{"id":311581,"date":"2024-02-03T21:49:00","date_gmt":"2024-02-03T14:49:00","guid":{"rendered":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2024\/02\/03\/jokowi-lagi-lagi-dikritik-kini-giliran-rektor-dari-asosiasi-perguruan-tinggi-katolik-indonesia\/"},"modified":"2024-02-03T23:25:20","modified_gmt":"2024-02-03T16:25:20","slug":"jokowi-lagi-lagi-dikritik-kini-giliran-rektor-dari-asosiasi-perguruan-tinggi-katolik-indonesia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2024\/02\/03\/jokowi-lagi-lagi-dikritik-kini-giliran-rektor-dari-asosiasi-perguruan-tinggi-katolik-indonesia\/","title":{"rendered":"Jokowi Lagi-lagi Dikritik, Kini Giliran Rektor dari Asosiasi Perguruan Tinggi Katolik Indonesia"},"content":{"rendered":"<p>Jokowi<\/a>.jpg&#8221; width=&#8221;640&#8243;\/><\/p>\n<p style=\"margin: 0px; padding: 0px 0px 15px; text-align: justify;\"><b>BANDA ACEH<\/b> \u00a0&#8211; Gelombang kritik terhadap Presiden <a href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/tag\/joko-widodo\/\">Joko WIdodo<\/a> (Jokowi) kembali digaungkan oleh akademisi.<\/p>\n<p style=\"margin: 0px; padding: 0px 0px 15px; text-align: justify;\">Terbaru, para rektor yang tergabung dalam Asosiasi Perguruan Tinggi Katolik Indonesia (APTIK) melontarkan kritik terhadap Jokowi terkait hukum dan demokrasi di Indonesia.<\/p>\n<p style=\"margin: 0px; padding: 0px 0px 15px; text-align: justify;\">Rektor Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY) sekaligus Koordinator Jaringan Perguruan Tinggi APTIk, Sri Nurhartanto mengungkapkan pihaknya mengaku resah atas adanya penyimpangan berupa penyalahgunaan kekuasaan menjelang Pemilu 2024yang dilakukan Jokowi sehingga tidak sesuai dengan semangat reformasi.<\/p>\n<p style=\"margin: 0px; padding: 0px 0px 15px; text-align: justify;\">Nurhartanto mengungkapkan penyimpangan itu telah mengoyak rasa keadilan bangsa.<\/p>\n<p style=\"margin: 0px; padding: 0px 0px 15px; text-align: justify;\">&#8220;Praktik penyalahgunaan kekuasaan, kolusi, korupsi, dan nepotisme serta penegakan hukum yang semakin menyimpang dari semangat reformasi dan konstitusi negara telah mengoyak hati nurani dan rasa keadilan bangsa Indonesia,&#8221; katanya dalam video penyampaian sikap yang diterima Tribunnews.com, Sabtu (3\/2\/2024).<\/p>\n<p style=\"margin: 0px; padding: 0px 0px 15px; text-align: justify;\">&#8220;Untuk itu kami menyerukan kepada seluruh pihak yang berkepentingan terhadap terselenggaranya <a href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/tag\/pemilu-2024\/\">Pemilu 2024<\/a> yang berkualitas, bermartabat, jujur, dan adil,&#8221; sambung Nurhartanto.<\/p>\n<p style=\"margin: 0px; padding: 0px 0px 15px; text-align: justify;\">Dia pun berharap pula agar Jokowi dan segenap jajaranya untuk menyelenggarakan pemerintahan berdasarkan asas yang baik dan memegang teguh sumpah jabatannya sebagai pejabat negara.<\/p>\n<p style=\"margin: 0px; padding: 0px 0px 15px; text-align: justify;\">&#8220;Untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat Indonesia dengan memerangi kolusi, korupsi, dan nepotisme, serta melakukan penegakan hukum dengan tidak menggunakan sistem tebang pilih dan selalu menjunjung tinggi etika dalam bekerjanya,&#8221; kata Nurhartanto.<\/p>\n<p style=\"margin: 0px; padding: 0px 0px 15px; text-align: justify;\">Sementara terkait Pemilu 2024, dia berharap agar penyelenggara menjunjung tinggi asas pemilu yang bersifat langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil atau luber-jurdil.<\/p>\n<p style=\"margin: 0px; padding: 0px 0px 15px; text-align: justify;\">Nurhartanto mengatakan hal ini perlu dilakukan demi terjaminnya hak setiap pemilih untuk menggunakan hak pilihnya secara bebas sesuai dengan hati nurani dan tanpa tekanan apapun.<\/p>\n<p style=\"margin: 0px; padding: 0px 0px 15px; text-align: justify;\">Dia turut mendesak agar aparatur sipil negara (ASN) dan TNI-Polri untuk bersikap netral dan tidak memihak pada pihak-pihak tertentu.<\/p>\n<p style=\"margin: 0px; padding: 0px 0px 15px; text-align: justify;\">&#8220;Keempat, negara wajib menghormati, melindungi, dan memenuhi hak kebebasan berekspresi setiap warga negaranya sebagai bagian dari hak asasi manusia,&#8221; kata Nurhartanto.<\/p>\n<p style=\"margin: 0px; padding: 0px 0px 15px; text-align: justify;\">Nurhartanto juga berharap agar Pemilu 2024 berjalan dengan damai tanpa adanya kekerasan.<\/p>\n<p style=\"margin: 0px; padding: 0px 0px 15px; text-align: justify;\">Terakhir, dirinya turut meminta agar seluruh perguruan tinggi di Indonesia memantau jalannya Pemilu 2024.<\/p>\n<p style=\"margin: 0px; padding: 0px 0px 15px; text-align: justify;\">&#8220;Semua perguruan tinggi di Indonesia terlibat aktif melakukan pemantauan dan pengawasan di saat pemilihan umum,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<p style=\"margin: 0px; padding: 0px 0px 15px; text-align: justify;\">Berdasarkan rilis yang diterima Tribunnews.com, pernyataan sikap ini turut ditandatangani oleh rektor dari berbagai perguruan tinggi Katolik di Indonesia yaitu:<\/p>\n<p style=\"margin: 0px; padding: 0px 0px 15px; text-align: justify;\">1. Sri Nurhartanto: Rektor UAJY Yogyakarta\/Koordinator Jaringan Perguruan Tinggi APTIK<\/p>\n<p style=\"margin: 0px; padding: 0px 0px 15px; text-align: justify;\">2. Kuncoro Foe: Rektor Universitas Ktolik Widya Mandala Surabaya<\/p>\n<p style=\"margin: 0px; padding: 0px 0px 15px; text-align: justify;\">3. Johanis Ohoitimur: Rektor Universitas De Lassalle Manado<\/p>\n<p style=\"margin: 0px; padding: 0px 0px 15px; text-align: justify;\">4. Albertus Bagus Laksana: Rektor Universitas Sanata Dharma<\/p>\n<p style=\"margin: 0px; padding: 0px 0px 15px; text-align: justify;\">5. Ferdinandus Hindiarto: Rektor Universitas Katolik Soegijapranata Semarang<\/p>\n<p style=\"margin: 0px; padding: 0px 0px 15px; text-align: justify;\">6. Hadi Santoso: Rektor Universitas Widya Dharma Pontianak<\/p>\n<p style=\"margin: 0px; padding: 0px 0px 15px; text-align: justify;\">7. Tri Basuki Joewono: Rektor Universitas Katolik Parahyangan<\/p>\n<p style=\"margin: 0px; padding: 0px 0px 15px; text-align: justify;\">8. Arief Widya Prasetya: Rektor Sekolah Tinggi Kesehatan St. Vincentius a Paulo<\/p>\n<p style=\"margin: 0px; padding: 0px 0px 15px; text-align: justify;\">9. Klemens Mere: Rektor Universitas Katolik Widya Karya Malang<\/p>\n<p style=\"margin: 0px; padding: 0px 0px 15px; text-align: justify;\">10. Wilhalminus Sombolayuk: Rektor Universitas Atma Jaya Makassar<\/p>\n<p style=\"margin: 0px; padding: 0px 0px 15px; text-align: justify;\">11. Antonius Singgih Setiawan: Rektor Universitas Katolik Musi Charitas Palembang<\/p>\n<p style=\"margin: 0px; padding: 0px 0px 15px; text-align: justify;\">12. Siprianus Abdu: Rektor STIK Stella Maris Makassar<\/p>\n<p style=\"margin: 0px; padding: 0px 0px 15px; text-align: justify;\">13. Yulia Wardani: Rektor STIKes Panti Rapih Yogyakarta<\/p>\n<p style=\"margin: 0px; padding: 0px 0px 15px; text-align: justify;\">14. Mestiana Br Karo: Rektor STIKES Katolik St. Elizabeth Medan<\/p>\n<p style=\"margin: 0px; padding: 0px 0px 15px; text-align: justify;\">15. Elizabeth Ari Setyarini: Rektor Universitas Santo Booromeus Bandung<\/p>\n<p style=\"margin: 0px; padding: 0px 0px 15px; text-align: justify;\">16. Yuda Turana: Rektor Universitas Katolik Atma Jaya Jakarta<\/p>\n<p style=\"margin: 0px; padding: 0px 0px 15px; text-align: justify;\">17. Adrian Adiredjo: Rektor Universitas Katolik Dharma Cendika Surabaya<\/p>\n<p style=\"margin: 0px; padding: 0px 0px 15px; text-align: justify;\">18. Philipus Tule: Rektor Universitas Katolik Widya Mandira Kupang<\/p>\n<p style=\"margin: 0px; padding: 0px 0px 15px; text-align: justify;\">19. Veronica Dwiatmi Widyastuti: Rektor STIK Sint Carolus Jakarta<\/p>\n<p style=\"margin: 0px; padding: 0px 0px 15px; text-align: justify;\">20. Wilhelmus Yape Kii: Rektor Universitas Katolik Weetebula<\/p>\n<p style=\"margin: 0px; padding: 0px 0px 15px; text-align: justify;\">21. Henny Y. Pongantung: Rektor Sekolah Tinggi Kesehatan Gunung Muria Tomohon<\/p>\n<p style=\"margin: 0px; padding: 0px 0px 15px; text-align: justify;\">22. Maidin Gultom: Rektor Universitas Katolik St. Thomas Medan<\/p>\n<p style=\"margin: 0px; padding: 0px 0px 15px; text-align: justify;\">23. Augustinus Widyaputranto: Direktur Program APTIK<\/p>\n<p style=\"margin: 0px; padding: 0px 0px 15px; text-align: justify;\">Sumber: Tribunnews<\/p>\n<p><!--<span style=\"font-size: 14px; color: #999999;\"><em><b>Sumber:<\/b> <a target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\" style=\"color: #999999;\" href=\"https:\/\/www.BANDA ACEH\/2024\/02\/jokowi-lagi-lagi-dikritik-kini-giliran.html\">Gelora <\/a><\/em><\/span>--><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jokowi.jpg&#8221; width=&#8221;640&#8243;\/> BANDA ACEH \u00a0&#8211; Gelombang kritik terhadap Presiden Joko WIdodo (Jokowi) kembali digaungkan oleh akademisi. Terbaru, para rektor yang tergabung dalam Asosiasi Perguruan Tinggi Katolik Indonesia (APTIK) melontarkan kritik terhadap Jokowi terkait hukum dan demokrasi di Indonesia. Rektor Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY) sekaligus Koordinator Jaringan Perguruan Tinggi APTIk, Sri Nurhartanto mengungkapkan pihaknya mengaku [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":311582,"comment_status":"open","ping_status":"","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","_disable_autopaging":false},"categories":[34],"tags":[242],"series":[],"class_list":["post-311581","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nasional","tag-politik"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/311581","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/comments?post=311581"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/311581\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media\/311582"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media?parent=311581"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/categories?post=311581"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/tags?post=311581"},{"taxonomy":"series","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/series?post=311581"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}