{"id":319240,"date":"2024-02-26T21:00:00","date_gmt":"2024-02-26T14:00:00","guid":{"rendered":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2024\/02\/26\/kisah-bung-karno-minta-restu-ke-raja-jayabaya-sebelum-proklamirkan-kemerdekaan-indonesia\/"},"modified":"2024-02-27T01:35:14","modified_gmt":"2024-02-26T18:35:14","slug":"kisah-bung-karno-minta-restu-ke-raja-jayabaya-sebelum-proklamirkan-kemerdekaan-indonesia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2024\/02\/26\/kisah-bung-karno-minta-restu-ke-raja-jayabaya-sebelum-proklamirkan-kemerdekaan-indonesia\/","title":{"rendered":"Kisah Bung Karno Minta Restu ke Raja Jayabaya Sebelum Proklamirkan Kemerdekaan Indonesia"},"content":{"rendered":"<p><b><\/b><b>BANDA ACEH &#8211;\u00a0 <\/b>Sang proklamator sekaligus presiden pertama Indonesia, Soekarno pernah mengunjungi Kediri untuk berziarah ke petilasan Raja Jayabaya.<\/p>\n<p>Bung Karno mengunjungi tempat keramat itu dalam rangka Ngalab Berkah sebelum Proklamasi Kemerdekaan pada 17 Agustus 1945. Ia bahkan mengunjungi makam Raja Jayabaya sebanyak tiga kali.<\/p>\n<p>\u201cSebelum memproklamasikan kemerdekaan Indonesia pada tahun 1945, presiden pertama negara baru itu, Soekarno, dikabarkan berziarah tiga kali ke Pamuksan Sri Aji Jayabaya,\u201d kata George Quinn dalam buku &#8220;Wali Berandal Tanah Jawa&#8221;.<\/p>\n<p>Menurut saksi mata, saat itu kunjungan terakhir Soekarno dilakukan hanya beberapa hari sebelum proklamasi kemerdekaan 17 Agustus 1945 dikumandangkan.<\/p>\n<p>\u201cAku datang ke sini untuk minta restu Raja Jayabaya,\u201d demikian Soekarno menjelaskan kepada rombongannya.<\/p>\n<p>\u201cAku ingin kalian semua membantuku,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Di situs Pamuksan Jayabaya, Bung Karno berdiam diri selama tujuh menit. Sebelum beranjak, Bung Karno kemudian berkata: \u201dSudah direstui. Sekarang kita bisa pergi,\u201d demikian dikutip dari &#8220;Wali Berandal Tanah Jawa&#8221;.<\/p>\n<p>Sebagian orang meyakini Pamuksan Sri Aji Jayabaya atau Joyoboyo di Desa Mamenang, Kecamatan Pagu, Kabupaten Kediri, sebagai tempat keramat. Sebagian orang pun mempercayai Raja Jayabaya tidak meninggal dunia melainkan moksa.<\/p>\n<p>Sri Aji Jayabaya yang memerintah Kerajaan Panjalu atau Kediri selama 24 tahun (1135-1159) tersohor sebagai raja adil dan bijaksana. Saat masa pemerintahan Jayabaya, hukum benar-benar ditegakkan.<\/p>\n<p>Dalam &#8220;Prahara Bumi Jawa Sejarah Bencana dan Jatuh Bangunnya Penguasa Jawa&#8221;, Otto Sukatno CR menulis saat itu tidak ada orang yang dikurung sehingga penjara tidak diperlukan. Yang berlaku saat itu hanya hukuman denda. Mereka yang dinyatakan bersalah harus membayar denda dengan besaran yang ditentukan.<\/p>\n<p>\u201cSementara bagi pencuri, perampok dan penyamun, dan tindak-tindak kejahatan besar lainnya, langsung mendapat hukuman mati&#8221;.<\/p>\n<p>Di masa pemerintahan Jayabaya, Kerajaan Panjalu atau Kediri dengan ibukota Dahanapura atau Daha, mencapai masa keemasannya. Jayabaya merupakan keturunan Raja Airlangga (1019-1042).<\/p>\n<p>Dia merupakan raja ketiga Panjalu setelah Airlangga membelah Kerajaan Kahuripan menjadi Kerajaan Panjalu dan Jenggala.<\/p>\n<p>Dengan kekuatan dan kebijakan yang dimiliki, Jayabaya berhasil menyatukan Panjalu dan Jenggala yang bertahun-tahun berseteru dalam perang saudara. Jayabaya juga termasyhur dengan ramalannya yang dikenal bernama Jangka Jayabaya.<\/p>\n<p>Jangka Jayabaya disusun dalam bentuk tembang (macapat) dan gancaran (prosa) serta aforisma-aforisma singkat dan padat sehingga mudah dihafalkan. Dalam ramalannya, Jayabaya mengatakan Pulau Jawa terbagi atas tiga jaman besar, yakni jaman Kali Swara atau zaman permulaan yang lamanya 700 tahun matahari atau 721 berdasarkan hitungan tahun bulan.<\/p>\n<p>Kemudian zaman Kaliyoga atau jaman pertengahan yang lamanya juga 700 tahun dan jaman Kali Sangsara atau jaman akhir yang lamanya juga 700 tahun terhitung sejak 1401 hingga 2100.<\/p>\n<p>Selain tentang pembagian zaman di Pulau Jawa, Peneliti asing George Quinn dalam &#8220;Wali Berandal Tanah Jawa&#8221; menulis, terdapat dua bait ikonik dalam Jangka Jayabaya. \u201cTersembunyi dalam kedua bait itu, Soekarno pun tampil sekilas,\u201d tulisnya.<\/p>\n<p>Dalam bahasa Indonesia ramalan tersebut berbunyi: &#8220;Lalu Garuda Ngwangga akan berkuasa. Ibunya putri dari Bali. Dia akan berkuasa di tanah Jawa, bala tentaranya setan dan demit.&#8221;<\/p>\n<p>Garuda ditafsirkan sebagai burung garuda, lambang negara Republik Indonesia. Kemudian Ngwangga dianggap merujuk kepada Soekarno. Ngwangga merupakan nama lain dari Adipati Karna, tokoh pewayangan saudara Pandawa satu ibu beda ayah.<\/p>\n<p>Penggantian nama Kusno sendiri menjadi Soekarno karena ayah Bung Karno terpikat dengan ketokohan Adipati Karna atau Karno. Penggantian nama itu berlangsung di Ndalem Pojok, Desa Pojok, Kecamatan Wates Kabupaten Kediri, saat Soekarno kecil sakit-sakitan.<\/p>\n<p>Ibunda Bung Karno juga berasal dari Bali yang merujuk pada Soekarno. \u201cTentara setan dan dedemit mengacu pada tentara gerilyawan rakyat jelata Indonesia yang mengobarkan perjuangan sengit dan sukses untuk mempertahankan kemerdekaan Indonesia antara tahun 1945 dan 1949,\u201d tulis George Quinn.<\/p>\n<p>Entah kebetulan atau memang menjadi kenyataan, pada 17 Agustus 1945 di Jalan Pegangsaan Timur 56, Jakarta, Soekarno dan Mohammad Hatta kemudian memproklamasikan kemerdekaan Indonesia.<\/p>\n<p><!--<span style=\"font-size: 14px; color: #999999;\"><em><b>Sumber:<\/b> <a target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\" style=\"color: #999999;\" href=\"https:\/\/www.BANDA ACEH\/2024\/02\/kisah-bung-karno-minta-restu-ke-raja.html\">Gelora <\/a><\/em><\/span>--><\/p>\n<div class=\"pdfprnt-buttons pdfprnt-buttons-post pdfprnt-bottom-right\"><a href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/319240?print=print\" class=\"pdfprnt-button pdfprnt-button-print\" target=\"_blank\" ><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/apps\/pdf-print\/images\/print.png\" alt=\"image_print\" title=\"Print Content\" \/><\/a><\/div>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BANDA ACEH &#8211;\u00a0 Sang proklamator sekaligus presiden pertama Indonesia, Soekarno pernah mengunjungi Kediri untuk berziarah ke petilasan Raja Jayabaya. Bung Karno mengunjungi tempat keramat itu dalam rangka Ngalab Berkah sebelum Proklamasi Kemerdekaan pada 17 Agustus 1945. Ia bahkan mengunjungi makam Raja Jayabaya sebanyak tiga kali. \u201cSebelum memproklamasikan kemerdekaan Indonesia pada tahun 1945, presiden pertama negara [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":319241,"comment_status":"open","ping_status":"","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","_disable_autopaging":false},"categories":[34],"tags":[242],"series":[],"class_list":["post-319240","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nasional","tag-politik"],"aioseo_notices":[],"aioseo_head":"\n\t\t<!-- All in One SEO Pro 4.9.6 - aioseo.com -->\n\t<meta name=\"description\" content=\"BANDA ACEH - Sang proklamator sekaligus presiden pertama Indonesia, Soekarno pernah mengunjungi Kediri untuk berziarah ke petilasan Raja Jayabaya.Bung Karno mengunjungi tempat keramat itu dalam rangka Ngalab Berkah sebelum Proklamasi Kemerdekaan pada 17 Agustus 1945. Ia bahkan mengunjungi makam Raja Jayabaya sebanyak tiga kali.\u201cSebelum memproklamasikan kemerdekaan Indonesia pada tahun 1945, presiden pertama negara baru itu,\" \/>\n\t<meta name=\"robots\" content=\"max-image-preview:large\" \/>\n\t<meta name=\"author\" content=\"Redaksi\"\/>\n\t<meta name=\"google-site-verification\" content=\"KrQ2skYoa4nQkdJjcSOdQtRY-mI097dx1N7TruZ6-4I\" \/>\n\t<meta name=\"msvalidate.01\" content=\"A087EAD0AE2818067116C486E534CA02\" \/>\n\t<meta name=\"p:domain_verify\" content=\"589a976c546e720e3c097582d1f4946f\" \/>\n\t<meta name=\"yandex-verification\" content=\"270d75e250848bdd\" \/>\n\t<meta name=\"keywords\" content=\"politik,nasional\" \/>\n\t<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2024\/02\/26\/kisah-bung-karno-minta-restu-ke-raja-jayabaya-sebelum-proklamirkan-kemerdekaan-indonesia\/\" \/>\n\t<meta name=\"generator\" content=\"All in One SEO Pro (AIOSEO) 4.9.6\" \/>\n\t\t<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n\t\t<meta property=\"og:site_name\" content=\"Harian Aceh Indonesia \u2013 HARIANACEH.co.id\" \/>\n\t\t<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n\t\t<meta property=\"og:title\" content=\"Kisah Bung Karno Minta Restu ke Raja Jayabaya Sebelum Proklamirkan Kemerdekaan Indonesia\" \/>\n\t\t<meta property=\"og:description\" content=\"BANDA ACEH - Sang proklamator sekaligus presiden pertama Indonesia, Soekarno pernah mengunjungi Kediri untuk berziarah ke petilasan Raja Jayabaya.Bung Karno mengunjungi tempat keramat itu dalam rangka Ngalab Berkah sebelum Proklamasi Kemerdekaan pada 17 Agustus 1945. Ia bahkan mengunjungi makam Raja Jayabaya sebanyak tiga kali.\u201cSebelum memproklamasikan kemerdekaan Indonesia pada tahun 1945, presiden pertama negara baru itu,\" \/>\n\t\t<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2024\/02\/26\/kisah-bung-karno-minta-restu-ke-raja-jayabaya-sebelum-proklamirkan-kemerdekaan-indonesia\/\" \/>\n\t\t<meta property=\"fb:app_id\" content=\"1698518787074220\" \/>\n\t\t<meta property=\"fb:admins\" content=\"100060889247007\" \/>\n\t\t<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/media\/2024\/02\/Kisah-Bung-Karno-Minta-Restu-ke-Raja-Jayabaya-Sebelum-Proklamirkan.png\" \/>\n\t\t<meta property=\"og:image:secure_url\" content=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/media\/2024\/02\/Kisah-Bung-Karno-Minta-Restu-ke-Raja-Jayabaya-Sebelum-Proklamirkan.png\" \/>\n\t\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"320\" \/>\n\t\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"181\" \/>\n\t\t<meta property=\"article:tag\" content=\"politik\" \/>\n\t\t<meta property=\"article:tag\" content=\"nasional\" \/>\n\t\t<meta property=\"article:published_time\" content=\"2024-02-26T14:00:00+00:00\" \/>\n\t\t<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2024-02-26T18:35:14+00:00\" \/>\n\t\t<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/harianaceh.indonesia\" \/>\n\t\t<meta property=\"article:author\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/harianaceh.indonesia\" \/>\n\t\t<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n\t\t<meta name=\"twitter:site\" content=\"@harianacehcoid\" \/>\n\t\t<meta name=\"twitter:title\" content=\"Kisah Bung Karno Minta Restu ke Raja Jayabaya Sebelum Proklamirkan Kemerdekaan Indonesia\" \/>\n\t\t<meta name=\"twitter:description\" content=\"BANDA ACEH - Sang proklamator sekaligus presiden pertama Indonesia, Soekarno pernah mengunjungi Kediri untuk berziarah ke petilasan Raja Jayabaya.Bung Karno mengunjungi tempat keramat itu dalam rangka Ngalab Berkah sebelum Proklamasi Kemerdekaan pada 17 Agustus 1945. Ia bahkan mengunjungi makam Raja Jayabaya sebanyak tiga kali.\u201cSebelum memproklamasikan kemerdekaan Indonesia pada tahun 1945, presiden pertama negara baru itu,\" \/>\n\t\t<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@harianacehcoid\" \/>\n\t\t<meta name=\"twitter:image\" content=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/media\/2024\/02\/Kisah-Bung-Karno-Minta-Restu-ke-Raja-Jayabaya-Sebelum-Proklamirkan.png\" \/>\n\t\t<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Redaksi\" \/>\n\t\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu baca\" \/>\n\t\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 menit\" \/>\n\t\t<script type=\"application\/ld+json\" class=\"aioseo-schema\">\n\t\t\t{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.harianaceh.co.id\\\/2024\\\/02\\\/26\\\/kisah-bung-karno-minta-restu-ke-raja-jayabaya-sebelum-proklamirkan-kemerdekaan-indonesia\\\/#breadcrumblist\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.harianaceh.co.id#listItem\",\"position\":1,\"name\":\"HOME\",\"item\":\"https:\\\/\\\/www.harianaceh.co.id\",\"nextItem\":{\"@type\":\"ListItem\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.harianaceh.co.id\\\/kanal\\\/nasional\\\/#listItem\",\"name\":\"NASIONAL\"}},{\"@type\":\"ListItem\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.harianaceh.co.id\\\/kanal\\\/nasional\\\/#listItem\",\"position\":2,\"name\":\"NASIONAL\",\"item\":\"https:\\\/\\\/www.harianaceh.co.id\\\/kanal\\\/nasional\\\/\",\"nextItem\":{\"@type\":\"ListItem\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.harianaceh.co.id\\\/2024\\\/02\\\/26\\\/kisah-bung-karno-minta-restu-ke-raja-jayabaya-sebelum-proklamirkan-kemerdekaan-indonesia\\\/#listItem\",\"name\":\"Kisah Bung Karno Minta Restu ke Raja Jayabaya Sebelum Proklamirkan Kemerdekaan Indonesia\"},\"previousItem\":{\"@type\":\"ListItem\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.harianaceh.co.id#listItem\",\"name\":\"HOME\"}},{\"@type\":\"ListItem\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.harianaceh.co.id\\\/2024\\\/02\\\/26\\\/kisah-bung-karno-minta-restu-ke-raja-jayabaya-sebelum-proklamirkan-kemerdekaan-indonesia\\\/#listItem\",\"position\":3,\"name\":\"Kisah Bung Karno Minta Restu ke Raja Jayabaya Sebelum Proklamirkan Kemerdekaan Indonesia\",\"previousItem\":{\"@type\":\"ListItem\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.harianaceh.co.id\\\/kanal\\\/nasional\\\/#listItem\",\"name\":\"NASIONAL\"}}]},{\"@type\":\"NewsArticle\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.harianaceh.co.id\\\/2024\\\/02\\\/26\\\/kisah-bung-karno-minta-restu-ke-raja-jayabaya-sebelum-proklamirkan-kemerdekaan-indonesia\\\/#newsarticle\",\"name\":\"Kisah Bung Karno Minta Restu ke Raja Jayabaya Sebelum Proklamirkan Kemerdekaan Indonesia\",\"headline\":\"Kisah Bung Karno Minta Restu ke Raja Jayabaya Sebelum Proklamirkan Kemerdekaan Indonesia\",\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.harianaceh.co.id\\\/author\\\/redaksi\\\/#author\"},\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.harianaceh.co.id\\\/#organization\"},\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.harianaceh.co.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/02\\\/Kisah-Bung-Karno-Minta-Restu-ke-Raja-Jayabaya-Sebelum-Proklamirkan.png\",\"width\":320,\"height\":181,\"caption\":\"\\u24b8 Hak cipta foto di atas dikembalikan sesungguhnya kepada pemilik foto\"},\"datePublished\":\"2024-02-26T21:00:00+07:00\",\"dateModified\":\"2024-02-27T01:35:14+07:00\",\"inLanguage\":\"id-ID\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.harianaceh.co.id\\\/2024\\\/02\\\/26\\\/kisah-bung-karno-minta-restu-ke-raja-jayabaya-sebelum-proklamirkan-kemerdekaan-indonesia\\\/#webpage\"},\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.harianaceh.co.id\\\/2024\\\/02\\\/26\\\/kisah-bung-karno-minta-restu-ke-raja-jayabaya-sebelum-proklamirkan-kemerdekaan-indonesia\\\/#webpage\"},\"articleSection\":\"NASIONAL, Politik\",\"dateline\":\"Dipublish pada Februari 26, 2024.\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.harianaceh.co.id\\\/#organization\",\"name\":\"PT. Harian Aceh Indonesia\",\"description\":\"HARIANACEH.co.id\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.harianaceh.co.id\\\/\",\"email\":\"desk.harianaceh@gmail.com\",\"telephone\":\"+628972920416\",\"foundingDate\":\"2013-06-10\",\"numberOfEmployees\":{\"@type\":\"QuantitativeValue\",\"value\":4},\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.harianaceh.co.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/04\\\/logo-hai-312x55-1.png\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.harianaceh.co.id\\\/2024\\\/02\\\/26\\\/kisah-bung-karno-minta-restu-ke-raja-jayabaya-sebelum-proklamirkan-kemerdekaan-indonesia\\\/#organizationLogo\",\"width\":312,\"height\":55,\"caption\":\"Logo Harian Aceh Indonesia\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.harianaceh.co.id\\\/2024\\\/02\\\/26\\\/kisah-bung-karno-minta-restu-ke-raja-jayabaya-sebelum-proklamirkan-kemerdekaan-indonesia\\\/#organizationLogo\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.facebook.com\\\/harianaceh.indonesia\",\"https:\\\/\\\/www.twitter.com\\\/harianacehcoid\",\"https:\\\/\\\/instagram.com\\\/harianacehindonesia\",\"https:\\\/\\\/www.tiktok.com\\\/@harianacehindonesia\",\"https:\\\/\\\/www.pinterest.com\\\/harianaceh\",\"https:\\\/\\\/www.youtube.com\\\/@kantorberitahai\",\"https:\\\/\\\/www.linkedin.com\\\/company\\\/harian-aceh-indonesia\",\"https:\\\/\\\/harianacehindonesia.tumblr.com\",\"https:\\\/\\\/soundcloud.com\\\/harian-aceh-indonesia\",\"https:\\\/\\\/id.wikipedia.org\\\/wiki\\\/Harian_Aceh_Indonesia\",\"https:\\\/\\\/bsky.app\\\/profile\\\/harianaceh.bsky.social\"],\"address\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.harianaceh.co.id\\\/#postaladdress\",\"@type\":\"PostalAddress\",\"streetAddress\":\"Jalan Kereta Api Lama, Komplek ATC, GH5, Kec. Meunasah Manyang Pagar Air\",\"postalCode\":\"23116\",\"addressLocality\":\"Ingin Jaya\",\"addressRegion\":\"Aceh\",\"addressCountry\":\"ID\"},\"taxID\":\"80.408.602.3-101.000\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.harianaceh.co.id\\\/author\\\/redaksi\\\/#author\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.harianaceh.co.id\\\/author\\\/redaksi\\\/\",\"name\":\"Redaksi\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.harianaceh.co.id\\\/2024\\\/02\\\/26\\\/kisah-bung-karno-minta-restu-ke-raja-jayabaya-sebelum-proklamirkan-kemerdekaan-indonesia\\\/#authorImage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/9a3fb95bba4689db9e247ba8ff8b6a9b9b2da73b1d9ab6661dd7565f4f87a54e?s=96&d=mm&r=g\",\"width\":96,\"height\":96,\"caption\":\"Redaksi\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.facebook.com\\\/harianaceh.indonesia\",\"https:\\\/\\\/www.twitter.com\\\/harianacehcoid\",\"https:\\\/\\\/www.instagram.com\\\/harianacehindonesia\",\"https:\\\/\\\/www.tiktok.com\\\/@harianaceh.indonesia\",\"https:\\\/\\\/www.pinterest.com\\\/harianaceh\",\"https:\\\/\\\/www.youtube.com\\\/@kantorberitahai\",\"https:\\\/\\\/www.linkedin.com\\\/company\\\/harian-aceh-indonesia\",\"https:\\\/\\\/harianacehindonesia.tumblr.com\",\"https:\\\/\\\/id.wikipedia.org\\\/wiki\\\/Harian_Aceh_Indonesia\",\"https:\\\/\\\/bsky.app\\\/profile\\\/harianaceh.bsky.social\",\"https:\\\/\\\/www.threads.com\\\/@harianaceh.indonesia\"]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.harianaceh.co.id\\\/2024\\\/02\\\/26\\\/kisah-bung-karno-minta-restu-ke-raja-jayabaya-sebelum-proklamirkan-kemerdekaan-indonesia\\\/#webpage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.harianaceh.co.id\\\/2024\\\/02\\\/26\\\/kisah-bung-karno-minta-restu-ke-raja-jayabaya-sebelum-proklamirkan-kemerdekaan-indonesia\\\/\",\"name\":\"Kisah Bung Karno Minta Restu ke Raja Jayabaya Sebelum Proklamirkan Kemerdekaan Indonesia\",\"description\":\"BANDA ACEH - Sang proklamator sekaligus presiden pertama Indonesia, Soekarno pernah mengunjungi Kediri untuk berziarah ke petilasan Raja Jayabaya.Bung Karno mengunjungi tempat keramat itu dalam rangka Ngalab Berkah sebelum Proklamasi Kemerdekaan pada 17 Agustus 1945. Ia bahkan mengunjungi makam Raja Jayabaya sebanyak tiga kali.\\u201cSebelum memproklamasikan kemerdekaan Indonesia pada tahun 1945, presiden pertama negara baru itu,\",\"inLanguage\":\"id-ID\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.harianaceh.co.id\\\/#website\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.harianaceh.co.id\\\/2024\\\/02\\\/26\\\/kisah-bung-karno-minta-restu-ke-raja-jayabaya-sebelum-proklamirkan-kemerdekaan-indonesia\\\/#breadcrumblist\"},\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.harianaceh.co.id\\\/author\\\/redaksi\\\/#author\"},\"creator\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.harianaceh.co.id\\\/author\\\/redaksi\\\/#author\"},\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.harianaceh.co.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/02\\\/Kisah-Bung-Karno-Minta-Restu-ke-Raja-Jayabaya-Sebelum-Proklamirkan.png\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.harianaceh.co.id\\\/2024\\\/02\\\/26\\\/kisah-bung-karno-minta-restu-ke-raja-jayabaya-sebelum-proklamirkan-kemerdekaan-indonesia\\\/#mainImage\",\"width\":320,\"height\":181,\"caption\":\"\\u24b8 Hak cipta foto di atas dikembalikan sesungguhnya kepada pemilik foto\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.harianaceh.co.id\\\/2024\\\/02\\\/26\\\/kisah-bung-karno-minta-restu-ke-raja-jayabaya-sebelum-proklamirkan-kemerdekaan-indonesia\\\/#mainImage\"},\"datePublished\":\"2024-02-26T21:00:00+07:00\",\"dateModified\":\"2024-02-27T01:35:14+07:00\"},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.harianaceh.co.id\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.harianaceh.co.id\\\/\",\"name\":\"Harian Aceh Indonesia - HARIANACEH.co.id\",\"alternateName\":\"HARIANACEH.co.id\",\"description\":\"HARIANACEH.co.id\",\"inLanguage\":\"id-ID\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.harianaceh.co.id\\\/#organization\"}}]}\n\t\t<\/script>\n\t\t<script type=\"text\/javascript\">\n\t\t\t(function(c,l,a,r,i,t,y){\n\t\t\tc[a]=c[a]||function(){(c[a].q=c[a].q||[]).push(arguments)};t=l.createElement(r);t.async=1;\n\t\t\tt.src=\"https:\/\/www.clarity.ms\/tag\/\"+i+\"?ref=aioseo\";y=l.getElementsByTagName(r)[0];y.parentNode.insertBefore(t,y);\n\t\t})(window, document, \"clarity\", \"script\", \"ifosufevd1\");\n\t\t<\/script>\n\t\t<!-- All in One SEO Pro -->\r\n\t\t<title>Kisah Bung Karno Minta Restu ke Raja Jayabaya Sebelum Proklamirkan Kemerdekaan Indonesia<\/title>\n\n","aioseo_head_json":{"title":"Kisah Bung Karno Minta Restu ke Raja Jayabaya Sebelum Proklamirkan Kemerdekaan Indonesia","description":"BANDA ACEH - Sang proklamator sekaligus presiden pertama Indonesia, Soekarno pernah mengunjungi Kediri untuk berziarah ke petilasan Raja Jayabaya.Bung Karno mengunjungi tempat keramat itu dalam rangka Ngalab Berkah sebelum Proklamasi Kemerdekaan pada 17 Agustus 1945. Ia bahkan mengunjungi makam Raja Jayabaya sebanyak tiga kali.\u201cSebelum memproklamasikan kemerdekaan Indonesia pada tahun 1945, presiden pertama negara baru itu,","canonical_url":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2024\/02\/26\/kisah-bung-karno-minta-restu-ke-raja-jayabaya-sebelum-proklamirkan-kemerdekaan-indonesia\/","robots":"max-image-preview:large","keywords":"politik,nasional","webmasterTools":{"google-site-verification":"KrQ2skYoa4nQkdJjcSOdQtRY-mI097dx1N7TruZ6-4I","msvalidate.01":"A087EAD0AE2818067116C486E534CA02","p:domain_verify":"589a976c546e720e3c097582d1f4946f","yandex-verification":"270d75e250848bdd","miscellaneous":""},"og:locale":"id_ID","og:site_name":"Harian Aceh Indonesia \u2013 HARIANACEH.co.id","og:type":"article","og:title":"Kisah Bung Karno Minta Restu ke Raja Jayabaya Sebelum Proklamirkan Kemerdekaan Indonesia","og:description":"BANDA ACEH - Sang proklamator sekaligus presiden pertama Indonesia, Soekarno pernah mengunjungi Kediri untuk berziarah ke petilasan Raja Jayabaya.Bung Karno mengunjungi tempat keramat itu dalam rangka Ngalab Berkah sebelum Proklamasi Kemerdekaan pada 17 Agustus 1945. Ia bahkan mengunjungi makam Raja Jayabaya sebanyak tiga kali.\u201cSebelum memproklamasikan kemerdekaan Indonesia pada tahun 1945, presiden pertama negara baru itu,","og:url":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2024\/02\/26\/kisah-bung-karno-minta-restu-ke-raja-jayabaya-sebelum-proklamirkan-kemerdekaan-indonesia\/","fb:app_id":"1698518787074220","fb:admins":"100060889247007","og:image":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/media\/2024\/02\/Kisah-Bung-Karno-Minta-Restu-ke-Raja-Jayabaya-Sebelum-Proklamirkan.png","og:image:secure_url":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/media\/2024\/02\/Kisah-Bung-Karno-Minta-Restu-ke-Raja-Jayabaya-Sebelum-Proklamirkan.png","og:image:width":320,"og:image:height":181,"article:tag":["politik","nasional"],"article:published_time":"2024-02-26T14:00:00+00:00","article:modified_time":"2024-02-26T18:35:14+00:00","article:publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/harianaceh.indonesia","article:author":"https:\/\/www.facebook.com\/harianaceh.indonesia","twitter:card":"summary_large_image","twitter:site":"@harianacehcoid","twitter:title":"Kisah Bung Karno Minta Restu ke Raja Jayabaya Sebelum Proklamirkan Kemerdekaan Indonesia","twitter:description":"BANDA ACEH - Sang proklamator sekaligus presiden pertama Indonesia, Soekarno pernah mengunjungi Kediri untuk berziarah ke petilasan Raja Jayabaya.Bung Karno mengunjungi tempat keramat itu dalam rangka Ngalab Berkah sebelum Proklamasi Kemerdekaan pada 17 Agustus 1945. Ia bahkan mengunjungi makam Raja Jayabaya sebanyak tiga kali.\u201cSebelum memproklamasikan kemerdekaan Indonesia pada tahun 1945, presiden pertama negara baru itu,","twitter:creator":"@harianacehcoid","twitter:image":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/media\/2024\/02\/Kisah-Bung-Karno-Minta-Restu-ke-Raja-Jayabaya-Sebelum-Proklamirkan.png","twitter:label1":"Ditulis oleh","twitter:data1":"Redaksi","twitter:label2":"Estimasi waktu baca","twitter:data2":"3 menit","schema":""},"aioseo_meta_data":{"post_id":"319240","title":null,"description":null,"keywords":null,"keyphrases":null,"primary_term":null,"canonical_url":null,"og_title":null,"og_description":null,"og_object_type":"default","og_image_type":"default","og_image_url":null,"og_image_width":null,"og_image_height":null,"og_image_custom_url":null,"og_image_custom_fields":null,"og_video":null,"og_custom_url":null,"og_article_section":null,"og_article_tags":null,"twitter_use_og":true,"twitter_card":"default","twitter_image_type":"default","twitter_image_url":null,"twitter_image_custom_url":null,"twitter_image_custom_fields":null,"twitter_title":null,"twitter_description":null,"schema":{"blockGraphs":[],"customGraphs":[],"default":{"data":{"Article":[],"Course":[],"Dataset":[],"FAQPage":[],"Movie":[],"Person":[],"Product":[],"ProductReview":[],"Car":[],"Recipe":[],"Service":[],"SoftwareApplication":[],"WebPage":[]},"graphName":"","isEnabled":true},"graphs":[]},"schema_type":"default","schema_type_options":null,"pillar_content":false,"robots_default":true,"robots_noindex":false,"robots_noarchive":false,"robots_nosnippet":false,"robots_nofollow":false,"robots_noimageindex":false,"robots_noodp":false,"robots_notranslate":false,"robots_max_snippet":null,"robots_max_videopreview":null,"robots_max_imagepreview":"large","priority":null,"frequency":null,"local_seo":null,"seo_analyzer_scan_date":"2025-12-23 15:16:03","breadcrumb_settings":null,"limit_modified_date":false,"reviewed_by":null,"ai":null,"created":"2024-02-26 18:35:13","updated":"2026-03-05 02:33:40"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/319240","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/comments?post=319240"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/319240\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media\/319241"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media?parent=319240"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/categories?post=319240"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/tags?post=319240"},{"taxonomy":"series","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/series?post=319240"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}