{"id":394856,"date":"2024-10-28T08:19:00","date_gmt":"2024-10-28T01:19:00","guid":{"rendered":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2024\/10\/28\/pukul-murid-pakai-sapu-lidi-guru-di-muna-sultra-jadi-tersangka-keluarga-korban-tolak-mediasi\/"},"modified":"2024-10-28T09:30:10","modified_gmt":"2024-10-28T02:30:10","slug":"pukul-murid-pakai-sapu-lidi-guru-di-muna-sultra-jadi-tersangka-keluarga-korban-tolak-mediasi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2024\/10\/28\/pukul-murid-pakai-sapu-lidi-guru-di-muna-sultra-jadi-tersangka-keluarga-korban-tolak-mediasi\/","title":{"rendered":"Pukul Murid Pakai Sapu Lidi, Guru di Muna Sultra Jadi Tersangka, Keluarga Korban Tolak Mediasi"},"content":{"rendered":"<p><b>BANDA ACEH<\/b>\u00a0 &#8211; Guru agama berinisial A di Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara (Sultra) jadi tersangka kasus dugaan kekerasan ke murid SDN 1 Towea, Muna, Sultra.<\/p>\n<p>Kasi Humas Polres Muna, Ipda Ahmad dikonfirmasi menjelaskan dugaan kekerasan A terhadap murid kelas 5 berinisial LMEG terjadi di depan pintu ruangan kelas, Jumat (4\/10\/2024) lalu.<\/p>\n<p>&#8220;Guru SDN 1 Towea inisial A dilapor setelah memukul siswanya dengan sapu lidi,&#8221; katanya.<\/p>\n<p>Menurut Ahmad berdasarkan keterangan A, korban tidak ikut kerja bakti.<\/p>\n<p>&#8220;Keterangan A (guru), korban tidak ikut kerja bakti sehingga ia mengayunkan sapu lidi. Saat itu siswa (korban) inisial LMEG spontan menunduk untuk menghindar. Sehingga sapu mengenai pipinya,&#8221; ungkapnya.<\/p>\n<p>&#8220;A sudah ditetapkan tersangka, namun tidak ditahan, sampai saat ini masih diupayakan mediasi,&#8221; beber Ahmad.<\/p>\n<p>Ahmad menerangkan, sudah beberapa kali mediasi, namun keluarga korban masih menolak.<\/p>\n<p>Sementara itu, guru A menceritakan kejadian ini berlangsung pagi hari. Ketika para murid diperintahkan bersih-bersih sekolah.<\/p>\n<p>Di hari tersebut, guru A mendapatkan piket pagi. Sebelum masuk kelas, ia memerintahkan murid-murid kerja bakti.<\/p>\n<p>&#8220;Suruh anak-anak menyapu dari belakang ke depan. (Korban) sembunyi di belakang pintu kelas.&#8221;<\/p>\n<p>&#8220;Iya, dia (korban) lari-larikan (tidak ingin disuruh),&#8221; ujarnya mengutip Instagram @wunainfo1.<\/p>\n<p>Terkait dugaan pemukulan memakai sapu lidi, menurut A dilakukan secara tak sengaja.<\/p>\n<p>&#8220;Karena tidak sadar, mungkin sudah musibah. Saya ayunkan sapu kena kepalanya,&#8221; kata guru agama tersebut.<\/p>\n<p>Setelah kejadian, si korban kemudian melaporkan aksi pemukulan ke ibunya. Lalu orang tuanya pun mendatangi sekolah.<\/p>\n<p>&#8220;Datang orangtuanya tidak dipertemukan dengan saya, dengan alasan saya pulang katanya di rumah.&#8221;<\/p>\n<p>&#8220;Mungkin di situ sakit hatinya kenapa ini masalah tidak diselesaikan. Saya di kelas 6 saat orangtuanya datang,&#8221; ungkap A.<\/p>\n<p>Kini A terancam masuk bui, jika kasus tersebut tak berakhir damai. Sehingga kejadian seperti guru di Konawe Selatan menimpa Supriyani akan terulang<\/p>\n<p><!--<span style=\"font-size: 14px; color: #999999;\"><em><b>Sumber:<\/b> <a target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\" style=\"color: #999999;\" href=\"https:\/\/www.BANDA ACEH\/2024\/10\/pukul-murid-pakai-sapu-lidi-guru-di.html\">Gelora <\/a><\/em><\/span>--><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BANDA ACEH\u00a0 &#8211; Guru agama berinisial A di Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara (Sultra) jadi tersangka kasus dugaan kekerasan ke murid SDN 1 Towea, Muna, Sultra. Kasi Humas Polres Muna, Ipda Ahmad dikonfirmasi menjelaskan dugaan kekerasan A terhadap murid kelas 5 berinisial LMEG terjadi di depan pintu ruangan kelas, Jumat (4\/10\/2024) lalu. &#8220;Guru SDN 1 Towea [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":394857,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","_disable_autopaging":false},"categories":[60],"tags":[243,1420,274908],"series":[],"class_list":["post-394856","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-edukasi","tag-hukum","tag-peristiwa","tag-berita"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/394856","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/comments?post=394856"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/394856\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media\/394857"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media?parent=394856"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/categories?post=394856"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/tags?post=394856"},{"taxonomy":"series","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/series?post=394856"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}