{"id":374491,"date":"2024-08-08T11:57:00","date_gmt":"2024-08-08T04:57:00","guid":{"rendered":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2024\/08\/08\/waketum-pkb-hanif-dhakiri-ultimatum-kader-nasdem-effendy-choirie-urus-lah-partaimu-sendiri\/"},"modified":"2024-08-08T12:35:11","modified_gmt":"2024-08-08T05:35:11","slug":"waketum-pkb-hanif-dhakiri-ultimatum-kader-nasdem-effendy-choirie-urus-lah-partaimu-sendiri","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2024\/08\/08\/waketum-pkb-hanif-dhakiri-ultimatum-kader-nasdem-effendy-choirie-urus-lah-partaimu-sendiri\/","title":{"rendered":"Waketum PKB Hanif Dhakiri Ultimatum Kader NasDem Effendy Choirie: Urus lah Partaimu Sendiri!"},"content":{"rendered":"<p><b>BANDA ACEH<\/b>\u00a0 &#8211; Wakil Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (<a href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/tag\/pkb\/\">PKB<\/a>) Hanif Dhakiri mengultimatum pengurus Partai <a href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/tag\/nasdem\/\">NasDem<\/a> Effendy Choirie untuk tidak ikut mengobok-obok PKB. Hanif menilai langkah Effendy dapat merusak hubungan antar partai.\u00a0<\/p>\n<p>&#8220;Mas Effendy Choirie kan pengurus Partai NasDem. Mbok uruslah partai sendiri. Ngapain ikut obok-obok PKB? Enggak etis itu! Bisa merusak hubungan antar partai,&#8221; ujarnya, Kamis (8\/8\/2024).\u00a0<\/p>\n<p>Menurut Hanif, perilaku Effendy yang mengobok-obok PKB bisa dilaporkan langsung kepada Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh.\u00a0<\/p>\n<p>\u00a0&#8220;Nanti kita laporkan ke Bang Suryo Paloh selaku Ketum NasDem. Biar dikenakan disiplin partai,&#8221; katanya. Menteri Ketenagakerjaan era Kabinet Kerja Presiden <a href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/tag\/jokowi\/\">Jokowi<\/a> itu juga mengamini pernyataan Effendy Choirie yang mengatakan PKB dan Nahdlatul Ulama (NU) tidak memiliki hubungan struktural.\u00a0 \u00a0<\/p>\n<p>Masing-masing memiliki kedaulatan organisasi, punya AD\/ART sendiri serta punya tugas dan tanggung jawab sendiri. Jadi ya jangan saling ganggu, jangan ada penyerobotan, harus saling menghormati.\u00a0<\/p>\n<p>Melawan hukum tuh kalau ada yang main serobot. Kan gitu. KH Ma&#8217;ruf Amin, Pak Wapres kita dan salah satu pendiri PKB juga menegaskan hal yang sama,&#8221; tegas Hanif. Hanif mengaku bingung melihat PBNU sekarang.\u00a0<\/p>\n<p>Bahkan, kata dia, boleh dikatakan PBNU sekarang aneh. Ia sama sekali tidak tahu apa salah PKB sehingga diperlakukan begini oleh Ketum PBNU Yahya Cholil Staquf dan Sekjen PBNU Saifullah Yusuf.<\/p>\n<p>\u00a0&#8220;Saya juga tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi dengan PBNU di bawah pimpinan mereka berdua hingga NU terbelit banyak masalah lalu marwah dan citranya jatuh di mata publik,&#8221; ungkap dia.\u00a0\u00a0<\/p>\n<p>Mantan Ketua Umum Garda Bangsa itu berkata Yahya dan Saiful rajin kampanye peradaban dan perdamaian, tapi memantik perpecahan antar sesama warga NU.\u00a0<\/p>\n<p>\u00a0&#8220;Katanya mau high politics tapi malah sibuk ngurusin <a href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/tag\/politik\/\">Politik<\/a> praktis dan mau ngerusak PKB. Ini kan paradoks dan ironis. Saya tidak bisa membayangkan sedihnya para muassis (pendiri) NU melihat kenyataan NU saat ini,&#8221; tandas Hanif<\/p>\n<p><!--<span style=\"font-size: 14px; color: #999999;\"><em><b>Sumber:<\/b> <a target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\" style=\"color: #999999;\" href=\"https:\/\/www.BANDA ACEH\/2024\/08\/waketum-pkb-hanif-dhakiri-ultimatum.html\">Gelora <\/a><\/em><\/span>--><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BANDA ACEH\u00a0 &#8211; Wakil Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Hanif Dhakiri mengultimatum pengurus Partai NasDem Effendy Choirie untuk tidak ikut mengobok-obok PKB. Hanif menilai langkah Effendy dapat merusak hubungan antar partai.\u00a0 &#8220;Mas Effendy Choirie kan pengurus Partai NasDem. Mbok uruslah partai sendiri. Ngapain ikut obok-obok PKB? Enggak etis itu! Bisa merusak hubungan antar partai,&#8221; [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":374492,"comment_status":"open","ping_status":"","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","_disable_autopaging":false},"categories":[34],"tags":[274908,1420,242],"series":[],"class_list":["post-374491","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nasional","tag-berita","tag-peristiwa","tag-politik"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/374491","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/comments?post=374491"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/374491\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media\/374492"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media?parent=374491"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/categories?post=374491"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/tags?post=374491"},{"taxonomy":"series","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/series?post=374491"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}