{"id":308134,"date":"2024-01-27T08:56:00","date_gmt":"2024-01-27T01:56:00","guid":{"rendered":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2024\/01\/27\/detik-detik-5-pentolan-opm-jadi-mayat-disikat-kopassus-dan-kostrad-tni\/"},"modified":"2024-01-27T10:14:51","modified_gmt":"2024-01-27T03:14:51","slug":"detik-detik-5-pentolan-opm-jadi-mayat-disikat-kopassus-dan-kostrad-tni","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2024\/01\/27\/detik-detik-5-pentolan-opm-jadi-mayat-disikat-kopassus-dan-kostrad-tni\/","title":{"rendered":"Detik-detik 5 Pentolan OPM Jadi Mayat Disikat Kopassus dan Kostrad TNI"},"content":{"rendered":"<p><b>BANDA ACEH<\/b>\u00a0 &#8211; Aksi keji Gembong Kelompok Separatis Teroris (KST) OPM, Undius Kogoya benar-benar harus membayar mahal. Lantaran melakukan penyerangan ke wilayah Intan Jaya, Papua Tengah.\u00a0<\/p>\n<p>\u00a0Kini beredar pula detik-detik 5 OPM jadi mayat disikat Kopassus dan Kostrad TNI. Sebagaimana dikabarkan melelui siaran pers, pada Jumat (25\/1\/2024).\u00a0\u00a0<\/p>\n<p>Ada 5 pentolan OPM yang mati itu adalah Oni Kobogau, Yusak Sondegau, Zakius Sondegau, Melkias Matani alias Harisatu Nambagani dan Agusti. &#8220;Selain itu dua anggota KST terluka parah dan dirawat di markas mereka di hutan.\u00a0<\/p>\n<p>Kedua yang terluka yaitu\u00a0 Jaringan Belau dan Kanus Kogoya,&#8221; kata Kepala Penerangan Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) III, Kolonel Czi Gusti Nyoman Suriastawa.\u00a0<\/p>\n<p>\u00a0Menurut Kolonel Czi Gusti Nyoman Suriastawa, dalam aksi teror selama empat hari yang dilangsungkan OPM ke wilayah Intan Jaya.\u00a0\u00a0<\/p>\n<p>Sebenarnya Undius menyiapkan strategi agar bisa membunuh sebanyak-banyak aparat keamanan. Baik itu prajurit TNI maupun Brimob, Polri.<\/p>\n<p>\u00a0Jadi dalam strateginya, Undius memerintahkan anak buahnya untuk fokus menggempur wilayah Sugapa. Targetnya adalah pesawat sipil yang terbang menuju Bandara Bilogai, melalui rute Sugapa.\u00a0\u00a0<\/p>\n<p>Bahkan Undius memerintahkan anak buahnya untuk membunuh siapa saja masyarakat yang ada di lokasi penyerangan.\u00a0\u00a0<\/p>\n<p>&#8220;Undius memerintahkan apabila terpaksa bunuh masyarakat dan bakar honai untuk menghilangkan jejak,&#8221; ujar Kolonel Czi Gusti Nyoman Suriastawa. Secara keseluruhan strategi berdarah Undius Kogoya itu gagal total.\u00a0<\/p>\n<p>Meskipun di hari pertama penyerangan ke Mamba, OPM membunuh seorang anggota Brimob, Polri dari Satgas Damai Cartenz.\u00a0<\/p>\n<p>Kelima pentolan OPM itu tewas dilibas prajurit-prajurit TNI dari pasukan elite lintas udara, Batalyon Infanteri 330\/Tri Dharma, Kostrad, TNI Angkatan Darat Satgas Mobile dan prajurit dari Komando Pasukan Khusus (Kopassus) Satgas Mandala IV.\u00a0<\/p>\n<p>Sementara itu, hingga saat ini ratusan warga Intan Jaya masih bertahan di lokasi-lokasi pengungsian usai dievakuasi prajurit TNI. Mereka masih dilanda trauma kembali ke kampung mereka<\/p>\n<p><!--<span style=\"font-size: 14px; color: #999999;\"><em><b>Sumber:<\/b> <a target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\" style=\"color: #999999;\" href=\"https:\/\/www.BANDA ACEH\/2024\/01\/detik-detik-5-pentolan-opm-jadi-mayat.html\">Gelora <\/a><\/em><\/span>--><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BANDA ACEH\u00a0 &#8211; Aksi keji Gembong Kelompok Separatis Teroris (KST) OPM, Undius Kogoya benar-benar harus membayar mahal. Lantaran melakukan penyerangan ke wilayah Intan Jaya, Papua Tengah.\u00a0 \u00a0Kini beredar pula detik-detik 5 OPM jadi mayat disikat Kopassus dan Kostrad TNI. Sebagaimana dikabarkan melelui siaran pers, pada Jumat (25\/1\/2024).\u00a0\u00a0 Ada 5 pentolan OPM yang mati itu adalah [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":308135,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","_disable_autopaging":false},"categories":[34],"tags":[243,1420,43608,54113,255398,265266],"series":[],"class_list":["post-308134","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nasional","tag-hukum","tag-peristiwa","tag-kopassus","tag-opm","tag-konflik-di-papua","tag-kostrad-tni"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/308134","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/comments?post=308134"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/308134\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media\/308135"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media?parent=308134"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/categories?post=308134"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/tags?post=308134"},{"taxonomy":"series","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/series?post=308134"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}