{"id":323037,"date":"2024-03-11T09:00:00","date_gmt":"2024-03-11T02:00:00","guid":{"rendered":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2024\/03\/11\/ayah-atta-halilintar-terseret-kasus-aset-ponpes-senilai-rp-26-m-ini-kronologi-versi-yayasan\/"},"modified":"2024-03-12T08:26:11","modified_gmt":"2024-03-12T01:26:11","slug":"ayah-atta-halilintar-terseret-kasus-aset-ponpes-senilai-rp-26-m-ini-kronologi-versi-yayasan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2024\/03\/11\/ayah-atta-halilintar-terseret-kasus-aset-ponpes-senilai-rp-26-m-ini-kronologi-versi-yayasan\/","title":{"rendered":"Ayah Atta Halilintar Terseret Kasus Aset Ponpes Senilai Rp 26 M, Ini Kronologi Versi Yayasan"},"content":{"rendered":"<p><b>BANDA ACEH<\/b>\u00a0 &#8211;\u00a0 Halilintar Anofial Asmid, ayah dari Atta Halilintar terseret kasus aset\u00a0 salah satu pondok pesantren (Ponpes) yang berada di Pekanbaru.<\/p>\n<p>Halilintar Anofial Asmid diam-diam dikabarkan menggugat Ponpes itu karena menginginkan surat dokumen atau aset kepemilikan yayasan.<\/p>\n<p>Gugatan ayah Atta Halilintar senilai Rp 26 miliar tersebut kemudian sudah disidangkan beberapa waktu lalu di Pekanbaru.<\/p>\n<p>Dedek Gunawan selaku kuasa hukum Ponpes kemudian menjelaskan kronologi versi kliennya.<\/p>\n<p>Dimana awalnya tanah tersebut dibeli secara kolektif oleh anggota yayasan.\u00a0<\/p>\n<p>Namun Halilintar Anofial Asmid mengambil alih tanah tersebut menjadi atas namanya sendiri.<\/p>\n<p>&#8220;Tanah itu dibeli kolektif oleh anggota yayasan, beliau mengambil alih tanah itu menjadi atas nama beliau,&#8221; kata Dedek saat ditemui di kawasan Jakarta Selatan, Minggu (10\/3\/2024).<\/p>\n<p>Dedek menambahkan jika awalnya Halilintar Anofial Asmid dipercaya untuk menjadi pemimpin Ponpes tersebut, hingga akhirnya tanah tersebut di balik nama oleh ayah Halilintar itu.<\/p>\n<p>&#8220;Kebetulan beliau pada saat itu dipercaya untuk menjadi pimpinan sehingga tanah tersebut dibalik nama atas nama beliau,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<p>&#8220;Jadi ditegaskan bahwa tanah itu milik yayasan bukan seperti apa yang penggugat sebutkan,&#8221; lanjutnya.<\/p>\n<p>Lebih lanjut Halilintar Anofial dikeluarkan oleh pengurus yayasan lantaran dinilai sudah tidak layak untuk memimpin Ponpes tersebut.<\/p>\n<p>Besan Anang Hermansyah itu dikeluarkan terjadi sejak 2004 silam.<\/p>\n<p>&#8220;Tahun 2004 dia dikeluarkan dari yayasan, Iya dikeluarkan, menurut informasi sudah tidak cakap lagi untuk memimpin,&#8221; ungkap Dedek.<\/p>\n<p>Sejauh ini pihak yayasan merasa dirugikan lantaran sulit untuk mendapatkan perizinan.\u00a0<\/p>\n<p>&#8220;Iya artinya yayasan merasa dirugikan, karena susah untuk proses perizinan,&#8221; kata Dedek.<\/p>\n<p>Dedek Gunawan mewakili yayasan Ponpes mengaku sudah mencoba melakukan komunikasi dengan Halilintar Anofial namun gagal.<\/p>\n<p>Komunikasi tersebut dilakukan untuk mendapatkan titik terang permasalahan ini.<\/p>\n<p>&#8220;Kita sudah mencoba komunikasi, bagaimanapun beliau kan berangkat dan dibesarkan dari yayasan sudah kebangun emosional sudah dibangun beberapa kali komunikasi tapi gagal. Sehingga polemik ini terjadi,&#8221; tandasnya.<\/p>\n<p>Hingga berita ini diturunkan belum ada klarifikasi atau pun penjelasan dari pihak Halilintar Anofial Asmid.\u00a0 Tribunnews.com masih berupaya mengkonfirmasi<\/p>\n<p><!--<span style=\"font-size: 14px; color: #999999;\"><em><b>Sumber:<\/b> <a target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\" style=\"color: #999999;\" href=\"https:\/\/www.BANDA ACEH\/2024\/03\/ayah-atta-halilintar-terseret-kasus.html\">Gelora <\/a><\/em><\/span>--><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BANDA ACEH\u00a0 &#8211;\u00a0 Halilintar Anofial Asmid, ayah dari Atta Halilintar terseret kasus aset\u00a0 salah satu pondok pesantren (Ponpes) yang berada di Pekanbaru. Halilintar Anofial Asmid diam-diam dikabarkan menggugat Ponpes itu karena menginginkan surat dokumen atau aset kepemilikan yayasan. Gugatan ayah Atta Halilintar senilai Rp 26 miliar tersebut kemudian sudah disidangkan beberapa waktu lalu di Pekanbaru. [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":323038,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","_disable_autopaging":false},"categories":[67],"tags":[273789,243,16014,130122,273788],"series":[],"class_list":["post-323037","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-hiburan","tag-ayah-atta-halilintar","tag-hukum","tag-atta-halilintar","tag-pekanbaru","tag-kasus-aset-pompes"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/323037","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/comments?post=323037"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/323037\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media\/323038"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media?parent=323037"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/categories?post=323037"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/tags?post=323037"},{"taxonomy":"series","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/series?post=323037"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}