{"id":32799,"date":"2022-06-05T14:05:00","date_gmt":"2022-06-05T07:05:00","guid":{"rendered":"https:\/\/harianaceh.co.id\/2022\/06\/05\/car-tuding-bin-impor-2-500-mortir-dari-serbia-dipakai-untuk-membombardir-desa-di-papua\/"},"modified":"2022-06-05T14:08:05","modified_gmt":"2022-06-05T07:08:05","slug":"car-tuding-bin-impor-2-500-mortir-dari-serbia-dipakai-untuk-membombardir-desa-di-papua","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2022\/06\/05\/car-tuding-bin-impor-2-500-mortir-dari-serbia-dipakai-untuk-membombardir-desa-di-papua\/","title":{"rendered":"CAR Tuding BIN Impor 2.500 Mortir dari Serbia, Dipakai untuk Membombardir Desa di Papua"},"content":{"rendered":"<p><a target=\"_blank\" href=\"https:\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEht2KVZacCSBZ-mxs8Vxbf9H4EKLfWT6DVFz3s0gYWRXiQvwoWNLtuk4WHU5u0irTI8CJ7C5Eqq9B3nwtIJCH9fczRvOAqqnx137Z9EPZpm-s3w-Uo63OCkPRb6XGZSCwhmwg_yMklhPaTGxgF-Be0O1Dm2O_TGizrqUK5DTgDLVo8xOsafAud1Rx16HQ\/s640\/mv9adbna9d0bo.jpg\" imageanchor=\"1\" style=\"margin-left: 1em; margin-right: 1em;\" rel=\"noopener\"><\/a><b><\/b><\/p>\n<p><b>BANDA ACEH <\/b>&#8211;\u00a0Lembaga pemantau senjata yang berasal dari London, Conflict Armament Research (CAR) menuding Badan Intelijen Negara (BIN) telah membeli sebanyak 2.500 mortir dari Serbia untuk dijatuhkan di desa-desa di Papua pada 2021 lalu.<\/p>\n<p>Seperti dilansir <i>Reuters,<\/i> Sabtu (4\/6\/2022), CAR menyebut ribuan mortir tersebut diproduksi di Krusik.\u00a0<\/p>\n<p>Kemudian, kata CAR, mortir-mortir itu dimodifikasi dan dijatuhkan dari udara ketimbang dari tabungnya.<\/p>\n<p>Tak hanya itu, pihak CAR melaporkan bahwa pembelian tersebut tak dilaporkan ke DPR untuk kemudian disetujui anggarannya.<\/p>\n<p>Selain itu, CAR menyebut BIN juga menerima 3 ribu inisiator elektronik dan tiga alat pengatur waktu yang difungsikan untuk membasmi bahan peledak.<\/p>\n<p>Dalam laporannya CAR menyebut serangan itu dimulai sejak Oktober 2021, ketika sejumlah helikopter menjatuhkan peledak di delapan desa di Distrik Kiriwok, Pegunungan Bintang, Papua selama beberapa hari.<\/p>\n<p>Menuru seorang saksi mata dan penyidik HAM setempat, tak ada yang terbunuh dalam serangan itu.<\/p>\n<p>Namun, rumah-rumah dan sejumlah gereja hangus terbakar.<\/p>\n<p>&#8220;Sangat jelas mortir ini memang senjata yang ditempatkan di area sipil,&#8221; ujar Jim Elmslie yang merupakan akademisi Universitas Wallongong dan juga pihak yang menyerahkan laporan CAR ke Kantor Komisaris Tinggi HAM PBB.<\/p>\n<p>Jim menyebut bahwa tindakan tersebut merupakan pelanggaran kemanusiaan.<\/p>\n<p>Sementara itu, seorang pendeta bernama Yahya Uopmabin mengaku menyaksikan bagaimana serangan tersebut dilancarkan di pegunungan terdekat.<\/p>\n<p>&#8220;Mereka menjatuhkannya dari drone. Banyak rumah ibadah dan rumah penduduk terbakar,&#8221; kata Pastor Yahya.<\/p>\n<p>Sementara itu, Eneko Pahabol seorang penyidik yang bekerja untuk lembaga HAM dan gereja, mengatakan ada 32 mortir yang dijatuhkan.<\/p>\n<p>&#8220;Termasuk 5 yang tidak meledak sebagaimana ada di foto-foto yang tersebar,&#8221; kata dia.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BANDA ACEH &#8211;\u00a0Lembaga pemantau senjata yang berasal dari London, Conflict Armament Research (CAR) menuding Badan Intelijen Negara (BIN) telah membeli sebanyak 2.500 mortir dari Serbia untuk dijatuhkan di desa-desa di Papua pada 2021 lalu. Seperti dilansir Reuters, Sabtu (4\/6\/2022), CAR menyebut ribuan mortir tersebut diproduksi di Krusik.\u00a0 Kemudian, kata CAR, mortir-mortir itu dimodifikasi dan dijatuhkan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":32800,"comment_status":"open","ping_status":"","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","_disable_autopaging":false},"categories":[34],"tags":[242],"series":[],"class_list":["post-32799","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nasional","tag-politik"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/32799","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/comments?post=32799"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/32799\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media\/32800"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media?parent=32799"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/categories?post=32799"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/tags?post=32799"},{"taxonomy":"series","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/series?post=32799"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}