{"id":390479,"date":"2024-10-05T08:02:00","date_gmt":"2024-10-05T01:02:00","guid":{"rendered":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2024\/10\/05\/ternyata-ada-5-santri-kena-oles-adonan-cabai-di-mulut-dan-badan-hasil-racikan-istri-pimpinan-ponpes-di-aceh\/"},"modified":"2024-10-05T18:03:34","modified_gmt":"2024-10-05T11:03:34","slug":"ternyata-ada-5-santri-kena-oles-adonan-cabai-di-mulut-dan-badan-hasil-racikan-istri-pimpinan-ponpes-di-aceh-barat","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2024\/10\/05\/ternyata-ada-5-santri-kena-oles-adonan-cabai-di-mulut-dan-badan-hasil-racikan-istri-pimpinan-ponpes-di-aceh-barat\/","title":{"rendered":"Ternyata Ada 5 Santri Kena Oles Adonan Cabai di Mulut dan Badan Hasil Racikan Istri Pimpinan Ponpes di Aceh Barat"},"content":{"rendered":"<p><b>MEULABOH<\/b>\u00a0 &#8211; Kelakuan istri pimpinan <a title=\"ponpes\" href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/tag\/ponpes\/\">ponpes<\/a> di <a title=\"Aceh Barat\" href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/tag\/aceh-barat\/\">Aceh Barat<\/a> terus dikuliti. Ternyata total ada lima santri yang kena oles adonan <a title=\"cabai\" href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/tag\/cabai\/\">cabai<\/a> hasil racikan istri pimpinan ponpes di Aceh Barat itu.<\/p>\n<p>Empat santri kena oles adonan cabai di mulut dan satu satri lagi yang kisahnya viral, M (15) kena oles adonan cabai di badan hingga rambutnya digunduli.<\/p>\n<p>Fakta baru ini keluar dari mulut ibu korban M (15), Marnita Pante.<\/p>\n<p>Seperti diketahui, M disiram air cabai oleh istri pimpinan pesantren di Aceh.<\/p>\n<p>M yang disiram pakai air cabai pun menjerit kepanasan sampai memasukkan tubuhnya ke bak mandi.<\/p>\n<p>Terkini, sang ibu mengungkap kondisi anaknya yang kini trauma.<\/p>\n<p>\u201cKejadian ini membuat anak saya menjadi trauma akibat dugaan kekerasan yang dilakukan oleh NN istri dari pimpinan Pesantren tersebut, \u201c kata Marnita ibu M, dilansir Tribun-medan.com, Jumat (4\/10\/2024).<\/p>\n<p>Akibat penyiraman air cabai yang diduga dilakukan oleh NN, korban mengalami rasa panas dan kesakitan di tubuhnya.<\/p>\n<p>Keluarga kemudian menjemput korban untuk dirawat oleh neneknya.<\/p>\n<p>Marnita juga mendapatkan cerita dari sang anak, sebetulnya ada 4 santri lainnya yang juga menerima hukuman.<\/p>\n<p>Namun, mereka tidak digunduli dan hanya diolesi cabai di bagian mulut.<\/p>\n<p>&#8220;Dicukur rambut dia (hanya korban) seorang diri, dan diolesi cabai di mulut dan di badan.&#8221;<\/p>\n<p>&#8220;Ada 4 santri\u00a0 yang kena (hukuman) hanya sebatas diolesi cabai di bibir saja, mereka tidak dicukur rambut karena tidak melakukan kesalahan yang sama seperti yang anak saya lakukan,&#8221; urai Marnita.<\/p>\n<p>Sebelumnya viral di media sosial, video seorang santri di Aceh Barat merintih kesakitan lantaran disiram air cabai.<\/p>\n<p>Santri ini mengalami penyiksaan berupa penyiraman air cabai dan pencukuran rambut sebagai bentuk hukuman karena ketahuan merokok.<\/p>\n<p>Akibat kejadian tersebut Teuku mengalami bengkak-bengkak di bagian tubuh akibat disiram dengan air cabai dan kini dirawat di rumah neneknya.<\/p>\n<p>Sebelumnya Marnita Pante juga mengungkap kekejaman istri pimpinan Ponpes tersebut.<\/p>\n<p>Sang ibu M mengakui anaknya dihukum karena melanggar larangan ponpes soal merokok.<\/p>\n<p>Namun demikian, hukuman biasanya berupa mencukur rambut santri, tidak sampai disiram air cabai.<\/p>\n<p>&#8220;Memang ada hukuman, tapi (biasanya) hanya sebatas dicukur rambutnya. Bukan mengolesi cabai di mulut dan di badannya,&#8221; ujarnya dikutip dari <em>Tribunnews<\/em>, Jumat (4\/10\/2024).<\/p>\n<p>Marnita melanjutkan ceritanya, ia pertama kali mengetahui anaknya disiram air capai saat korban pulang ke rumah dengan kondisi menangis.<\/p>\n<p>&#8220;Dia berlari di jalan sambil nangis, teriak bahwa badannya terasa perih karena diolesi cabai oleh uminya (pelaku, red),&#8221; lanjutnya.<\/p>\n<p>Marnita menambahkan, setelah kejadian, dirinya sempat meminta penjelasan dari pihak ponpes.<\/p>\n<p>Ia mendapatkan jawaban jika hukuman yang diberikan demi kebaikan korban sendiri.<\/p>\n<p>&#8220;Saya bilang ke (ponpes): &#8216;Kenapa anak saya harus diolesi cabai dengan cara mengikat anak saya,&#8221; kata Marnita menirukan percakapannya dengan pihak ponpes.<\/p>\n<p>Akan tetapi, orang tua korban tidak mendapatkan alasan jelas kenapa anaknya dihukum sedemikian rupa.<\/p>\n<h4>Detik-detik Anaknya Diolesi Cabai<\/h4>\n<p>Selain itu, ia juga membeberkan detik-detik anaknya diolesi cabai.<\/p>\n<p>Semua bermula saat korban ketahuan merokok.<\/p>\n<p>Ia kemudian dikumpulkan dengan empat santri lainnya.<\/p>\n<p>Korban lalu dicukur rambutnya hingga botak.<\/p>\n<p>Istri pimpinan ponpes juga sempat mencubit pipi kanan dan kiri korban.<\/p>\n<p>&#8220;Kemudian ada ancaman dari umi. Habis itu tangan korban diikat,&#8221; beber Marnita.<\/p>\n<p>Pelaku meninggalkan korban sebentar untuk kembali ke rumah untuk memblender cabai.<\/p>\n<p>Pelaku kemudian membawa adonan cabai dengan plastik untuk dioleskan ke tubuh korban.<\/p>\n<p>&#8220;Habis itu anak saya diberdirikan di tiang, baru diolesi cabai di mulut dan badan dia,&#8221; kata dia.<\/p>\n<p>Di akhir pernyataan, Marnita sudah sering menerima laporan istri pimpinan ponpes melakukan kekerasan ke santri-santrinya.<\/p>\n<p>Oleh karenanya, ia berharap ada penyelesaian masalah secara baik antara keluarga korban dengan pihak ponpes.<\/p>\n<p>&#8220;Banyak yang sudah mengatakan ada melakukan kekerasan seperti itu.&#8221;<\/p>\n<p>&#8220;Sebagai orang tua saya ingin yang terbaik, misalnya gimana keluarga dan pihak ponpes nantinya,&#8221; tutup Marnita.[]<\/p>\n<p><!--<span style=\"font-size: 14px; color: #999999;\"><em><b>Sumber:<\/b> <a target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\" style=\"color: #999999;\" href=\"https:\/\/www.BANDA ACEH\/2024\/10\/ternyata-ada-5-santri-kena-oles-adonan.html\">Gelora <\/a><\/em><\/span>--><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kelakuan istri pimpinan ponpes di Aceh Barat terus dikuliti. Ternyata total ada lima santri yang kena oles adonan cabai hasil racikan istri pimpinan ponpes di Aceh tersebut.<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":390480,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","_disable_autopaging":false},"categories":[35],"tags":[89,274908,33508,68,243,6246,316712,1420,13376,316711],"series":[],"class_list":["post-390479","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-aceh","tag-aceh-barat","tag-berita","tag-cabai","tag-headline","tag-hukum","tag-kekerasan-pada-anak","tag-penganiayaan-kepada-anak","tag-peristiwa","tag-ponpes","tag-santri-ponpes-di-aceh-barat"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/390479","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/comments?post=390479"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/390479\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media\/390480"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media?parent=390479"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/categories?post=390479"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/tags?post=390479"},{"taxonomy":"series","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/series?post=390479"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}