{"id":335931,"date":"2024-04-09T06:33:00","date_gmt":"2024-04-08T23:33:00","guid":{"rendered":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2024\/04\/09\/eva-daniawati-mahasiswi-ipb-jadi-korban-tewas-kecelakaan-maut-di-tol-cikampek-km-58-warga-kuningan\/"},"modified":"2024-04-09T06:35:23","modified_gmt":"2024-04-08T23:35:23","slug":"eva-daniawati-mahasiswi-ipb-jadi-korban-tewas-kecelakaan-maut-di-tol-cikampek-km-58-warga-kuningan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2024\/04\/09\/eva-daniawati-mahasiswi-ipb-jadi-korban-tewas-kecelakaan-maut-di-tol-cikampek-km-58-warga-kuningan\/","title":{"rendered":"Eva Daniawati Mahasiswi IPB Jadi Korban Tewas Kecelakaan Maut di Tol Cikampek Km 58, Warga Kuningan"},"content":{"rendered":"<p><b>BANDA ACEH<\/b>\u00a0 &#8211; Satu mahasiswi Fakultas Kehutanan dan Lingkungan IPB tewas dalam kecelakaan maut Tol Jakarta-Cikampek Km 58, Senin (8\/4\/2024) pagi.\u00a0<\/p>\n<p>Mahasiswi tersebut bernama Eva Daniawati (30), warga Desa Mandapa Jaya, Kecamatan Cilebak, Kuningan.<\/p>\n<p>Hal ini dibenarkan polisi.<\/p>\n<p>&#8220;Untuk nama itu benar warga Desa Mandapa Jaya, namun dari pihak keluarga korban belum ada konfirmasinya,&#8221; kata Iptu Farikin Kapolsek Subang saat dihubungi, Senin (8\/4\/2024).<\/p>\n<p>Kapolsek menyebut, pihaknya segera melakukan kordinasi dengan pemerintah desa yang menjadi domisili korban kecelakaan maut tersebut.<\/p>\n<p>&#8220;Untuk kepastian dalam pengurusan jenazah atau korban kecelakaan tersebut, nanti kami segera lakukan kordinasi. Kemudian soal perkembangan ke depan, nanti bisa berlanjut ya,&#8221; kata Farikin lagi.\u00a0<\/p>\n<p>Sekedar informasi, Kapolri Jenderal Listyo Sigit <a href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/tag\/prabowo\/\">Prabowo<\/a> menyebutkan bahwa saat ini sudah ada empat keluarga korban yang melakukan kegiatan ante mortem di Pos DVI Polda Jawa Barat, di Instalasi Forensik RSUD Karawang, Senin (8\/4\/2024).\u00a0<\/p>\n<p>Dia mengatakan, saat ini pihaknya masih melakukan identifikasi dari 12 korban tewas yang alami kecelakaan maut di Ruas Jalan Tol Jakarta-Cikampek (Japek) KM 58, Karawang, Jawa Barat.<\/p>\n<p>Lebih lanjut ia mengatakan, pihaknya kini tengah berupaya mendapatkan ciri-ciri korban meninggal yang menderita luka cukup berat.\u00a0<\/p>\n<p>Sehingga, tambah Sigit, perlu dilakukan langkah post mortem terhadap 12 jenazah korban kecelakaan yang terdiri dari 7 pria dan 5 perempuan.<\/p>\n<p>&#8220;Sudah ada empat keluarga yang saat ini sedang melaksanakan kegiatan ante mortem, dan sisanya tentunya sedang kami tunggu. Dan kami berupaya untuk segera menghubungi dari keluarga korban,&#8221; kata Sigit kepada wartawan di RSUD Karawang, Senin (8\/4\/2024) sore.<\/p>\n<p>Saat ini, ia mengatakan, pihaknya tengah proses mengambil jaringan tubuh maupun DNA untuk mengetahui identitas korban.\u00a0<\/p>\n<p>Setelah teridentifikasi, jasad korban akan langsung diserahkan kepada pihak keluarga.\u00a0<\/p>\n<p>Adapun untuk saat ini, Sigi menyebutkan bahwa dari kartu tanda penduduk (KTP) yang ditemukan, didapat dua identitas korban.<\/p>\n<p>&#8220;Kemudian dikenali identitas sekaligus sudah kita hubungi keluarga, ada satu berasal dari Ciamis dan satu berasal dari Bogor,&#8221; ujar Kapolri.<\/p>\n<p>Diketahui, kecelakaan maut yang melibatkan tiga kendaraan, yakni Gran Max, Terrios dan Bus Primajasa ini terjadi sekitar pukul 07.10 di Ruas Jalan Tol Japek KM 58, Senin (8\/4\/2024).<\/p>\n<p>Menko PMK Muhadjir Effendy menyebutkan korban tewas terdiri atas tujuh pria dan lima perempuan. &#8220;(Korban tewas) tujuh laki-laki, lima perempuan,&#8221; terang Muhadjir di RSUD Karawang, Senin (8\/4).<\/p>\n<p>&#8220;Mengenai korban yang luka ringan dua, luka berat juga satu yang bisa disaksikan bahwa itu berasal dari bus, dari kondektur, dan satu penumpang,&#8221; ungkap Muhadjir.<\/p>\n<p>Tiga Korban Lakalantas di Tol Cikampek Km 58 Warga Bogor, Dua Orang Kakak Adik dan Bibi<\/p>\n<p>Sebanyak 3\u00a0 korban tewas dalam kecelakaan beruntun Km 58 tol Jakarta-Cikampek teridentifikasi merupakan warga Perumahan PMI Desa Cilebut Barat, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor.<\/p>\n<p>Dua korban adalah perempuan kakak beradik, Nazwa Ghefira, (11) dan Aisyah Hasna Humairah (18) sedangkan lainnya adalah bibinya, Eva Daniawati.<\/p>\n<p>Kapolsek Sukaraja, Kompol Birman Simanullang saat dihubungi TribunnewsBogor mengatakan dari 3 korban warga Bogor, baru teridentifikasi atas nama Aisyah.<\/p>\n<p>Seperti diketahui, total jumlah korban tewas kecelakaan maut tersebut adalah 12 orang.<\/p>\n<p>Saat ini, korban tewas dalam peristiwa itu sedang diidentifikasi di RSUD Karawang, Jawa Barat.<\/p>\n<p>Kakorlantas Polri Irjen Aan Suhanan mengatakan, terdapat enam mayat yang kondisinya utuh.<\/p>\n<p>&#8220;Ada 6 mayat yang utuh, saat ini sedang diidentifikasi,&#8221; ujarnya dalam jumpa pers di RSUD Karawang, yang ditayangkan Kompas TV.<\/p>\n<p>Sementara korban tewas yang lain kondisinya sudah tak utuh.<\/p>\n<p>Identifikasi melibatkan tim Inafis dan DVI Polri serta tim forensik RSUD Karawang.<\/p>\n<p>Aan tak menyampaikan jumlah total korban tewas kecelakaan maut Tol Cikampek.<\/p>\n<p>Berdasarkan data tim Inafis, ada satu korban yang teridentifikasi beralamat di Kudus, Jawa Tengah.<\/p>\n<p>&#8220;Akan kita pastikan lagi untuk alamatnya karena korban mengalami luka bakar parah,&#8221; ucapnya.<\/p>\n<p><!--<span style=\"font-size: 14px; color: #999999;\"><em><b>Sumber:<\/b> <a target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\" style=\"color: #999999;\" href=\"https:\/\/www.BANDA ACEH\/2024\/04\/eva-daniawati-mahasiswi-ipb-jadi-korban.html\">Gelora <\/a><\/em><\/span>--><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BANDA ACEH\u00a0 &#8211; Satu mahasiswi Fakultas Kehutanan dan Lingkungan IPB tewas dalam kecelakaan maut Tol Jakarta-Cikampek Km 58, Senin (8\/4\/2024) pagi.\u00a0 Mahasiswi tersebut bernama Eva Daniawati (30), warga Desa Mandapa Jaya, Kecamatan Cilebak, Kuningan. Hal ini dibenarkan polisi. &#8220;Untuk nama itu benar warga Desa Mandapa Jaya, namun dari pihak keluarga korban belum ada konfirmasinya,&#8221; kata [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":335932,"comment_status":"open","ping_status":"","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","_disable_autopaging":false},"categories":[34],"tags":[242,1420,274908],"series":[],"class_list":["post-335931","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nasional","tag-politik","tag-peristiwa","tag-berita"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/335931","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/comments?post=335931"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/335931\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media\/335932"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media?parent=335931"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/categories?post=335931"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/tags?post=335931"},{"taxonomy":"series","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/series?post=335931"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}