{"id":343353,"date":"2024-04-28T13:38:00","date_gmt":"2024-04-28T06:38:00","guid":{"rendered":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2024\/04\/28\/27-bangunan-rusak-akibat-gempa-garut-ada-rumah-sakit-hingga-sekolah\/"},"modified":"2024-05-06T20:59:32","modified_gmt":"2024-05-06T13:59:32","slug":"27-bangunan-rusak-akibat-gempa-garut-ada-rumah-sakit-hingga-sekolah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2024\/04\/28\/27-bangunan-rusak-akibat-gempa-garut-ada-rumah-sakit-hingga-sekolah\/","title":{"rendered":"27 Bangunan Rusak Akibat Gempa Garut, Ada Rumah Sakit hingga Sekolah"},"content":{"rendered":"<p><b>BANDA ACEH<\/b> -Sejumlah rumah hingga rumah sakit di Kabupaten Garut dan Tasikmalaya, Jawa Barat, mengalami kerusakan imbas gempa bumi di Garut magnitudo 6,2 Sabtu (27\/4) kemarin.\u00a0<\/p>\n<p>Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat setidaknya ada 27 bagunan yang rusak akibat bencana ini.<\/p>\n<p>Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan, berdasarkan tingkat kerusakannya,4 unit rumah rusak berat (RB), 11 unit rumah rusak ringan (RS), 5 unit rumah rusak ringan (RR), serta 7 unit rumah terdampak.\u00a0<\/p>\n<p>\u00a0<\/p>\n<p>&#8220;Dari total jumlah tersebut kerusakan sebagian besar berada di Kota Tasikmalaya, Kabupaten Tasikmalaya, dan Kabupaten Garut,&#8221; ujarnya kepada wartawan, Minggu (28\/4).<\/p>\n<p>\u00a0<\/p>\n<p>\u00a0<\/p>\n<p>Adapun rincian kerusakan di tiga wilayah itu meliputi 1 unit rumah RB dan 3 unit rumah terdampak di Kabupaten Garut, 4 unit RS dan 3 unit RR di Kabupaten Tasikmalaya, serta 5 unit rumah RS di Kota Tasikmalaya.\u00a0<\/p>\n<p>\u00a0<\/p>\n<p>&#8220;Selain tempat tinggal atau rumah, bencana geologi ini juga mengakibatkan kerusakan pada bangunan fasilitas publik seperti tempat ibadah, sekolah, dan sarana kesehatan,&#8221; pungkas Muhari.<\/p>\n<p>\u00a0<\/p>\n<p>Sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperbarui magnitudo gempa bumi yang terjadi di Garut, Jawa Barat, Sabtu (26\/4) kemarin. Semula, gempa dilaporkan bermagnitudo 6,5. Saat ini, dilaporkan gempa bumi di Garut magnitudo 6,2.<\/p>\n<p>\u00a0<\/p>\n<p>Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Daryono mengatakan, gempa bumi di wilayah Garut itu tepatnya terjadi di laut Samudera Hindia<\/p>\n<p>Selatan Jawa Barat pada Sabtu (27\/4) sekitar pukul 23.29 WIB.<\/p>\n<p>\u00a0<\/p>\n<p>&#8220;Hasil analisis BMKG menunjukkan gempa bumi ini memiliki parameter update dengan magnitudo M6,2,&#8221; ujarnya dalam akun X @DaryonoBMKG, dkkutip Minggu (28\/4).<\/p>\n<p><!--<span style=\"font-size: 14px; color: #999999;\"><em><b>Sumber:<\/b> <a target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\" style=\"color: #999999;\" href=\"https:\/\/www.BANDA ACEH\/2024\/04\/27-bangunan-rusak-akibat-gempa-garut.html\">Gelora <\/a><\/em><\/span>--><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BANDA ACEH -Sejumlah rumah hingga rumah sakit di Kabupaten Garut dan Tasikmalaya, Jawa Barat, mengalami kerusakan imbas gempa bumi di Garut magnitudo 6,2 Sabtu (27\/4) kemarin.\u00a0 Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat setidaknya ada 27 bagunan yang rusak akibat bencana ini. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan, berdasarkan tingkat kerusakannya,4 [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":343354,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","_disable_autopaging":false},"categories":[1],"tags":[1420,2696,4032,229526,274908],"series":[],"class_list":["post-343353","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-lingkungan","tag-peristiwa","tag-gempa-bumi","tag-gempa","tag-gempa-garut","tag-berita"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/343353","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/comments?post=343353"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/343353\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media\/343354"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media?parent=343353"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/categories?post=343353"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/tags?post=343353"},{"taxonomy":"series","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/series?post=343353"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}