{"id":319505,"date":"2024-02-27T15:58:00","date_gmt":"2024-02-27T08:58:00","guid":{"rendered":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2024\/02\/27\/pesan-terakhir-santri-bayuwangi-sebelum-tewas-isinya-menitihkan-air-mata\/"},"modified":"2024-02-27T16:25:08","modified_gmt":"2024-02-27T09:25:08","slug":"pesan-terakhir-santri-bayuwangi-sebelum-tewas-isinya-menitihkan-air-mata","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2024\/02\/27\/pesan-terakhir-santri-bayuwangi-sebelum-tewas-isinya-menitihkan-air-mata\/","title":{"rendered":"Pesan Terakhir Santri Bayuwangi Sebelum Tewas, Isinya Menitihkan Air Mata"},"content":{"rendered":"<p><b>BANDA ACEH<\/b>\u00a0 &#8211; Terungkap, isi pesan terakhir seorang santri Bayuwangi, Bintang Balqis Maulana sebelum tewas di Ponpes Al-Ishlahiyyah, Kediri, Jawa Timur, karena diduga dianiaya 4 orang.\u00a0 Pesan terakhir seorang santri itu diungkap oleh sang ibu yakni Suyanti (38).\u00a0<\/p>\n<p>Ibunya berkata Bintang sempat mengirimkan pesan terakhir pada ibu kandungnya. Pesan terakhir yang dikirim Bintang berbunyi, &#8220;Cepat ma sini, Aku takut.\u00a0<\/p>\n<p>Maaa tolong, Sini cepat jemput,&#8221; dikutip tvOnenews, Selasa (27\/2\/2024). Menurut Suyanti, pesan tersebut dikirimkan serentak pukul 16.28 WIB, Senin 19 Februari 2024.\u00a0 \u00a0<\/p>\n<p>Lima hari kemudian, Sabtu dini hari 24 Februari 2024 Bintang dinyatakan tewas dengan kondisi tak wajar di tubuhnya. &#8220;(Bintang) minta dijemput. Ditanya alasannya kenapa, tidak disebutkan. Intinya minta dijemput,&#8221; kata Suyanti.\u00a0<\/p>\n<p>Seperti diketahui remaja berusia 14 tahun ini tengah menuntut ilmu di Pondok Pesantren tersebut. Namun naas, bukannya ilmu yang didapat malah nyawanya harus menghilang karena diduga mengalami penganiayaan.\u00a0<\/p>\n<p>Hal tersebut seperti yang diungkapkan oleh sebuah narasi unggahan akun X @Pai_C1 baru-baru ini. Dalam cuitannya tersebut, Bintang meninggal dunia akibat dianiaya oleh sejumlah santri lain di pondok pesantren tersebut.\u00a0\u00a0<\/p>\n<p>\u201cSeorang santri diduga tewas karena dianiaya di sebuah pondok pesantren,\u201d demikian narasi unggahan, Minggu, 25 Februari 2024 malam.\u00a0<\/p>\n<p>Setelah dinyatakan meninggal dunia, santri bernama Bintang Balqis Maulana ini akhirnya dipulangkan ke kediamannya yang berada di Dusun Kendenglembu, Desa Karangharjo, Kecamatan Glenmore, Banyuwangi dalam kondisi meninggal dunia.\u00a0<\/p>\n<p>Namun setelah tiba di rumah, Kakak Bintang, Mia Nur Khasanah menyimpan rasa kecurigaan dengan kematian sang adik. &#8220;Awalnya dikabarkan meninggal karena terjatuh di kamar mandi, kami pun kaget,&#8221; ujar sang kakak.\u00a0<\/p>\n<p>Di rumah duka, darah bercecerah dari keranda mayat, keluarga Bintang pun meminta kain kafan dibuka tapi dilarang oleh pihak pesantren yang mengantarkan jenazah. &#8220;Katanya sudah suci jadi enggak perlu dibuka,&#8221; kata sang kakak lebih lanjut.\u00a0<\/p>\n<p>Kini,pihak keluarga pun telah melaporkan kasus kematian santri yang masih penuh misteri ini ke polisi dan kini telah melakukan penyelidikan dan pengamanan\u00a0 tersangka.\u00a0\u00a0<\/p>\n<p>\u201cKami telah mengamankan 4 orang dan kami tetapkan sebagai tersangka lalu kami melakukan penahanan untuk proses penyidikan lebih lanjut,&#8221; kata Kapolres Kediri Kota, AKBP Bramastyo Priaji, dalam jumpa pers di Polres Kediri Kota<\/p>\n<p><!--<span style=\"font-size: 14px; color: #999999;\"><em><b>Sumber:<\/b> <a target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\" style=\"color: #999999;\" href=\"https:\/\/www.BANDA ACEH\/2024\/02\/pesan-terakhir-santri-bayuwangi-sebelum.html\">Gelora <\/a><\/em><\/span>--><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BANDA ACEH\u00a0 &#8211; Terungkap, isi pesan terakhir seorang santri Bayuwangi, Bintang Balqis Maulana sebelum tewas di Ponpes Al-Ishlahiyyah, Kediri, Jawa Timur, karena diduga dianiaya 4 orang.\u00a0 Pesan terakhir seorang santri itu diungkap oleh sang ibu yakni Suyanti (38).\u00a0 Ibunya berkata Bintang sempat mengirimkan pesan terakhir pada ibu kandungnya. Pesan terakhir yang dikirim Bintang berbunyi, &#8220;Cepat [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":319506,"comment_status":"open","ping_status":"","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","_disable_autopaging":false},"categories":[34],"tags":[242],"series":[],"class_list":["post-319505","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nasional","tag-politik"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/319505","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/comments?post=319505"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/319505\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media\/319506"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media?parent=319505"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/categories?post=319505"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/tags?post=319505"},{"taxonomy":"series","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/series?post=319505"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}