseimbangan lingkungan di Halmahera. Laut makin tercemar dan nelayan makin sulit melaut. Tak sedikit pula tambang nikel membuat masyarakat lokal dan pendatang berkonflik. \u201cDengan kata lain nikel ini lebih banyak mudaratnya,\u201dujar Sahbudin.<\/p>\n<p>Sahbudin mengatakan, selama tambang nikel beroperasi, aktivitasnya justru menimbulkan bencana ekologis. Desa sering terendam lumpur tambang, hutan mangrove hilang, dan sumber pencaharian masyarakat di kebun juga tak lagi ada. \u201cAktivitasnya bisa dikatakan menciptakan bencana jangka panjang. Dan itu kami yang rasakan,\u201d ungkap Sahbudin.<\/p>\n<p><!--<span style=\"font-size: 14px; color: #999999;\"><em><b>Sumber:<\/b> <a target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\" style=\"color: #999999;\" href=\"https:\/\/www.BANDA ACEH\/2024\/01\/warga-halmahera-sebut-tambang-nikel.html\">Gelora <\/a><\/em><\/span>--><\/p>\n<div class=\"pdfprnt-buttons pdfprnt-buttons-post pdfprnt-bottom-right\"><a href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/306628?print=print\" class=\"pdfprnt-button pdfprnt-button-print\" target=\"_blank\" ><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/apps\/pdf-print\/images\/print.png\" alt=\"image_print\" title=\"Print Content\" \/><\/a><\/div>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BANDA ACEH &#8211; Masyarakat lingkar tambang nikel di Halmahera menilai keberadaan tambang nikel belum sepenuhnya baik untuk masyarakat yang berada di lingkar tambang. Aktivitas tambang nikel justru dinilai memberikan dampak negatif, seperti ancaman kerusakan lingkungan, kemiskinan dan konflik. Adlun Fiqri, warga Sagea, Weda Tengah, Halmahera Tengah, mengatakan puluhan tahun tambang nikel beroperasi, setidaknya sudah ribuan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":306629,"comment_status":"open","ping_status":"","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_seopress_titles_title":"","_seopress_titles_desc":"","_seopress_robots_index":"","_seopress_robots_follow":"","_seopress_robots_imageindex":"","_seopress_robots_snippet":"","_seopress_robots_primary_cat":"","_seopress_robots_breadcrumbs":"","_seopress_robots_freeze_modified_date":"","_seopress_robots_custom_modified_date":"","_seopress_robots_canonical":"","_seopress_social_fb_title":"","_seopress_social_fb_desc":"","_seopress_social_fb_img":"","_seopress_social_fb_img_attachment_id":0,"_seopress_social_fb_img_width":0,"_seopress_social_fb_img_height":0,"_seopress_social_twitter_title":"","_seopress_social_twitter_desc":"","_seopress_social_twitter_img":"","_seopress_social_twitter_img_attachment_id":0,"_seopress_social_twitter_img_width":0,"_seopress_social_twitter_img_height":0,"_seopress_redirections_value":"","_seopress_redirections_enabled":"","_seopress_redirections_enabled_regex":"","_seopress_redirections_logged_status":"","_seopress_redirections_param":"","_seopress_redirections_type":0,"_seopress_analysis_target_kw":"","_seopress_news_disabled":"","_seopress_video_disabled":"","_seopress_video":[],"_seopress_pro_schemas_manual":[],"_seopress_pro_rich_snippets_disable_all":"","_seopress_pro_rich_snippets_disable":[],"_seopress_pro_schemas":[],"footnotes":"","_disable_autopaging":false},"categories":[34],"tags":[242],"series":[],"class_list":["post-306628","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nasional","tag-politik"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/306628","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/comments?post=306628"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/306628\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media\/306629"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media?parent=306628"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/categories?post=306628"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/tags?post=306628"},{"taxonomy":"series","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/series?post=306628"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}