{"id":385499,"date":"2024-09-15T10:42:00","date_gmt":"2024-09-15T03:42:00","guid":{"rendered":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2024\/09\/15\/sepak-bola-pon-2024-ternodai-dianggap-culas-wasit-utama-kena-bogem-mentah-pemain-sulteng\/"},"modified":"2024-09-15T11:10:16","modified_gmt":"2024-09-15T04:10:16","slug":"sepak-bola-pon-2024-ternodai-dianggap-culas-wasit-utama-kena-bogem-mentah-pemain-sulteng","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2024\/09\/15\/sepak-bola-pon-2024-ternodai-dianggap-culas-wasit-utama-kena-bogem-mentah-pemain-sulteng\/","title":{"rendered":"Sepak Bola PON 2024 Ternodai: Dianggap Culas, Wasit Utama Kena Bogem Mentah Pemain Sulteng"},"content":{"rendered":"<p><b>BANDA ACEH<\/b>\u00a0 &#8211; Noda hitam mewarnai penyelenggaraan PON XXI yang tengah berlangsung di Aceh-Sumut khususnya dari cabor sepak bola putra.<\/p>\n<p>Tepatnya dalam laga perempat final sepak bola PON XXI antara Aceh vs Sulteng, Sabtu (14\/9\/2024) tadi malam.<\/p>\n<p>Sorotan tajam tertuju pada profesionalitas dan kualitas kepemimpinan wasit dalam perebutan tiket semifinal tersebut.<\/p>\n<p>Diketahui, wasit yang memimpin laga kedua tim bernama Eko Agus Sugiharto yang berasal dari Oku Timur, Sumatera Selatan.<\/p>\n<p>Selama pertandingan, kepemimpinan wasit Eko Agus dianggap berat sebelah, di mana banyak keputusannya menguntungkan Aceh selaku tuan rumah PON XXI, sekaligus merugikan Sulteng.<\/p>\n<p>Drama utama terjadi pada 15 menit terakhir laga, di mana sang wasit memberikan dua kartu merah untuk pemain Sulteng pada menit 75 dan 84.<\/p>\n<p>Puncak ketegangan terjadi saat seorang pemain Aceh terjatuh di kotak penalti, dan wasit langsung menunjuk titik putih.<\/p>\n<p>Jika melihat tayangan ulang, pemain Aceh sebenarnya jatuh di kotak penalti bukan karena pelanggaran bek lawan, melainkan seperti diving.<\/p>\n<p>Hanya saja hal itu tampaknya tidak terlalu dihiraukan oleh sang wasit yang solid memutuskan memberi penalti ke Aceh.<\/p>\n<p>Keputusan kontroversial wasit itu memang terasa krusial khususnya bagi Sulteng mengingat waktu menunjukkan menit 90+6 alias penghujung laga.<\/p>\n<p>Di kala kondisi sudah unggul 0-1 namun bermain dengan sembilan pemain, Sulteng tentu hanya butuh beberapa menit untuk menyegel kemenangan.<\/p>\n<p>Hanya saja pada akhirnya, kemenangan Sulteng yang sudah di depan mata terancam buyar gegara keputusan wasit tersebut.<\/p>\n<p>Insiden tak terduga terjadi saat pemain Sulteng yang kesal dengan keputusan wasit mencoba memberikan pukulan bogem ke wajah sang pengadil lapangan saat menunjuk titik penalti hingga terjatuh.<\/p>\n<p>Bahkan sang wasit yang mendapat pukulan bogem itu tidak bisa melanjutkan pertandingan dan harus diganti wasit cadangan.<\/p>\n<p>Sementara, pemain yang melakukan bogem mentah ke wasit juga harus keluar karena diganjar kartu merah, Sulteng bermain 8 orang saja.<\/p>\n<p>Hadiah penalti pun juga tetap diberikan kepada Aceh, namun ternyata pemain tuan rumah gagal mengeksekusinya.<\/p>\n<p>Puncak dari drama ini terjadi saat wasit pengganti yang memimpin laga memberi hadiah penalti ke Aceh pada detik-detik akhir laga.<\/p>\n<p>Penalti diberikan oleh wasit setelah seorang pemain belakang Sulteng melakukan handsball.<\/p>\n<p>Kesempatan penalti kedua pada menit krusial pun akhirnya tak disia-siakan Aceh untuk menyamakan skor menjadi 1-1.<\/p>\n<p>Skor imbang 1-1 pun memaksa laga perempat final antara Aceh vs Sulteng dilanjutkan ke babak perpanjangan waktu.<\/p>\n<p>Hanya saja, tim Sulteng menolak melanjutkan laga karena merasa dizolimi oleh kepemimpinan wasit dalam laga ini.<\/p>\n<p>Keputusan Sulteng tidak melanjutkan laga membuat Aceh dinyatakan sebagai pemenang karena lawannya Walkout (WO).<\/p>\n<p>Kini, hasil laga Aceh vs Sulteng pun tengah berada dalam sorotan tajam dari berbagai pihak terutama yang berkepentingan.<\/p>\n<p><b>Respons Erick Thohir, Bakal Jatuhkan Vonis Berat<\/b><\/p>\n<p>Setelah mengetahui drama menegangkan yang mewarnai laga sepak bola PON XXI, Erick Thohir selaku Ketua Umum PSSI langsung bereaksi.<\/p>\n<p>Erick Thohir menganggap tindakan yang terjadi di laga Aceh vs Sulteng dalam ajang PON sangatlah memalukan.<\/p>\n<p>&#8220;Memalukan. Sangat memalukan. PSSI akan mengusut tuntas peristiwa ini dan akan menjatuhkan sanksi terberat. Tidak ada toleransi!&#8221; tegas Erick dikutip akun @pengamatsepakbola.<\/p>\n<p>Pria yang juga menjabat sebagai Menteri BUMN itu juga akan melakukan tindakan investigasi mendalam mengusut dugaan kecurangan dalam laga tersebut.<\/p>\n<p>Mulai dari kepemimpinan wasit sebagai pengadil lapangan hingga aksi bogem yang dilakukan pemain Sulteng.<\/p>\n<p>Sanksi berat pun sudah menanti pihak-pihak yang dianggap menodai marwah sepak bola Indonesia di PON XXI tersebut<\/p>\n<p><!--<span style=\"font-size: 14px; color: #999999;\"><em><b>Sumber:<\/b> <a target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\" style=\"color: #999999;\" href=\"https:\/\/www.BANDA ACEH\/2024\/09\/sepak-bola-pon-2024-ternodai-dianggap.html\">Gelora <\/a><\/em><\/span>--><\/p>\n<div class=\"pdfprnt-buttons pdfprnt-buttons-post pdfprnt-bottom-right\"><a href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/385499?print=print\" class=\"pdfprnt-button pdfprnt-button-print\" target=\"_blank\" ><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/apps\/pdf-print\/images\/print.png\" alt=\"image_print\" title=\"Print Content\" \/><\/a><\/div>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BANDA ACEH\u00a0 &#8211; Noda hitam mewarnai penyelenggaraan PON XXI yang tengah berlangsung di Aceh-Sumut khususnya dari cabor sepak bola putra. Tepatnya dalam laga perempat final sepak bola PON XXI antara Aceh vs Sulteng, Sabtu (14\/9\/2024) tadi malam. Sorotan tajam tertuju pada profesionalitas dan kualitas kepemimpinan wasit dalam perebutan tiket semifinal tersebut. Diketahui, wasit yang memimpin [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":385500,"comment_status":"open","ping_status":"","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_seopress_titles_title":"","_seopress_titles_desc":"","_seopress_robots_index":"","_seopress_robots_follow":"","_seopress_robots_imageindex":"","_seopress_robots_snippet":"","_seopress_robots_primary_cat":"","_seopress_robots_breadcrumbs":"","_seopress_robots_freeze_modified_date":"","_seopress_robots_custom_modified_date":"","_seopress_robots_canonical":"","_seopress_social_fb_title":"","_seopress_social_fb_desc":"","_seopress_social_fb_img":"","_seopress_social_fb_img_attachment_id":0,"_seopress_social_fb_img_width":0,"_seopress_social_fb_img_height":0,"_seopress_social_twitter_title":"","_seopress_social_twitter_desc":"","_seopress_social_twitter_img":"","_seopress_social_twitter_img_attachment_id":0,"_seopress_social_twitter_img_width":0,"_seopress_social_twitter_img_height":0,"_seopress_redirections_value":"","_seopress_redirections_enabled":"","_seopress_redirections_enabled_regex":"","_seopress_redirections_logged_status":"","_seopress_redirections_param":"","_seopress_redirections_type":0,"_seopress_analysis_target_kw":"","_seopress_news_disabled":"","_seopress_video_disabled":"","_seopress_video":[],"_seopress_pro_schemas_manual":[],"_seopress_pro_rich_snippets_disable_all":"","_seopress_pro_rich_snippets_disable":[],"_seopress_pro_schemas":[],"footnotes":"","_disable_autopaging":false},"categories":[34],"tags":[274908,1420,242],"series":[],"class_list":["post-385499","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nasional","tag-berita","tag-peristiwa","tag-politik"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/385499","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/comments?post=385499"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/385499\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media\/385500"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media?parent=385499"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/categories?post=385499"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/tags?post=385499"},{"taxonomy":"series","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/series?post=385499"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}