{"id":343965,"date":"2024-04-30T10:00:00","date_gmt":"2024-04-30T03:00:00","guid":{"rendered":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2024\/04\/30\/ternyata-rosmini-pengemis-viral-yang-paksa-orang-sedekah-dikenal-tempramen-hingga-pernah\/"},"modified":"2024-04-30T10:00:27","modified_gmt":"2024-04-30T03:00:27","slug":"ternyata-rosmini-pengemis-viral-yang-paksa-orang-sedekah-dikenal-tempramen-hingga-pernah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2024\/04\/30\/ternyata-rosmini-pengemis-viral-yang-paksa-orang-sedekah-dikenal-tempramen-hingga-pernah\/","title":{"rendered":"Ternyata Rosmini Pengemis Viral yang Paksa Orang Sedekah, Dikenal Tempramen hingga Pernah.."},"content":{"rendered":"<p><b>BANDA ACEH<\/b>\u00a0 &#8211; Sosok Rosmini (55), emak-emak pengemis viral yang kerap memaksa orang bersedekah tengah menuai sorotan.<\/p>\n<p>Rosmini akhirnya diamankan petugas Dinas Sosial dan Satpol PP Kota Bogor pada Minggu (28\/4\/2024) lalu.<\/p>\n<p>Kepada petugas, Rosmini mengaku sudah 14 tahun tinggal di jalanan.<\/p>\n<p>Ia sebenarnya berasal dari Palembang, Sumatera Selatan.<\/p>\n<p>Namun, Rosmini mengaku memiliki rumah di Bandung, Jawa Barat.<\/p>\n<p>Masa lalu Rosmini pun terkuak setelah ia diamankan Satpol PP dan Dinsos Kota Bogor.<\/p>\n<p>Sekretaris RT 01, RW 05, Desa Margaasih, Suprianto membenarkan Rosmini sempat tinggal di wilayahnya.<\/p>\n<p>&#8220;Memang dulu tinggal di sini, tapi dia sudah pindah, sekitar tahun 2012. Di kecamatan juga katanya berkasnya sudah dicabut,&#8221; kata Suprianto, dikutip dari TribunJabar.id, Selasa (30\/4\/2024).<\/p>\n<p>Supriyanto berujar, Rosmini tinggal di wilayahnya sejak 2002 silam.<\/p>\n<p>Selama tinggal di sana, Rosmini kurang bersosialiasi dengan warga.<\/p>\n<p>Menurut Supriyanto, sudah kali ketiga ada pihak yang melakukan konfirmasi terkait latar belakang Rosmini.<\/p>\n<p>&#8220;Ini yang ketiga kalinya. Kalau dulu konfirmasi karena katanya ada lansia telantar lalu sudah diselesaikan,&#8221; ungkapnya.<\/p>\n<p>&#8220;Tapi sekarang viral ramai lagi, mengemis maksa, padahal dia sudah pindah dari dulu.&#8221;<\/p>\n<p>Saat ini, seluruh keluarga Rosmini sudah tidak tinggal di Margaasih.<\/p>\n<p>Setelah Rosmini dan suaminya bercerai, rumah yang sempat ditinggalinya pun telah dijual.<\/p>\n<p>&#8220;Lalu suaminya menikah lagi dengan istri baru dan anak-anaknya sempat tinggal di sini sekitar satu tahun. Lalu rumahnya dijual dan pindah,&#8221; katanya.<\/p>\n<p>Supriyanto mengatakan mantan suami Rosmini telah meninggal dunia.<\/p>\n<p>Karena itu, saat ini tidak ada keluarga Rosmini yang tinggal di lingkungan tersebut.<\/p>\n<p><b>Sosok Tempramen<\/b><\/p>\n<p>Sementara itu, Ketua RW 05 Desa Margaasih, Susilawati mengatakan Rosmini telah pindah dari wilayahnya sejak 12 tahun lalu.<\/p>\n<p>Rosmini dikenal kurang bersosialisasi dengan warga.<\/p>\n<p>&#8220;Sebab dia temperamen, jadi jarang ada warga yang akrab,&#8221; ujar Susilawati, Senin.<\/p>\n<p>Sebelum pindah, Rosmini sempat tinggal bersama tiga anaknya.<\/p>\n<p>Sedangkan sang suami pulang seminggu sekali karena bekerja di Karawang.<\/p>\n<p>&#8220;Memang dulu tinggal di sini, tapi sudah lama pindah, sudah sekitar 12 tahun. Jadi saat di sini jarang ada tetangga yang akrab karena ia temperamen, sedikit-sedikit marah,&#8221; kata Susilawati.<\/p>\n<p>Susilawati juga menyebut Rosmini pandai berbicara.<\/p>\n<p><b>14 Tahun Hidup di Jalan<\/b><\/p>\n<p>Rosmini mengaku sudah 14 tahun hidup di jalanan.<\/p>\n<p>Berdasarkan pengakuannya, Rosmini memilih hidup di jalanan dan menjadi pengemis karena ingin mencari orang yang menyakitinya.<\/p>\n<p>&#8220;Sudah 14 tahun yang lalu, sejak anak saya (masih) SMP,&#8221; kata Rosmini, dikutip dari TribunnewsBogor.com, Minggu.<\/p>\n<p>&#8220;Saya akan balas orang-orang yang nyakitin saya.&#8221;<\/p>\n<p>Rosmini juga mengaku memiliki masalah keluarga yang cukup berat.<\/p>\n<p>Hal itu diungkap Kepala Seksi Operasional Satpol PP Kota Bogor, Surya Darma.<\/p>\n<p>&#8220;Dia punya masalah internal keluarga yang sangat berat yang sulit menceritakannya,&#8221; papar Surya.<\/p>\n<p>Selain itu, Rosmini disebut hidup di jalanan untuk mencari nafkah.<\/p>\n<p>Selama hidup di jalanan, Rosmini kerap membuat warga resah lantaran marah-marah saat meminta sedekah.<\/p>\n<p>Bahkan, tak jarang Rosmini terlibat cekcok dengan warga yang ditemuinya.<\/p>\n<p>&#8220;Mungkin warga juga sebaliknya ya, ada yang merasa resah dan sebagainya. Kita juga nggak tahu kan warga ada yang resah ada yang nyaman-nyaman saja.&#8221;<\/p>\n<p>&#8220;Mungkin warga belum tahu ceritanya gimana, atau mungkin dengan apa yang dilakukan ibu ini membuat warga di Kota Bogor jadi resah,&#8221; tandas Surya.<\/p>\n<p><b>Terindikasi ODGJ<\/b><\/p>\n<p>Setelah diamankan, Rosmini menjalani pemeriksaan kejiwaan di Rumah Sakit Jiwa Marzoeki Mahdi (RSJMM), Kota Bogor.<\/p>\n<p>Hasilnya, Rosmini terindikasi orang dengan gangguan jiwa (ODGJ).<\/p>\n<p>\u201cIndikasi ODGJ dan dirawat biasanya sampai 18 hari kerja, sampai klien (Rosmini) pulih kesehatan jiwanya,\u201d ujar Kepala Dinsos Kota Bogor, Dani Rahadian.<\/p>\n<p>Selanjutnya, Dinsos Kota Bogor akan mencari identitas Rosmini.<\/p>\n<p>Jika Rosmini tidak memiliki keluarga, ia akan dipindahkan ke panti rehabilitasi sosial milik pemerintah.<\/p>\n<p><!--<span style=\"font-size: 14px; color: #999999;\"><em><b>Sumber:<\/b> <a target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\" style=\"color: #999999;\" href=\"https:\/\/www.BANDA ACEH\/2024\/04\/ternyata-rosmini-pengemis-viral-yang.html\">Gelora <\/a><\/em><\/span>--><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BANDA ACEH\u00a0 &#8211; Sosok Rosmini (55), emak-emak pengemis viral yang kerap memaksa orang bersedekah tengah menuai sorotan. Rosmini akhirnya diamankan petugas Dinas Sosial dan Satpol PP Kota Bogor pada Minggu (28\/4\/2024) lalu. Kepada petugas, Rosmini mengaku sudah 14 tahun tinggal di jalanan. Ia sebenarnya berasal dari Palembang, Sumatera Selatan. Namun, Rosmini mengaku memiliki rumah di [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":343966,"comment_status":"open","ping_status":"","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","_disable_autopaging":false},"categories":[34],"tags":[242,1420,274908],"series":[],"class_list":["post-343965","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nasional","tag-politik","tag-peristiwa","tag-berita"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/343965","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/comments?post=343965"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/343965\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media\/343966"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media?parent=343965"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/categories?post=343965"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/tags?post=343965"},{"taxonomy":"series","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/series?post=343965"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}