{"id":312934,"date":"2024-02-06T21:50:00","date_gmt":"2024-02-06T14:50:00","guid":{"rendered":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2024\/02\/06\/buat-nyali-ciut-terungkap-soeharto-pernah-pelototin-santri-wanita-ini-berikut-penyebabnya\/"},"modified":"2024-02-07T04:35:05","modified_gmt":"2024-02-06T21:35:05","slug":"buat-nyali-ciut-terungkap-soeharto-pernah-pelototin-santri-wanita-ini-berikut-penyebabnya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2024\/02\/06\/buat-nyali-ciut-terungkap-soeharto-pernah-pelototin-santri-wanita-ini-berikut-penyebabnya\/","title":{"rendered":"Buat Nyali Ciut, Terungkap Soeharto Pernah Pelototin Santri Wanita Ini, Berikut Penyebabnya"},"content":{"rendered":"<p><b><\/b><b>BANDA ACEH &#8211;<\/b>\u00a0 Presiden kedua Indonesia Soeharto memang dikenal sebagai presiden yang sangat ditakuti dan disegani oleh banyak orang. Apalagi, sosoknya yang memimpin Indonesia selama 32 tahun itu disebut-sebut sebagai sosok yang otoriter.<\/p>\n<p>Salah satu momen Presiden Indonesia Soeharto yang jarang diketahui ketika dirinya pernah mempelototin salah seorang santri wanita. Lantas apa masalahnya? Berikut ulasannya.<\/p>\n<p>Momen tersebut terjadi ketika pada hari pertama pas Gestapu (Gerakan 30 September 1965) seusai doa, seorang santri wanita menyarankan agar demonstrasi dukungan kepada ABRI.<\/p>\n<p>&#8220;Mendengar hal itu, Soeharto memperlihatkan sikap tidak suka. Matanya mendelik sebagai ekspresi alergi kepada Islam kata <a href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/tag\/pengamat-politik\/\">Pengamat Politik<\/a> Prof Salim Said dalam bukunya &#8216;Dari Gestapu ke Reformasi Serangkaian Kesaksian,&#8221; bunyi narator video akun <i>Youtube Pojok History <\/i>dikutip Hops.ID pada Senin 5 Februari 2024.<\/p>\n<\/p>\n<p>Di lain waktu, ketika Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (NU) Subchan ZE, dalam sebuah rapat di markas Kostrad berucap &#8220;Insya Allah, Soeharto pun memprotesnya.<\/p>\n<p>&#8220;Mengapa harus pakai Insya Allah?&#8221; ujar Soeharto dengan nada kesal.<\/p>\n<p>Belakangan Subchan yang berasal dari kalangan santri di Kudus, Jawa Tengah, ini berkesimpulan, bahwa Soeharto &#8220;Wah Soeharto ini memang abangan tulen,&#8221; ujarnya seperti ditulis Salim.<\/p>\n<p>Sosok Soeharto sendiri dikenal sebagai orang yang disegani. Dia pernah terekam mendiamkan ribuan orang yang berisik hanya dengan satu kata saja.<\/p>\n<p>Momen langka ini terekam dalam sebuah video yang dibagikan di media sosial TikTok @bangsaonline dengan judul &#8220;The Power of Pak Harto&#8221; Begini cara beliau mendiamkan ribuan orang dengan satu kata.<\/p>\n<p>Saat itu, Soeharto sedang berbicara di hadapan ribuan orang. Soeharto saat itu tampil dengan menggunakan batik warna putih, kemudian meminta para hadirin untuk berdiri.<\/p>\n<p>Namun, seketika suara gaduh timbul ketika ribuan orang serentak berdiri dari bangkunya. Lalu, Soeharto pun berpesan kepada mereka untuk tenang dengan cara yang unik.<\/p>\n<p>&#8220;Kalau sudah berdiri, agar supaya boleh bicara tapi bibirnya tidak boleh dibuka,&#8221; kata Soeharto, namun justru disambut tawa ribuan orang tadi.<\/p>\n<p>Tetapi, ketika Soeharto mengatakan &#8220;silahkan&#8221;, kebisingan di ruangan tersebut pun langsung hilang.<\/p>\n<p>&#8220;Ternyata kedengarannya sangat sunyi,&#8221; kata Soeharto.<\/p>\n<p>&#8220;Ternyata kedengarannya sangat sunyi,&#8221; kata Soeharto usai melihat ribuan orang tadi terdiam.***<\/p>\n<p><!--<span style=\"font-size: 14px; color: #999999;\"><em><b>Sumber:<\/b> <a target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\" style=\"color: #999999;\" href=\"https:\/\/www.BANDA ACEH\/2024\/02\/buat-nyali-ciut-terungkap-soeharto.html\">Gelora <\/a><\/em><\/span>--><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BANDA ACEH &#8211;\u00a0 Presiden kedua Indonesia Soeharto memang dikenal sebagai presiden yang sangat ditakuti dan disegani oleh banyak orang. Apalagi, sosoknya yang memimpin Indonesia selama 32 tahun itu disebut-sebut sebagai sosok yang otoriter. Salah satu momen Presiden Indonesia Soeharto yang jarang diketahui ketika dirinya pernah mempelototin salah seorang santri wanita. Lantas apa masalahnya? Berikut ulasannya. [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":312935,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_seopress_titles_title":"","_seopress_titles_desc":"","_seopress_robots_index":"","_seopress_robots_follow":"","_seopress_robots_imageindex":"","_seopress_robots_snippet":"","_seopress_robots_primary_cat":"","_seopress_robots_breadcrumbs":"","_seopress_robots_freeze_modified_date":"","_seopress_robots_custom_modified_date":"","_seopress_robots_canonical":"","_seopress_social_fb_title":"","_seopress_social_fb_desc":"","_seopress_social_fb_img":"","_seopress_social_fb_img_attachment_id":0,"_seopress_social_fb_img_width":0,"_seopress_social_fb_img_height":0,"_seopress_social_twitter_title":"","_seopress_social_twitter_desc":"","_seopress_social_twitter_img":"","_seopress_social_twitter_img_attachment_id":0,"_seopress_social_twitter_img_width":0,"_seopress_social_twitter_img_height":0,"_seopress_redirections_value":"","_seopress_redirections_enabled":"","_seopress_redirections_enabled_regex":"","_seopress_redirections_logged_status":"","_seopress_redirections_param":"","_seopress_redirections_type":0,"_seopress_analysis_target_kw":"","_seopress_news_disabled":"","_seopress_video_disabled":"","_seopress_video":[],"_seopress_pro_schemas_manual":[],"_seopress_pro_rich_snippets_disable_all":"","_seopress_pro_rich_snippets_disable":[],"_seopress_pro_schemas":[],"footnotes":"","_disable_autopaging":false},"categories":[66],"tags":[211505,268644,5934,7148],"series":[],"class_list":["post-312934","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-sejarah","tag-santriwati","tag-santri-wanita","tag-santri","tag-soeharto"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/312934","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/comments?post=312934"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/312934\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media\/312935"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media?parent=312934"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/categories?post=312934"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/tags?post=312934"},{"taxonomy":"series","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/series?post=312934"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}