{"id":323280,"date":"2024-03-12T06:54:00","date_gmt":"2024-03-11T23:54:00","guid":{"rendered":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2024\/03\/12\/mantan-anggota-bem-universitas-atma-jaya-hanya-satu-kata-makzulkan-jokowi-sekarang-juga\/"},"modified":"2024-03-12T07:55:07","modified_gmt":"2024-03-12T00:55:07","slug":"mantan-anggota-bem-universitas-atma-jaya-hanya-satu-kata-makzulkan-jokowi-sekarang-juga","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2024\/03\/12\/mantan-anggota-bem-universitas-atma-jaya-hanya-satu-kata-makzulkan-jokowi-sekarang-juga\/","title":{"rendered":"Mantan Anggota BEM Universitas Atma Jaya: Hanya Satu Kata, Makzulkan Jokowi Sekarang Juga!"},"content":{"rendered":"<p style=\"display: inline;\"> Presiden <a href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/tag\/joko-widodo\/\">Joko WIdodo<\/a> (<a href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/tag\/jokowi\/\">Jokowi<\/a>) wajib dimakzulkan sekarang juga sebelum\u00a0 Indonesia benar-benar rubuh.<\/p>\n<p>Pernyataan itu disampaikan mantan anggota Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM)\u00a0 Universitas Atma Jaya 2015 Gatot Goenapradja, kepada KBA News, di Jakarta, Senin, 11 Maret 2024.<\/p>\n<p>Menurut Gatot, begitu sapaan akrabnya, gaya Jokowi memimpin terlihat tidak otoriter\u00a0 atau sangar. Sikap kesederhanaan yang dipertontonkan\u00a0 selama ini kepada publik baru terkuak ternyata palsu, diam-diam Jokowi jago akting. Rakyat tertipu dengan gaya plonga-plongo yang ndeso.<\/p>\n<p>Lanjutnya, tak disangka diam-diam Jokowi menyimpan ambisi luar biasa dengan menyusun kekuatan maha besar tidak tanggung-tanggung membangun dinasti <a href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/tag\/politik\/\">Politik<\/a> bagi keluarganya, jauh lebih mengerikan dibandingkan di era rezim Orde Baru yang indentik dengan Dinasti Cendana (keluarga mantan Presiden RI Soeharto).<\/p>\n<p>Kemudian, tambah Gatot,\u00a0 menyusul Dinasti Cikeas yang ditikung lebih dulu oleh Gibran,\u00a0 dulu partai berlambang bintang mercy itu oposisi,\u00a0 kini bergabung di kabinet Jokowi usai sang \u201cPutra Mahkota\u201d Ketua Umum Partai <a href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/tag\/demokrat\/\">Demokrat<\/a> Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mendapat hadiah jabatan Menteri ATR\/BPN belum lama ini.<\/p>\n<p>\u201cInilah hebatnya Jokowi. Semua tersusun sangat rapih, terstruktur, sistematis dan masif (TSM)\u00a0 dari awal hingga proses pemilu sampai akhir pemilu dibantu para pendukungnya, kekuatan raksasa oligarki. Kekuasaan Jokowi masih berpengaruh besar. Jokowi mampu mengimbangi oligarki meski harus mengorban banyak untuk bangsa dan negara.\u201d<\/p>\n<p>Dia menuturkan Jokowi berhasil memenangkan tiga agenda sekaligus yakni <a href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/tag\/gibran-rakabuming-raka\/\">Gibran Rakabuming Raka<\/a> si \u201canak haram\u201d MK, lolos jadi cawapres dengan mengelabui konstitusi, lalu putera si bungsu Kaesang Pangarep jadi ketua umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) secara instan yang sebentar lagi berhasil membawa PSI\u00a0 masuk senayan.<\/p>\n<p>\u201cTerakhir menggolkan capres 02 <a href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/tag\/prabowo\/\">Prabowo<\/a>-Gibran memenangkan pemilu yang dibilang pengamat terburuk sepanjang masa sejarah Indonesia karena sarat dengan kecurangan,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Terkait suara PSI yang melonjak secara tiba-tiba mendekati 4 persen ambang batas masuk senayan, sedari awal, dia sudah menduga bakal terjadi operasi penggelembungan suara PSI pada <a href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/tag\/pemilu-2024\/\">Pemilu 2024<\/a>. Dia pun meminta agar kecurangan tersebut di hentikan demi keberlangsungan demokrasi Indonesia.<\/p>\n<p>\u201cBanyak operasi senyap dalam lonjakan perolehan suara PSI belakangan ini, oleh sebab itu, indikasi penggelembungan suara PSI di sistem rekapitulasi suara(Sirekap) milik Komisi Pemilihan Umum(<a href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/tag\/kpu\/\">KPU<\/a>) yang hampir menembus 4 persen. Rekayasa penggelembungan suara PSI harus di tolak, secara tegas.\u201d<\/p>\n<p>Kata dia, PSI diprediksi tidak lolos sebagai peserta pemilu, hanya karena campur tangan Jokowi, berupa kekuasaan saat ini sehingga PSI lolos. Semua angka tidak masuk akal mengingat PSI sebagai partai baru yang tanpa infrastruktur mengakar dan kebanyakan caleg RI-nya minim sosialisasi ke pemilih.<\/p>\n<p>\u201cSetiap penggeseran suara tidak sah menjadi suara PSI, merugikan perolehan suara seluruh partai politik dan peserta pemilu. Hal ini di selesaikan dalam hak angket mendatang.\u201d<\/p>\n<p>\u201cTidak tertutup kemungkinan, ucap dia, aparat-aparat negara lainnya kita panggil. Soal laporan kecurangan kepada Bawaslu, ini diproses sesuai mekanisme yang berlaku. Tapi secara politik, DPR akan melakukan percepatan dan terobosan melalui hak angket agar tindakan-tindakan dan kecurangan pemilu dihentikan.<\/p>\n<p>Gatot mengatakan kekuasan Jokowi semakin\u00a0 kuat ketika dinasti politiknya berjalan mulus. Tidak hanya anaknya tetapi juga menantunya Bobby Nasution suami dari Kahiyang Ayu yang kini menjabat sebagai Walikota Medan pasti akan melirik kursi gubernur Sumatera Utara. Kemudian menyusul 20 tahun cucunya Jan Ethes (anak Gibran dengan Selvi Ananda) akan duduk di kursi empuk kekuasaan.<\/p>\n<p>\u201cLengkaplah sudah dinasti politik Jokowi yang sudah diperhitungkan secara matang mulai dari anak, menantu sampa cucu tidak menutup kemungkinan akan\u00a0 disiapkan untuk bisa jadi presiden. Tetapi ingat, manusia boleh berencara tetapi Tuhan yang menentukan takdirnya.\u201d<\/p>\n<p>Sehebat dan sekuat apapun kekuasaan, tambah Gatot,\u00a0 kalau rakyat sudah turun ke jalan melakukan massa aksi maka kekuasaan itu akan runtuh. Itu lah siklus kekuasaan pasti akan jatuh kalau kekuasaannya itu sudah menghianati rakyat tinggal tunggu waktunya saja untuk tumbang.<\/p>\n<p>\u201cJadi tunggu apalagi? Rakyat harus\u00a0 bergerak lakukan people power jangan berhenti di tengah jalan. Berhenti sama saja menunggu kematian bangsa ini. Lakukan perlawanan dengan satu kata,\u00a0 makzulkan Jokowi sekarang juga!.\u00a0<\/p>\n<p><!--<span style=\"font-size: 14px; color: #999999;\"><em><b>Sumber:<\/b> <a target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\" style=\"color: #999999;\" href=\"https:\/\/www.BANDA ACEH\/2024\/03\/mantan-anggota-bem-universitas-atma.html\">Gelora <\/a><\/em><\/span>--><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Presiden Joko WIdodo (Jokowi) wajib dimakzulkan sekarang juga sebelum\u00a0 Indonesia benar-benar rubuh. Pernyataan itu disampaikan mantan anggota Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM)\u00a0 Universitas Atma Jaya 2015 Gatot Goenapradja, kepada KBA News, di Jakarta, Senin, 11 Maret 2024. Menurut Gatot, begitu sapaan akrabnya, gaya Jokowi memimpin terlihat tidak otoriter\u00a0 atau sangar. Sikap kesederhanaan yang dipertontonkan\u00a0 selama ini [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":323281,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","_disable_autopaging":false},"categories":[34],"tags":[68,1645,94,273734,267212,273733,273731,242,248143,254,273732],"series":[],"class_list":["post-323280","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nasional","tag-headline","tag-joko-widodo","tag-jokowi","tag-jokowi-langgar-konstitusi","tag-kejahatan-konstitusi-jokowi","tag-makzulkan-jokowi","tag-mantan-anggota-bem-universitas-atma-jaya","tag-politik","tag-sorotan-nasional","tag-sorotan-publik","tag-universitas-atma-jaya"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/323280","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/comments?post=323280"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/323280\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media\/323281"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media?parent=323280"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/categories?post=323280"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/tags?post=323280"},{"taxonomy":"series","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/series?post=323280"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}