{"id":315551,"date":"2024-02-13T12:04:00","date_gmt":"2024-02-13T05:04:00","guid":{"rendered":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2024\/02\/13\/film-dirty-vote-disebut-kampanye-hitam-walhi-terlalu-jauh-dan-mengada-ada\/"},"modified":"2024-02-14T05:06:48","modified_gmt":"2024-02-13T22:06:48","slug":"film-dirty-vote-disebut-kampanye-hitam-walhi-terlalu-jauh-dan-mengada-ada","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2024\/02\/13\/film-dirty-vote-disebut-kampanye-hitam-walhi-terlalu-jauh-dan-mengada-ada\/","title":{"rendered":"Film Dirty Vote Disebut Kampanye Hitam, Walhi: Terlalu Jauh dan Mengada-ada"},"content":{"rendered":"<p><b>BANDA ACEH<\/b><strong> &#8211;<\/strong> Manager Kajian Kebijakan Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (<a title=\"Walhi\" href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/tag\/walhi\/\">Walhi<\/a>) Satrio Manggala merespon soal Film <a title=\"Dirty Vote\" href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/tag\/dirty-vote\/\">Dirty Vote<\/a> yang dianggap sebagian kalangan sebagai kampanye hitam (<em>black campaign<\/em>).<\/p>\n<p>Menurut Satrio tudingan <em>black campaign<\/em> kepada film garapan Dandy Laksono tersebut terlalu jauh dan sangat mengada-ada.<\/p>\n<p>&#8220;Saya kira terlalu jauh memperkirakan itu sebagai kampanye hitam. Tentu kalau kampanye berdasarkan Undang-Undang Pemilu punya definisinya sendiri,&#8221; kata Satrio seperti dikutip <em>HARIANACEH.co.id<\/em> dari laman <em>Tribunnews.com<\/em>, Senin (11\/2\/2024).<\/p>\n<p>Satrio menjelaskan jika itu video itu disebut kampanye hitam maka dia mempertanyakan tiga pakar tersebut berkampanye untuk siapa.<\/p>\n<p>&#8220;Karena film itu semuanya kena juga. Bukan hanya 02 itu faktanya. Misalnya ada rekam jejaknya, yang mana bentuk kecurangannya diurai di dalam Dirty vote itu,&#8221; jelasnya.<\/p>\n<p>Menurut dia\u00a0 film itu terlalu terburu-buru diintepretasikan dan tidak ditonton secara utuh.<\/p>\n<p>Atas sebab itu ia menilai sebaiknya dibalas dengan fakta lainnnya.<\/p>\n<p>&#8220;Saya khawatir malah yang terlalu tergesa-gesa memberikan interpretasi itu tidak menonton secara utuh. Atau pun kalau tim paslon 02 kemarin berkeberatan dan menuduh sebaliknya,&#8221; kata Satrio.<\/p>\n<p>&#8220;Kita berharap memang ada suguhan fakta lain. Bukan hanya membantah dan justru menuduh dengan hal yang terlalu terlalu mengada-ngada,&#8221; tegasnya.<\/p>\n<p>Diberitakan sebelumnya Ketua Umum Golkar yang juga Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto meminta agar masa tenang Pemilu atau <a href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/tag\/pilpres-2024\/\">Pilpres 2024<\/a> tidak dibuat keruh.<\/p>\n<p>Apalagi menurutnya masa kampanye Pemilu atau Pilpres 2024 telah berjalan dengan lancar dan aman.<\/p>\n<p>Hal itu disampaikan Airlangga merespon munculnya film Dokumenter berjudul \u201cDirty Vote\u201d yang menceritakan kecurangan <a href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/tag\/pemilu-2024\/\">Pemilu 2024<\/a>.<\/p>\n<p>&#8220;Saya rasa sih pemilu kan sudah berjalan dengan aman, tertib, dan berjalan dengan lancar jadi tidak perlu dibuat apa namanya dibuat keruh,&#8221; kata Airlangga usai rapat intern di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin, (12\/2\/2024).<\/p>\n<p>Airlangga mengatakan Indonesia merupakan negara dengan sistem demokrasi terbesar setelah Amerika Serikat dan India. Oleh karenanya ia meminta Pemilu tidak diganggu oleh hal hal yang belum tentu benar.<\/p>\n<p>&#8220;Jadi ya kita dorong aja pemilu sesuai dengan mekanisme yang ada dan kita optimis jangan ada pemilu yang diganggu oleh hal hal semacam itu,&#8221; katanya<\/p>\n<p>Airlangga menilai film Dokumenter berjudul \u201cDirty Vote\u201d merupakan bagian dari black campaigne atau kampanye hitam. Oleh karenanya terkait film tersebut tidak perlu banyak dikomentari.<\/p>\n<p>&#8220;Itu kan namanya black movie, black campaign, ya kalo itu kan ngga perlu dikomentari,&#8221; katanya.<\/p>\n<p>Airlangga menilai film tersebut bermuatan politis karena dikeluarkan atau dirilis pada masa minggu tenang Pilpres 2024.<\/p>\n<p>&#8220;Ya artinya kan namanya juga black movie (apalagi dikeluarin) pas minggu tenang akhir akhir ini,&#8221; katanya<\/p>\n<p><!--<span style=\"font-size: 14px; color: #999999;\"><em><b>Sumber:<\/b> <a target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\" style=\"color: #999999;\" href=\"https:\/\/www.BANDA ACEH\/2024\/02\/film-dirty-vote-disebut-kampanye-hitam.html\">Gelora <\/a><\/em><\/span>--><\/p>\n<div class=\"pdfprnt-buttons pdfprnt-buttons-post pdfprnt-bottom-right\"><a href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/315551?print=print\" class=\"pdfprnt-button pdfprnt-button-print\" target=\"_blank\" ><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/apps\/pdf-print\/images\/print.png\" alt=\"image_print\" title=\"Print Content\" \/><\/a><\/div>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Manager Kajian Kebijakan Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Satrio Manggala merespon soal Film Dirty Vote yang dianggap sebagian kalangan sebagai kampanye hitam (black campaign).<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":315552,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_seopress_titles_title":"","_seopress_titles_desc":"","_seopress_robots_index":"","_seopress_robots_follow":"","_seopress_robots_imageindex":"","_seopress_robots_snippet":"","_seopress_robots_primary_cat":"","_seopress_robots_breadcrumbs":"","_seopress_robots_freeze_modified_date":"","_seopress_robots_custom_modified_date":"","_seopress_robots_canonical":"","_seopress_social_fb_title":"","_seopress_social_fb_desc":"","_seopress_social_fb_img":"","_seopress_social_fb_img_attachment_id":0,"_seopress_social_fb_img_width":0,"_seopress_social_fb_img_height":0,"_seopress_social_twitter_title":"","_seopress_social_twitter_desc":"","_seopress_social_twitter_img":"","_seopress_social_twitter_img_attachment_id":0,"_seopress_social_twitter_img_width":0,"_seopress_social_twitter_img_height":0,"_seopress_redirections_value":"","_seopress_redirections_enabled":"","_seopress_redirections_enabled_regex":"","_seopress_redirections_logged_status":"","_seopress_redirections_param":"","_seopress_redirections_type":0,"_seopress_analysis_target_kw":"dirty vote","_seopress_news_disabled":"","_seopress_video_disabled":"","_seopress_video":[],"_seopress_pro_schemas_manual":[],"_seopress_pro_rich_snippets_disable_all":"","_seopress_pro_rich_snippets_disable":[],"_seopress_pro_schemas":[],"footnotes":"","_disable_autopaging":false},"categories":[34],"tags":[269821,270058,68,242,15612],"series":[],"class_list":["post-315551","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nasional","tag-dirty-vote","tag-film-dirty-vote","tag-headline","tag-politik","tag-walhi"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/315551","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/comments?post=315551"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/315551\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media\/315552"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media?parent=315551"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/categories?post=315551"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/tags?post=315551"},{"taxonomy":"series","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/series?post=315551"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}