{"id":383817,"date":"2024-09-09T06:16:00","date_gmt":"2024-09-08T23:16:00","guid":{"rendered":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2024\/09\/09\/jusuf-kalla-kritik-keras-nadiem-jarang-ke-kantor-gerindra-lihat-dari-kapasitasnya\/"},"modified":"2024-09-09T07:50:08","modified_gmt":"2024-09-09T00:50:08","slug":"jusuf-kalla-kritik-keras-nadiem-jarang-ke-kantor-gerindra-lihat-dari-kapasitasnya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2024\/09\/09\/jusuf-kalla-kritik-keras-nadiem-jarang-ke-kantor-gerindra-lihat-dari-kapasitasnya\/","title":{"rendered":"Jusuf Kalla Kritik Keras Nadiem Jarang ke Kantor, Gerindra: Lihat dari Kapasitasnya"},"content":{"rendered":"<p>BANDA ACEH &#8211; Belakangan ini di media massa ramai memberitakan persoalan Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla (JK) yang kritik keras kinerja Mendikbudristek Nadiem Makarim.\u00a0<\/p>\n<p>Bahkan, kritikan JK itu menuai perhatian publik hingga komentar dari elite <a href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/tag\/politik\/\">Politik<\/a>, seperti Waketum Gerindra Rahayu Saraswati.<\/p>\n<p>&#8220;Semua calon-calon menteri, itu kenapa butuh waktu yang cukup lama karena pasti akan dilihat dari kapasitas, akan dilihat dari latar belakangnya full ya,&#8221; ujar Saras kepada wartawan di Jakarta Theater, Jakarta Pusat, Minggu (8\/9\/2024).<\/p>\n<p>Bahkan, dia menyampaikan, bahwa pemilihan menteri dipertimbangkan dari yang terbaik. Adapun sosok menteri <a href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/tag\/prabowo\/\">Prabowo<\/a>-Gibran nantinya harus bisa menggabungkan antara visi-misi, program, dan eksekusi.<\/p>\n<p>&#8220;Yang bagaimana harus yang terbaik yang bisa menggabungkan antara eksekusi, program, menangkap visi misi asta cita dan tentunya memahami bagaimana pemerintahan dari segi birokrasi itu harus berjalan,&#8221; ungkap Saras.<\/p>\n<p>Selain itu, dia menyebutkan, segala aspek harus dipertimbangkan dalam memilih menteri.\u00a0<\/p>\n<p>Kendati demikian, Saras tak ingin mengomentari lebih jauh kritik yang diberikan Jusuf Kalla ke Mendikbud Nadiem Makarim.<\/p>\n<p>&#8220;Semua itu harus dipertimbangkan ya, Siapa yang jadi (Mendikbud) kita nggak tahu, kita lihat aja. H-5 menit juga bisa berubah,&#8221; ungkap dia.<\/p>\n<p>&#8220;Kalau itu (kritik JK ke Nadiem) mungkin saya nggak bisa komentar,&#8221; pungkasnya.<\/p>\n<p>Sebelumnya diberitakan, JK menyentil kinerja Mendikbudristek Nadiem Makarim. JK menyebut Nadiem jarang mengecek permasalahan ke daerah-daerah dan jarang ke kantor.<\/p>\n<p>JK mulanya mengulas tokoh-tokoh pendidikan yang menjabat Kementerian Pendidikan RI. JK menyebutkan tokoh-tokoh itu memiliki latar belakang kuat di bidang pendidikan.\u00a0<\/p>\n<p>Dia juga mengulas menteri pendidikan terakhir sebelum Nadiem, <a href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/tag\/anies-baswedan\/\">Anies Baswedan<\/a>.<\/p>\n<p>JK lalu menyinggung kinerja Nadiem selama menjabat di Kemendikbudristek. Menurutnya, Nadiem tidak memiliki pengalaman di bidang pendidikan.<\/p>\n<p>&#8220;Ada kemudian Mas Nadiem, yang tidak punya pengalaman guru, bidang pendidikan, tidak pernah datang ke daerah, jarang ke kantor,&#8221; bebernya.<\/p>\n<p><!--<span style=\"font-size: 14px; color: #999999;\"><em><b>Sumber:<\/b> <a target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\" style=\"color: #999999;\" href=\"https:\/\/www.BANDA ACEH\/2024\/09\/jusuf-kalla-kritik-keras-nadiem-jarang.html\">Gelora <\/a><\/em><\/span>--><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BANDA ACEH &#8211; Belakangan ini di media massa ramai memberitakan persoalan Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla (JK) yang kritik keras kinerja Mendikbudristek Nadiem Makarim.\u00a0 Bahkan, kritikan JK itu menuai perhatian publik hingga komentar dari elite Politik, seperti Waketum Gerindra Rahayu Saraswati. &#8220;Semua calon-calon menteri, itu kenapa butuh waktu yang cukup lama karena pasti [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":383818,"comment_status":"open","ping_status":"","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","_disable_autopaging":false},"categories":[34],"tags":[274908,1420,242],"series":[],"class_list":["post-383817","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nasional","tag-berita","tag-peristiwa","tag-politik"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/383817","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/comments?post=383817"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/383817\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media\/383818"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media?parent=383817"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/categories?post=383817"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/tags?post=383817"},{"taxonomy":"series","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/series?post=383817"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}