{"id":349949,"date":"2024-05-14T16:37:00","date_gmt":"2024-05-14T09:37:00","guid":{"rendered":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2024\/05\/14\/detik-detik-pria-di-konawe-pepet-jokowi-teriak-soal-gaji-yang-ditahan-ternyata-mantan-pns\/"},"modified":"2024-05-14T18:10:10","modified_gmt":"2024-05-14T11:10:10","slug":"detik-detik-pria-di-konawe-pepet-jokowi-teriak-soal-gaji-yang-ditahan-ternyata-mantan-pns","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2024\/05\/14\/detik-detik-pria-di-konawe-pepet-jokowi-teriak-soal-gaji-yang-ditahan-ternyata-mantan-pns\/","title":{"rendered":"Detik-detik Pria di Konawe Pepet Jokowi, Teriak soal Gaji yang Ditahan, Ternyata Mantan PNS"},"content":{"rendered":"<p><b>BANDA ACEH<\/b>\u00a0 &#8211; Aksi menerobos pengamanan untuk mendekati Presiden <a href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/tag\/joko-widodo\/\">Joko Widodo<\/a> (<a href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/tag\/jokowi\/\">Jokowi<\/a>) terjadi di Konawe, Sulawesi Tenggara.<\/p>\n<p>Insiden ini terjadi saat Presiden Jokowi memberikan keterangan usai meninjau Rumah Sakit Konawe, Selasa (14\/5\/2024).<\/p>\n<p>Awalnya, Presiden Jokowi tengah berbicara di hadapan awak media didampingi Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin; Pj Gubernur Sultra, Andap Budhi Revianto; Pj Bupati Konawe, Harmin Ramba; hingga Direktur Eksekutif Indo Barometer, M Qodari.<\/p>\n<p>Dari belakang Presiden Jokowi, terlihat seorang pria berambut cepak dan mengenakan batik cokelat-hitam yang berjalan mendekat ke arah Kepala Negara.<\/p>\n<p>Meski mengetahui Presiden Jokowi tengah wawancara dan dijaga ketat, pria tersebut tetap nekat menghampiri.<\/p>\n<p>Ia lantas didorong menjauh oleh Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) yang bertugas.<\/p>\n<p>Namun, di saat yang bersamaan, pria tersebut meneriakkan soal gajinya yang ditahan.<\/p>\n<p>Pria itu mengaku sudah selama enam tahun gajinya tak dibayarkan.<\/p>\n<p>&#8220;Gaji saya, Pak! Ditahan oleh negara sudah 6 tahun,&#8221; teriak pria tersebut, Selasa, dilansir TribunnewsSultra.com.<\/p>\n<p>Belakangan diketahui pria yang mempepet Presiden Jokowi adalah seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS).<\/p>\n<p>Menurut identitas Kartu Tanda Penduduk (KTP), ia bernama Mahyuddin.<\/p>\n<p>Berdasarkan informasi yang dihimpun TribunnewsSultra.com, Mahyuddin diketahui berprofesi sebagai Sekretaris Desa.<\/p>\n<p>Namun, menurut keterangan Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Konawe, Suparjo, Mahyuddin adalah mantan Sekdes.<\/p>\n<p>&#8220;Beliau sebelumnya Sekretaris Desa berstatus PNS di Desa Awuliti,&#8221; ungkap Suparjo, Selasa.<\/p>\n<p>Lebih lanjut, Suparjo mengungkapkan Mahyuddin dicopot dari jabatannya pada 2022 atas dugaan pemalsuan ijazah.<\/p>\n<p>Karena itu, Suparjo berani memastikan Mahyuddin sudah tidak berhak menerima gaji lantaran bukan lagi PNS.<\/p>\n<p>&#8220;Tahun 2022 diberhentikan atas dugaan pemalsuan ijazah.&#8221;<\/p>\n<p>&#8220;Tidak ada penahanan gaji karena yang bersangkutan bukan lagi PNS,&#8221; pungkasnya.<\/p>\n<p>Sementara itu, Istana Negara melalui Plt Deputi Protokol, Pers, dan Media, Yusuf Permana, mengungkapkan Paspampres telah berkomunikasi dengan Mahyuddin terkait aksinya.<\/p>\n<p>Hasilnya, diketahui Mahyuddin hendak menyampaikan masalah kepegawaiannya sebagai PNS di Konawe.<\/p>\n<p>Setelahnya, lanjut Yusuf, pihaknya langsung berkomunikasi dengan Pemerintah Kabupaten Konawe dan Pemerintah Provinsi Sultra untuk mengetahui duduk permasalahannya.<\/p>\n<p>&#8220;Kami ucapkan terima kasih juga kepada Jajaran pengamanan yang sangat bersahaja dalam melakukan pengamanan kunjungan kerja Presiden RI selama di Provinsi Sulawesi Tenggara,&#8221; pungkasnya.<\/p>\n<p>Diketahui, dalam kunjungan kerjanya ke Konawe, Presiden Jokowi meresmikan Bendungan Ameroro.<\/p>\n<p>Ia juga memantau pembangunan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) RS Konawe yang dibangun menggunakan dana pinjaman dari PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI).<\/p>\n<p><!--<span style=\"font-size: 14px; color: #999999;\"><em><b>Sumber:<\/b> <a target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\" style=\"color: #999999;\" href=\"https:\/\/www.BANDA ACEH\/2024\/05\/detik-detik-pria-di-konawe-pepet-jokowi.html\">Gelora <\/a><\/em><\/span>--><\/p>\n<div class=\"pdfprnt-buttons pdfprnt-buttons-post pdfprnt-bottom-right\"><a href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/349949?print=print\" class=\"pdfprnt-button pdfprnt-button-print\" target=\"_blank\" ><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/apps\/pdf-print\/images\/print.png\" alt=\"image_print\" title=\"Print Content\" \/><\/a><\/div>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BANDA ACEH\u00a0 &#8211; Aksi menerobos pengamanan untuk mendekati Presiden Joko Widodo (Jokowi) terjadi di Konawe, Sulawesi Tenggara. Insiden ini terjadi saat Presiden Jokowi memberikan keterangan usai meninjau Rumah Sakit Konawe, Selasa (14\/5\/2024). Awalnya, Presiden Jokowi tengah berbicara di hadapan awak media didampingi Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin; Pj Gubernur Sultra, Andap Budhi Revianto; Pj Bupati [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":349950,"comment_status":"open","ping_status":"","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_seopress_titles_title":"","_seopress_titles_desc":"","_seopress_robots_index":"","_seopress_robots_follow":"","_seopress_robots_imageindex":"","_seopress_robots_snippet":"","_seopress_robots_primary_cat":"","_seopress_robots_breadcrumbs":"","_seopress_robots_freeze_modified_date":"","_seopress_robots_custom_modified_date":"","_seopress_robots_canonical":"","_seopress_social_fb_title":"","_seopress_social_fb_desc":"","_seopress_social_fb_img":"","_seopress_social_fb_img_attachment_id":0,"_seopress_social_fb_img_width":0,"_seopress_social_fb_img_height":0,"_seopress_social_twitter_title":"","_seopress_social_twitter_desc":"","_seopress_social_twitter_img":"","_seopress_social_twitter_img_attachment_id":0,"_seopress_social_twitter_img_width":0,"_seopress_social_twitter_img_height":0,"_seopress_redirections_value":"","_seopress_redirections_enabled":"","_seopress_redirections_enabled_regex":"","_seopress_redirections_logged_status":"","_seopress_redirections_param":"","_seopress_redirections_type":0,"_seopress_analysis_target_kw":"","_seopress_news_disabled":"","_seopress_video_disabled":"","_seopress_video":[],"_seopress_pro_schemas_manual":[],"_seopress_pro_rich_snippets_disable_all":"","_seopress_pro_rich_snippets_disable":[],"_seopress_pro_schemas":[],"footnotes":"","_disable_autopaging":false},"categories":[34],"tags":[274908,1420,242],"series":[],"class_list":["post-349949","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nasional","tag-berita","tag-peristiwa","tag-politik"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/349949","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/comments?post=349949"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/349949\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media\/349950"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media?parent=349949"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/categories?post=349949"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/tags?post=349949"},{"taxonomy":"series","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/series?post=349949"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}