{"id":307030,"date":"2024-01-24T23:45:09","date_gmt":"2024-01-24T16:45:09","guid":{"rendered":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2024\/01\/24\/uin-ar-raniry-dan-flower-aceh-bahas-kekerasan-seksual\/"},"modified":"2024-01-25T01:41:07","modified_gmt":"2024-01-24T18:41:07","slug":"uin-ar-raniry-dan-flower-aceh-bahas-kekerasan-seksual","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2024\/01\/24\/uin-ar-raniry-dan-flower-aceh-bahas-kekerasan-seksual\/","title":{"rendered":"UIN Ar-Raniry dan Flower Aceh Bahas Kekerasan Seksual"},"content":{"rendered":"<p><strong>HARIANACEH.co.id<\/strong>|<strong>Banda Aceh<\/strong> &#8211; Kolaborasi antara Prodi Pengembangan Masyarakat Islam (PMI) Fakultas Dakwan dan Komunikasi (FDK), Prodi Ilmu Politik FISIP Universitas Islam Negeri Ar-Raniry (UIN Ar-Raniry), Yayasan Keadilan dan Perdamaian Indonesia (YKPI), dan Flower Aceh menyelenggarakan Diskusi Publik Orang Muda.<\/p>\n<p>Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat kinerja kolaborasi lembaga terkait dan memberikan edukasi mengenai isu-isu Kekerasan Seksual.<\/p>\n<p>Diskusi tersebut dilaksanakan di Aula Fakultas Dakwah Dan Komunikasi UIN Ar-Raniry pada Selasa, (23\/1\/2024) dan dibuka secara resmi oleh Dekan FDK UIN Ar-Raniry Banda Aceh, Prof Dr Kusmawati Hatta, MPd.<\/p>\n<p>Dalam sambutannya, Prof Kusmawati Hatta turut menyoroti bahwa persoalan-persoalan Generasi Z, yang hidup di era kemajuan teknologi menjadi rentan terhadap pelaku kekerasan seksual yang memanfaatkan canggihnya teknologi untuk memanipulasi mereka. Hal ini menyebabkan rentannya korban dari kalangan anak-anak hingga remaja.<\/p>\n<p>Kusmawati menekankan perlunya upaya perlindungan dan pencegahan secara praktis, komprehensif, dan kolaboratif melalui edukasi, sosialisasi, dan penyadaran terus-menerus terkait isu permasalahan sosial, termasuk kekerasan seksual yang dapat terjadi bahkan di lingkungan keluarga terdekat.<\/p>\n<p>\u201cTujuan dari acara ini adalah memperkuat upaya-upaya pencegahan dan perlindungan bagi korban kekerasan seksual, dengan melibatkan instansi\/lembaga pemerintah, perguruan tinggi, media massa, dan sektor swasta. Semua ini bertujuan mencapai konsep pembangunan berkelanjutan sesuai dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs),\u201d terang Kusmawati.<\/p>\n<p>Senada hal tersebut, Direktur Flower, Riswati dalam sambutannya menyampaikan, bahwa meskipun Aceh menerapkan Syariah Islam, tetapi kasus Kekerasan Seksual tetap menjadi ancaman bagi kaum perempuan, dan tak terkecuali laki-laki.<\/p>\n<p>Oleh karena itu, kata Riswati diperlukan kolaborasi lintas masyarakat dan lembaga untuk mencegah dan memastikan perlindungan terhadap korban kekerasan seksual.<\/p>\n<p>Diskusi ini menghadirkan dua narasumber dan dua fasilitator, yakni Adinda Rihatul Athor SSos (Magang Lintas Keberagamanan), Rasiva Faradhita Z, SSos (Magang Lintas Keberagamanan), Dr T Lembong Misbah, MAg (Dosen Prodi Pengembangan Masyarakat Islam), dan Rizkika Lhena Darwin, MA (Dosen Prodi Ilmu Politik).<\/p>\n<p>Dalam pemaparannya, Lembong Misbah menyampaikan bahwa sepanjang enam bulan terakhir, sudah tercatat 575 kasus terbaru kekerasan seksual secara nasional, dengan anak-anak hingga remaja sebagai korban paling banyak.<\/p>\n<p>Sementara Adinda Rihatul menguatkan pendapat ini dengan menyoroti bahwa isu kekerasan seksual dapat meninggalkan trauma mendalam dan gangguan psikologis pada korban.<\/p>\n<p>Oleh karena itu, sebagai generasi muda, kita diharapkan bukan hanya sebagai pelapor, melainkan juga sebagai pelopor dalam upaya pencegahan dan perlindungan terhadap isu kekerasan seksual. []<\/p>\n<p>Artikel UIN Ar-Raniry dan Flower Aceh Bahas Kekerasan Seksual pertama kali tampil pada HARIANACEH.co.id.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>HARIANACEH.co.id|Banda Aceh &#8211; Kolaborasi antara Prodi Pengembangan Masyarakat Islam (PMI) Fakultas Dakwan dan Komunikasi (FDK), Prodi Ilmu Politik FISIP Universitas Islam Negeri Ar-Raniry (UIN Ar-Raniry), Yayasan Keadilan dan Perdamaian Indonesia (YKPI), dan Flower Aceh menyelenggarakan Diskusi Publik Orang Muda. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat kinerja kolaborasi lembaga terkait dan memberikan edukasi mengenai isu-isu Kekerasan Seksual. [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":307031,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","_disable_autopaging":false},"categories":[35],"tags":[264417,4268,1548],"series":[],"class_list":["post-307030","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-aceh","tag-flower-aceh","tag-kekerasan-seksual","tag-uin-ar-raniry"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/307030","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/comments?post=307030"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/307030\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media\/307031"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media?parent=307030"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/categories?post=307030"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/tags?post=307030"},{"taxonomy":"series","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/series?post=307030"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}