{"id":386834,"date":"2024-09-20T01:26:00","date_gmt":"2024-09-19T18:26:00","guid":{"rendered":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2024\/09\/20\/hrs-serukan-umat-asah-golok-norman-ini-jelas-jelas-upaya-untuk-menciptakan-ketakutan\/"},"modified":"2024-09-20T01:30:18","modified_gmt":"2024-09-19T18:30:18","slug":"hrs-serukan-umat-asah-golok-norman-ini-jelas-jelas-upaya-untuk-menciptakan-ketakutan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2024\/09\/20\/hrs-serukan-umat-asah-golok-norman-ini-jelas-jelas-upaya-untuk-menciptakan-ketakutan\/","title":{"rendered":"HRS Serukan Umat Asah Golok, Norman: Ini Jelas-jelas Upaya untuk Menciptakan Ketakutan"},"content":{"rendered":"<p><b>BANDA ACEH &#8211;\u00a0<\/b> Ketua Umum Perjuangan Rakyat Nusantara, Kanjeng Pangeran Norman, mengkritik statement Habib Rizieq Shihab (HRS) yang mengimbau warga Jakarta untuk mengasah golok dan tetap berada di rumah. Menyusul rencana aksi 20 ribu pasukan berani mati yang akan membela Presiden <a href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/tag\/joko-widodo\/\">Joko Widodo<\/a> dalam apel di Tugu Proklamasi.<\/p>\n<p>Bagi Norman seruan HRS tersebut tidak lebih dari \u201cmaling teriak maling.\u201d<\/p>\n<p>\u201cItu maling teriak maling. Situasinya baik-baik saja, tidak ada alasan orang harus mengasah parang. Ini jelas-jelas hanya upaya untuk menciptakan ketakutan. Orang pengen hidup damai, kok malah disuruh siap-siap perang,\u201d ujar Norman kepada media, Kamis (19\/9\/2024).<\/p>\n<p>Bahkan, lanjut Norman, ada banyak kejanggalan dalam rencana aksi aksi 22 September 2024 tersebut, termasuk keberadaan sosok Koordinator Pasukan, Sukodigdo Wardoyo, yang menurutnya fiktif. Sehingga seruan HRS tidaklah masuk akal.<\/p>\n<p>\u201cSampai sekarang, nama Sukodigdo tidak pernah muncul ke permukaan. Ini hanyalah propaganda yang berusaha memanfaatkan momen jelang pergantian kepemimpinan untuk menakut-nakuti masyarakat,\u201d tandasnya.<\/p>\n<p>Lebih lanjut, Norman juga menyentil pamflet bertajuk \u201cSiaga 1\u201d yang disebarkan oleh HRS dan laskar pendukungnya.<\/p>\n<p>Menurut Norman, upaya tersebut hanya propaganda untuk menciptakan kegaduhan <a href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/tag\/politik\/\">Politik<\/a> dengan mengangkat isu \u201cG 22 S\u201d yang kemudian dikaitkan dengan gerakan PKI.<\/p>\n<p>\u201cPublik juga tahu kalau HRS itu pangasong khilafah. Kalau saya bilang, ini adalah PKI gaya baru,\u201d kata Norman.<\/p>\n<p><!--<span style=\"font-size: 14px; color: #999999;\"><em><b>Sumber:<\/b> <a target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\" style=\"color: #999999;\" href=\"https:\/\/www.BANDA ACEH\/2024\/09\/hrs-serukan-umat-asah-golok-norman-ini.html\">Gelora <\/a><\/em><\/span>--><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BANDA ACEH &#8211;\u00a0 Ketua Umum Perjuangan Rakyat Nusantara, Kanjeng Pangeran Norman, mengkritik statement Habib Rizieq Shihab (HRS) yang mengimbau warga Jakarta untuk mengasah golok dan tetap berada di rumah. Menyusul rencana aksi 20 ribu pasukan berani mati yang akan membela Presiden Joko Widodo dalam apel di Tugu Proklamasi. Bagi Norman seruan HRS tersebut tidak lebih [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":386835,"comment_status":"open","ping_status":"","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","_disable_autopaging":false},"categories":[34],"tags":[242,1420,274908],"series":[],"class_list":["post-386834","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nasional","tag-politik","tag-peristiwa","tag-berita"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/386834","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/comments?post=386834"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/386834\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media\/386835"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media?parent=386834"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/categories?post=386834"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/tags?post=386834"},{"taxonomy":"series","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/series?post=386834"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}