{"id":389516,"date":"2024-09-30T14:12:00","date_gmt":"2024-09-30T07:12:00","guid":{"rendered":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2024\/09\/30\/ayah-korban-ungkap-firasat-tak-enak-sebelum-dapat-kabar-wanita-tewas-di-lemari\/"},"modified":"2024-09-30T21:09:38","modified_gmt":"2024-09-30T14:09:38","slug":"ayah-korban-ungkap-firasat-tak-enak-sebelum-dapat-kabar-wanita-tewas-di-lemari","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2024\/09\/30\/ayah-korban-ungkap-firasat-tak-enak-sebelum-dapat-kabar-wanita-tewas-di-lemari\/","title":{"rendered":"Ayah Korban Ungkap Firasat Tak Enak sebelum Dapat Kabar Wanita Tewas di Lemari"},"content":{"rendered":"<p><b>BANDA ACEH<\/b> &#8211; Terjadi kasus dugaan pembunuhan terhadap wanita berinisial RW (30) yang mayatnya ditemukan di dalam lemari pakaian di kamar kos, tepatnya di Kelurahan Pakuan Baru, Kecamatan Jambi Selatan, Jambi, Rabu (25\/9\/2024) malam.<\/p>\n<p>Adapun korban adalah salah satu penghuni kos tersebut. Ia merupakan warga Serang, Banten.<\/p>\n<p>Ismed Kaisar (58), ayah korban, mengaku sempat berfirasat tak enak terhadap anaknya sebelum ditemukan meninggal dunia.<\/p>\n<p>Warga Kampung Nengger, Desa Batu Kuwung, Kecamatan Padang Rincang, Kabupaten Serang, Provinsi Banten ini datang ke Jambi karena mendapatkan kabar duka.\u00a0<\/p>\n<p>&#8220;Sebelum anak saya meninggal dunia, sempat ada firasat, namun saya hiraukan saja,&#8221; kata Ismed di Mapolsek Jambi Selatan, Jumat (27\/9\/2024), dilansir TribunJambi.com.<\/p>\n<p>Ia mengatakan, firasat itu seperti ada burung masuk ke kamar di kampung halaman pada satu pekan sebelum kejadian.<\/p>\n<p>Tak lama berselang, Ismed memperoleh kabar bahwa anaknya meninggal dunia.<\/p>\n<p>&#8220;Salah satu firasat tersebut seperti burung datang masuk ke kamar rumah di kampung halaman Banten dan setelah itu pergi lagi,&#8221; jelasnya.<\/p>\n<p>Firasat lain yang didapatnya, yakni adanya komunikasi aneh antara korban dengan adik korban lewat WhatsApp. Di mana korban mengaku sedang pusing kepada adiknya.<\/p>\n<p>&#8220;Tidak hanya itu, sebelumnya juga almarhum anak saya ada komunikasi kepada keluarga di Banten seperti ia ada kena ancam,&#8221; tuturnya.<\/p>\n<p>Adik korban yang bernama Daia Salsabila (20) yang turut datang ke Kota Jambi menemani ayahnya mengatakan, sehari sebelum korban meninggal, dirinya sempat berkomunikasi singkat dengan sang kakak.<\/p>\n<p>Komunikasi itu terjadi pada Selasa, 24 September 2024. Ia menanyakan kabar kakaknya pada sore hari, tetapi baru dibalas pada malam hari.<\/p>\n<p>&#8220;Selasa sore saya tanya kabar teteh tepat sekitar 17.00 WIB, namun tidak dijawab.&#8221;\u00a0<\/p>\n<p>&#8220;Dan sekitar jam 19.30 WIB, teteh baru menjawab dengan singkat, yaitu saya lagi pusing dan setelah tidak ada jawaban lagi,&#8221; ungkapnya.<\/p>\n<h2 style=\"text-align: left;\">Harapan Ayah Korban<\/h2>\n<p>Ismed Kaisar datang dari Banten ke Kota Jambi demi melihat jenazah anaknya.<\/p>\n<p>Ia berharap, anaknya diautopsi supaya diketahui secara pasti penyebab kematiannya.<\/p>\n<p>&#8220;Saya berharap anak saya diautopsi demi mengetahui penyebab meninggalnya putri saya tersebut,&#8221; kata Ismed Kaisar, Jumat (27\/9\/2024).<\/p>\n<p>Ia mengetahui korban meninggal setelah ditelepon teman anaknya.<\/p>\n<p>Ismed terkejut melihat korban meninggal secara tak wajar di dalam lemari.<\/p>\n<p>Pihak keluarga di Banten langsung menangis karena tidak terima anaknya meninggal secara sadis.<\/p>\n<p>&#8220;Saya tidak menyangka ini bisa terjadi meninggal secara tidak wajar,&#8221; tutur Ismed.<\/p>\n<p>Ia menilai, anaknya pasti dibunuh orang tak bertanggung jawab.\u00a0<\/p>\n<p>Ismed berharap penegak hukum menangkap pelaku pembunuh anaknya dan pelaku dihukum yang seadil-adilnya.<\/p>\n<p>Ia juga ingin mengetahui motif di balik tewasnya RW sampai dimasukkan ke dalam lemari dengan kondisi tangan terikat dan mulut disumpal pakaian.<\/p>\n<p>Ismed hanya bisa menyerahkan kepada kepolisian agar anaknya diautopsi.<\/p>\n<p>&#8220;Saya tahu anak saya meninggal tepat Rabu magrib dan saya langsung bergegas ke Jambi bersama saudara demi ketemu anak saya,&#8221; ungkapnya.<\/p>\n<h2 style=\"text-align: left;\">Korban Hendak Balik Kampung<\/h2>\n<p>Diberitakan sebelumnya, Kasubdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jambi, Muhamad Aulia Nasution, telah menjelaskan awal mula tubuh RW ditemukan dalam kondisi tak bernyawa.<\/p>\n<p>&#8220;Jadi teman-teman korban sempat mencari tahu keberadaan korban dengan cara berkomunikasi lewat HP.&#8221;<\/p>\n<p>&#8220;Namun, karena HP korban tidak aktif, teman korban pun merasa ada yang aneh sehingga mencari tahu sampai ke kos korban,&#8221; jelasnya, Kamis (26\/9\/2024).<\/p>\n<p>Berdasarkan keterangan teman korban, RW sempat berkomunikasi bahwa hendak balik kampung halaman.<\/p>\n<p>Namun, saat teman korban ingin kembali mengomunikasikan hal tersebut, ponsel korban tak aktif lagi.<\/p>\n<p>&#8220;Dari keterangan teman korban, (Resti) sempat mau balik kampung halaman.&#8221;<\/p>\n<p>&#8220;Namun nahas, korban malah ditemukan meninggal mengenaskan dalam lemari yang saat ini masih dalam penyelidikan,&#8221; ucap Aulia.<\/p>\n<p><!--<span style=\"font-size: 14px; color: #999999;\"><em><b>Sumber:<\/b> <a target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\" style=\"color: #999999;\" href=\"https:\/\/www.BANDA ACEH\/2024\/09\/ayah-korban-ungkap-firasat-tak-enak.html\">Gelora <\/a><\/em><\/span>--><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BANDA ACEH &#8211; Terjadi kasus dugaan pembunuhan terhadap wanita berinisial RW (30) yang mayatnya ditemukan di dalam lemari pakaian di kamar kos, tepatnya di Kelurahan Pakuan Baru, Kecamatan Jambi Selatan, Jambi, Rabu (25\/9\/2024) malam. Adapun korban adalah salah satu penghuni kos tersebut. Ia merupakan warga Serang, Banten. Ismed Kaisar (58), ayah korban, mengaku sempat berfirasat [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":389517,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","_disable_autopaging":false},"categories":[34],"tags":[243,1420,274908],"series":[],"class_list":["post-389516","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nasional","tag-hukum","tag-peristiwa","tag-berita"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/389516","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/comments?post=389516"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/389516\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media\/389517"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media?parent=389516"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/categories?post=389516"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/tags?post=389516"},{"taxonomy":"series","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/series?post=389516"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}