{"id":370956,"date":"2024-07-27T13:21:00","date_gmt":"2024-07-27T06:21:00","guid":{"rendered":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2024\/07\/27\/selain-tebakan-duluan-ayam-atau-telur-dr-dan-km-juga-debat-siapa-pembuat-quran-tuhan-atau-manusia\/"},"modified":"2024-07-27T13:48:42","modified_gmt":"2024-07-27T06:48:42","slug":"selain-tebakan-duluan-ayam-atau-telur-dr-dan-km-juga-debat-siapa-pembuat-quran-tuhan-atau-manusia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2024\/07\/27\/selain-tebakan-duluan-ayam-atau-telur-dr-dan-km-juga-debat-siapa-pembuat-quran-tuhan-atau-manusia\/","title":{"rendered":"Selain Tebakan Duluan Ayam atau Telur, DR dan KM juga Debat Siapa Pembuat Quran, Tuhan atau Manusia?"},"content":{"rendered":"<p><b>BANDA ACEH<\/b> &#8211; Kasus seorang pria tega bunuh teman gara-gara tebakan duluan ayam atau telur, viral di media sosial.<\/p>\n<p>Berdasarkan penelusuran Tribunnews.com, pembunuhan dipicu tebakan itu diunggah oleh sejumlah akun Instagram, seperti @fakta.indo.<\/p>\n<p>Akun tersebut mengunggah foto saat pelaku berinsisial DR digelandang ke kantor polisi.<\/p>\n<p>Pria asal Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara itu, ditangkap usai membunuh temannya berinisial KM (46).<\/p>\n<p>DR tega membunuh KM gegara masalah sepele karena tebak-tebakan saat pesta miras.<\/p>\n<p><b>Ada dua tebakan<\/b><\/p>\n<p>Kasat Reskrim Polres Muna, AKP La Ode Arsangka mengungkapkan, ada dua tebakan yang diperdebatkan pelaku dengan korban.<\/p>\n<p>Pertama, pelaku awalnya menanyakan lebih duluan ayam atau telur.<\/p>\n<p>&#8220;Jadi awalnya mereka terlibat perdebatan lebih duluan mana ayam atau telur,&#8221; ungkapnya, dikutip dari TribunnewsSultra.com.<\/p>\n<p>La Ode melanjutkan, ada juga tebakan terkait permasalahan agama.<\/p>\n<p>Pelaku melempar tebakan siapa yang membuat Al-Quran.<\/p>\n<p>DR memberikan dua pilihan jawaban, yakni Tuhan atau manusia.<\/p>\n<p>Namun siapa sangka, dua tebakan berujung perdebatan itu membuat pelaku emosi.<\/p>\n<p><b>Tubuh KM dihujani tikaman<\/b><\/p>\n<p>La Ode kemudian membeberkan kronologi nahas yang melibatkan dua teman ini.<\/p>\n<p>Ia mengatakan, semua bermula saat KM berkunjung ke rumah DR pada Rabu (24\/7\/2024) sore.<\/p>\n<p>&#8220;Pada sekitar jam 15.00 Wita korban KM singgah di rumah saksi Rita Sita dengan tujuan membayar utang.<\/p>\n<p>&#8220;Pelaku DR kemudian mengajak korban untuk bersama mengkonsumsi miras di tempat tersebut,&#8221; urai La Ode, dikutip dari TribunnewsSultra.<\/p>\n<p>Diketahui, jarak rumah DR dengan lokasi pesta miras hanya berjarak 100 meter saja.<\/p>\n<p>Pelaku kemudian melemparkan dua tebak-tebakan kepada korban.<\/p>\n<p>Percakapan DR dan KM malah menjadi serius hingga berujung perdebatan.<\/p>\n<p>Karena tak bisa menjawab, KM memutuskan untuk pulang terlebih dahulu.<\/p>\n<p>Tidak disangka, DR ternyata dibuat emosi karena <a href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/tag\/debat\/\">Debat<\/a> dengan KM.<\/p>\n<p>DR lantas pulang ke rumah untuk mengambil senjata tajam jenis badik.<\/p>\n<p>Pelaku mengejar korban menggunakan sepeda motor.<\/p>\n<p>Korban pada akhirnya terpojok saat berada di sebuah gereja.<\/p>\n<p>Lokasinya di jalan poros Raha-Lakapera, Desa Labasa, Kecamatan Tongkuno, Kabupaten Muna.<\/p>\n<p>KM tidak bisa melarikan diri karena terhalang oleh pagar di lokasi kejadian.<\/p>\n<p>Tanpa basa-basi, DR langsung menghujani KM dengan tusukan badik.<\/p>\n<p>Dilaporkan pelaku menusuk korban sebanyak 15 kali.<\/p>\n<p>\u201cPelaku pergi ambil badik di rumahnya dan kemudian pergi kejar ini korban.&#8221;<\/p>\n<p>&#8220;Dia kejar korban. Setelah tiba di depan gereja, baru dia tikam, sebanyak 15 tikaman,\u201d ujar sahabat korban, Roy, dikutip dari Kompas.com.<\/p>\n<p>Pelaku kemudian meninggalkan korban yang tergeletak bersimah darah.<\/p>\n<p>Warga selanjutnya membawa korban untuk mendapatkan penanganan medis di Rumah Sakit Wakuru.<\/p>\n<p>Sayangnya takdir berkata lain, korban KM dinyatakan meninggal dunia.<\/p>\n<p><b>Sosok DR<\/b><\/p>\n<p>Informasi tambahan, sehari-hari DR bekerja sebagai buruh harian lepas.<\/p>\n<p>Ia kini telah diamankan bersama barang bukti berupa badik.<\/p>\n<p>Sementara jenazah korban sudah dimakamkan pada Kamis (15\/7\/2024) siang.<\/p>\n<p>KM sendiri tercatat sebagai warga, Desa Lakapera, Kecamatan Gu, Kabupaten Buton Tengah, Sulawesi Tenggara (Sultra)<\/p>\n<p><!--<span style=\"font-size: 14px; color: #999999;\"><em><b>Sumber:<\/b> <a target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\" style=\"color: #999999;\" href=\"https:\/\/www.BANDA ACEH\/2024\/07\/selain-tebakan-duluan-ayam-atau-telur.html\">Gelora <\/a><\/em><\/span>--><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BANDA ACEH &#8211; Kasus seorang pria tega bunuh teman gara-gara tebakan duluan ayam atau telur, viral di media sosial. Berdasarkan penelusuran Tribunnews.com, pembunuhan dipicu tebakan itu diunggah oleh sejumlah akun Instagram, seperti @fakta.indo. Akun tersebut mengunggah foto saat pelaku berinsisial DR digelandang ke kantor polisi. Pria asal Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara itu, ditangkap usai membunuh [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":370957,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","_disable_autopaging":false},"categories":[34],"tags":[274908,308324,308325,1420,167673],"series":[],"class_list":["post-370956","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nasional","tag-berita","tag-duluan-ayam-atau-telur","tag-pembuat-quran","tag-peristiwa","tag-quran"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/370956","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/comments?post=370956"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/370956\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media\/370957"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media?parent=370956"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/categories?post=370956"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/tags?post=370956"},{"taxonomy":"series","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/series?post=370956"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}