{"id":363836,"date":"2024-06-23T08:58:00","date_gmt":"2024-06-23T01:58:00","guid":{"rendered":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2024\/06\/23\/viral-bocah-13-tahun-tewas-diduga-disiksa-polisi-jasadnya-ditemukan-di-jembatan-kuranji\/"},"modified":"2024-06-23T15:05:15","modified_gmt":"2024-06-23T08:05:15","slug":"viral-bocah-13-tahun-tewas-diduga-disiksa-polisi-jasadnya-ditemukan-di-jembatan-kuranji","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2024\/06\/23\/viral-bocah-13-tahun-tewas-diduga-disiksa-polisi-jasadnya-ditemukan-di-jembatan-kuranji\/","title":{"rendered":"Viral, Bocah 13 Tahun Tewas Diduga Disiksa Polisi, Jasadnya Ditemukan di Jembatan Kuranji"},"content":{"rendered":"<p><b>BANDA ACEH<\/b>\u00a0 &#8211; Baru-baru ini viral di media sosial Instagram, soal bocah 13 tahun tewas diduga disiksa polisi di Kota Padang.\u00a0 Bahkan, berdasarkan informasi yang dihimpun dari media sosial instagram lbh_padang, jasad bocah 13 tahun bernama Afif ditemukan di jembatan Kuranji, pada 9 Juni 2024.\u00a0<\/p>\n<p>Kemudian, dari pantauan tvOnenews.com, akun tersebut mengunggah foto bocah 13 tahun tersebut, dengan tulisan\u00a0<\/p>\n<p>&#8220;rest in peace Afif Maulana, meninggal dunia karena disiksa polisi.&#8221;\u00a0 Kemudian, di slide kedua unggahan akun tersebut, terdapat tulisan, bahwa LBH Padang menduga tewasnya Afif karena disiksa polisi yang sedang patroli.\u00a0\u00a0<\/p>\n<p>\u00a0Lalu, di slide ketiga, menjelaskan sekitar pukul 11.55 Wib pada 9 Juni 2024, Korban ditemukan meninggal dunia.\u00a0 &#8220;Kami menduga tewasnya Afif karena disiksa anggota ppolisi.\u00a0<\/p>\n<p>Hal ini berdasarkan investigasi yang kami lakukan,&#8221; ujar Direktur LBH Padang Indira Suryani, seperti yang dikutip dari Tempo, Minggu (23\/6\/2024).\u00a0 Bahkan, Indra katakan,\u00a0 LBH Padang menginvestigasi dengan cara menanyakan saksi kunci yakni teman korban.\u00a0<\/p>\n<p>\u00a0Selain itu, teman korban ini terakhir kali melihat Afit di Jembatan Kuranji pada 9 Juni 2024.\u00a0 &#8220;Teman korban berinisial A itu bercerita, jika pada malam kejadian korban berboncengan dengannya di Jembatan Aliran Batang Kuranji,&#8221; ujarnya.\u00a0\u00a0<\/p>\n<p>Lanjutnya menjelaskan, pada saat yang bersamaan korban AM dan A yang sedang mengendarai motor dihampiri polisi yang sedang melakukan patroli.\u00a0<\/p>\n<p>&#8220;Tiba-tiba kendaraan korban ditendang oleh polisi dan AM terlempar ke pinggir jalan. Ketika itu kata A kepada LBH Padang, jaraknya sekitar 2 meter dari AM,&#8221; jelasnya.\u00a0\u00a0<\/p>\n<p>Tak hanya itu saja, ia juga katakan, A diamankan oleh polisi ke Polsek Kuranji. A sempat melihat korban AM dikerumuni oleh polisi tetapi kemudian mereka terpisah.\u00a0\u00a0<\/p>\n<p>&#8220;Saat ditangkap polisi, korban A melihat korban AM sempat berdiri dan dikelilingi oleh anggota kepolisian yang memegang rotan,&#8221; bebernya.\u00a0 Kembali dijelaskannya, pada pukul 11.55 WIB pada 9 Juni 2024, korban AM ditemukan meninggal dunia.\u00a0\u00a0<\/p>\n<p>&#8220;Korban AM ditemukan luka lebam di bagian pinggang, punggung, pergelangan tangan, dan siku. Sementara itu, pipi kiri memberi dan luka yang mengeluarkan darah di bagian kepala,&#8221; kata Indira.\u00a0<\/p>\n<p>Setelah itu, jenazah korban dilakukan autopsi dan keluarga korban menerima copy sertifikat kematian Nomor: SK \/ 34 \/ VI \/ 2024 \/ Rumkit dari Rumah Sakit Bhayangkara Polda Sumbar.\u00a0 &#8220;Keluarga korban sempat diberitahu oleh polisi AM meninggal akibat tulang rusuk patah 6 buah dan robek di bagian paru-paru,&#8221; jelasnya.\u00a0<\/p>\n<p>\u00a0Menyikapi kasus tersebut, ayah Afif, membuat laporan ke Polresta Padang, dengan laporan Nomor : LP\/B\/409\/VI\/2024\/SPKT\/POLRESTA PADANG\/POLDA SUMATERA BARAT.\u00a0<\/p>\n<p>\u00a0Ironisnya, bukan A dan AM saja jadi korban, LBH Padang menemukan ada tujuh korban dan lima di antaranya masih di bawah umur.\u00a0 Korban ini mendapatkan penyiksaan dari pihak kepolisian.\u00a0<\/p>\n<p>&#8220;Temuan kami ada 7 korban lagi, 5 anak-anak dan 2 orang dewasa, dan kami telah bertemu dengan korban,&#8221; ujarnya. Ia menambahkan, semua mereka mendapatkan penyiksaan oleh polisi dan saat ini dalam proses pengobatan mandiri.\u00a0\u00a0<\/p>\n<p>&#8220;Pengakuan mereka ada yang disentrum, ada perutnya disulur rokok, kepalanya memar, lalu ada bolong di bagian pingangnya,&#8221; bebernya.\u00a0 Bahkan yang lebih kejamnya, kata Indra, ada korban yang dipaksa berciuman sesama jenis.\u00a0<\/p>\n<p>\u00a0&#8220;Selain penyiksaan juga terdapat kekerasan seksual. Kami cukup kaget mendegar keterangan korban, tidak hanya fisik tetapi juga melakukan kekerasan seksual,&#8221; imbuhnya.<\/p>\n<p>\u00a0&#8220;Ketika kami bertemu korban dan keluarganya mereka sangat ketakutan atas situasi tersebut,&#8221; pungkasnya.\u00a0\u00a0<\/p>\n<p>Oleh sebab itu, ia meminta polisi untuk mengusut tuntas kasu ini.\u00a0<\/p>\n<p>Dan, untuk diketahui, sampai saat berita ini diterbitkan, pihak tvOnenews.com masih mengkonfirmasi soal kebenaran berita tersebut ke Mabes Polri<\/p>\n<p><!--<span style=\"font-size: 14px; color: #999999;\"><em><b>Sumber:<\/b> <a target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\" style=\"color: #999999;\" href=\"https:\/\/www.BANDA ACEH\/2024\/06\/viral-bocah-13-tahun-tewas-diduga.html\">Gelora <\/a><\/em><\/span>--><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BANDA ACEH\u00a0 &#8211; Baru-baru ini viral di media sosial Instagram, soal bocah 13 tahun tewas diduga disiksa polisi di Kota Padang.\u00a0 Bahkan, berdasarkan informasi yang dihimpun dari media sosial instagram lbh_padang, jasad bocah 13 tahun bernama Afif ditemukan di jembatan Kuranji, pada 9 Juni 2024.\u00a0 Kemudian, dari pantauan tvOnenews.com, akun tersebut mengunggah foto bocah 13 [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":363837,"comment_status":"open","ping_status":"","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","_disable_autopaging":false},"categories":[34],"tags":[274908,1420,242],"series":[],"class_list":["post-363836","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nasional","tag-berita","tag-peristiwa","tag-politik"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/363836","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/comments?post=363836"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/363836\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media\/363837"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media?parent=363836"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/categories?post=363836"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/tags?post=363836"},{"taxonomy":"series","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/series?post=363836"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}