{"id":379127,"date":"2024-08-26T13:06:00","date_gmt":"2024-08-26T06:06:00","guid":{"rendered":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2024\/08\/26\/sematkan-raja-jawa-ke-jokowi-bahlil-tebar-ancaman\/"},"modified":"2024-08-26T21:43:43","modified_gmt":"2024-08-26T14:43:43","slug":"sematkan-raja-jawa-ke-jokowi-bahlil-tebar-ancaman","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2024\/08\/26\/sematkan-raja-jawa-ke-jokowi-bahlil-tebar-ancaman\/","title":{"rendered":"Sematkan Raja Jawa ke Jokowi, Bahlil Tebar Ancaman"},"content":{"rendered":"<p><b>BANDA ACEH<\/b> -Istilah &#8220;Raja Jawa&#8221; yang disematkan Ketua Umum Partai Golongan Karya (Golkar), Bahlil Lahadalia, kepada Presiden <a href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/tag\/joko-widodo\/\">Joko Widodo<\/a>, terindikasi sebagai ancaman terhadap elite-elite <a href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/tag\/politik\/\">Politik<\/a>.\u00a0<\/p>\n<p>Direktur Eksekutif Citra Institute, Yusak Farchan, menilai pernyataan Bahlil yang menyebut, &#8220;Jangan coba main-main dengan barang ini. Bisa celaka kita&#8221; setelah mengeluarkan istilah &#8220;Raja Jawa&#8221;, terindikasi adanya penekanan.\u00a0<\/p>\n<p>&#8220;Ini merefleksikan adanya sebuah ancaman, dalam tanda kutip, kalau tidak berkomitmen atau tidak mematuhi atau memusuhi Raja Jawa, bisa berakibat fatal,&#8221; ujar Yusak kepada RMOL, Senin (26\/8).\u00a0<\/p>\n<p>Di samping itu, Yusak juga memandang pernyataan Bahlil selanjutnya berupa imbauan kepada seluruh kader Partai Golkar. Di mana isinya meminta agar ke depan bisa lebih baik dengan mengeluarkan kata-kata &#8220;Kita harus lebih paten&#8221;, mengisyaratkan kepatuhan kepada Raja Jawa.\u00a0<\/p>\n<p>&#8220;Maknanya yang bisa ditangkap adalah bentuk komitmen atau kepatuhan dari Ketua Umum Golkar terpilih, yakni Bahlil, terhadap kepentingan-kepentingan Sang Raja Jawa itu,&#8221; tuturnya.\u00a0<\/p>\n<p>&#8220;Bisa jadi kepentingan elektoral ke depan, dalam hal ini karena Gibran sudah menjadi Wapres terpilih. Atau kepentingan politik yang lebih luas, yakni kepentingan <a href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/tag\/jokowi\/\">Jokowi<\/a> pascalengser dari presiden,&#8221; demikian Yusak.<\/p>\n<p><!--<span style=\"font-size: 14px; color: #999999;\"><em><b>Sumber:<\/b> <a target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\" style=\"color: #999999;\" href=\"https:\/\/www.BANDA ACEH\/2024\/08\/sematkan-raja-jawa-ke-jokowi-bahlil.html\">Gelora <\/a><\/em><\/span>--><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BANDA ACEH -Istilah &#8220;Raja Jawa&#8221; yang disematkan Ketua Umum Partai Golongan Karya (Golkar), Bahlil Lahadalia, kepada Presiden Joko Widodo, terindikasi sebagai ancaman terhadap elite-elite Politik.\u00a0 Direktur Eksekutif Citra Institute, Yusak Farchan, menilai pernyataan Bahlil yang menyebut, &#8220;Jangan coba main-main dengan barang ini. Bisa celaka kita&#8221; setelah mengeluarkan istilah &#8220;Raja Jawa&#8221;, terindikasi adanya penekanan.\u00a0 &#8220;Ini merefleksikan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":379128,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","_disable_autopaging":false},"categories":[34],"tags":[313602,68,94,242,1420,1645,12981,124744,274908,313601],"series":[],"class_list":["post-379127","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nasional","tag-bahlil-sebut-jokowi-raja-jawa","tag-headline","tag-jokowi","tag-politik","tag-peristiwa","tag-joko-widodo","tag-bahlil-lahadalia","tag-raja-jawa","tag-berita","tag-jokowi-raja-jawa"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/379127","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/comments?post=379127"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/379127\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media\/379128"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media?parent=379127"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/categories?post=379127"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/tags?post=379127"},{"taxonomy":"series","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/series?post=379127"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}