{"id":394915,"date":"2024-10-28T11:57:00","date_gmt":"2024-10-28T04:57:00","guid":{"rendered":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2024\/10\/28\/viral-3-siswa-sd-it-di-pandeglang-banten-diusir-dari-sekolah-tunggak-spp-rp-42-juta\/"},"modified":"2024-10-28T12:26:54","modified_gmt":"2024-10-28T05:26:54","slug":"viral-3-siswa-sd-it-di-pandeglang-banten-diusir-dari-sekolah-tunggak-spp-rp-42-juta","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2024\/10\/28\/viral-3-siswa-sd-it-di-pandeglang-banten-diusir-dari-sekolah-tunggak-spp-rp-42-juta\/","title":{"rendered":"Viral 3 Siswa SD IT di Pandeglang Banten Diusir dari Sekolah, Tunggak SPP Rp 42 Juta"},"content":{"rendered":"<p><b>BANDA ACEH<\/b>\u00a0 &#8211; Viral tiga siswa SD IT di Pandeglang, Banten diusir dari sekolah, gara-gara menunggak bayar uang bulanan atau SPP.<\/p>\n<p>Padahal ketiganya merupakan siswa berprestasi.\u00a0<\/p>\n<p>Tak main-main, jumlah pembayaran SPP yang tertunggal ketiga siswa SD tersebut senilai Rp 42 juta.<\/p>\n<p>\u00a0Peristiwa ini terjadi Pandeglang, Provinsi Banten.<\/p>\n<p>Ketiga siswa SD itu sekolah di SDIT Insan Cedekia Mathlaul Anwar (ICMA) Yayasan Islamic Centre Herwansyah Kampung Kadasuluh, Desa Karyasari, Kecamatan Cikeudal, Kabupaten Pandeglang, Banten.<\/p>\n<p>Saat kejadian, ketiga siswa SD itu dipulangkan paksa dengan diantar ke rumahnya di Menes, Banten.<\/p>\n<p>Ketiga siswa SD itu adalah M Faeyza Athalla Febrian, M Farraz Athilla Ahza juara dan M Fathan Atharva Ghazi.<\/p>\n<p>Ya, ketiganya adalah kakak beradik, anak dari pasangan Defi Fitriani dan Muhammad Fahat.<\/p>\n<p>Saat dipulangkan dari sekolah, Faraz, Fathan, dan Faeyza menangis sesenggukan.<\/p>\n<p>Pasalnya ketiganya diduga dipulangkan paksa oleh gurunya saat sedang belajar di sekolah.<\/p>\n<p>Sang ibu 3 siswa SD, Defi Fitriani mengungkap bahwa ketiga anaknya diusir dari sekolah atas perintah dari pimpinan yayasan.<\/p>\n<p>&#8220;Atas intruksi pembina yayasan,&#8221; ujar Defi, dikutip dari TribunBogor, Minggu (27\/10\/2024).<\/p>\n<p>Defi dan Fahat mengakui mereka menunggak bayaran sekolah atau SPP sebesar Rp 42 juta.<\/p>\n<p>Namun, ia menyayangkan ketiga anaknya diusir dari sekolah saat sedang aktif belajar.<\/p>\n<p>&#8220;Diantar pas jam mereka aktif yah, lagi belajar. Dipualngkan paksa,&#8221; ujar Defi Fitriani.<\/p>\n<p>&#8220;Yang mengantarkannya guru kelas 2 orang, bagian kesiswaan dan sopir dari sekolah,&#8221; tambahnya.<\/p>\n<p>Sementara itu Faeyza (11) yang kini duduk di kelas 6 mengungkap kejadian pengusiran dirinya dan kedua saudaranya dari sekolah.<\/p>\n<p>Ia bahkan mengungkap ucapan pimpinan yayasan saat mengusirnya dari sekolah.<\/p>\n<p>Ia sempat disindir oleh pemilik yayasan sekolah sebelum diusir.<\/p>\n<p>&#8220;Ngapain ini sekolah lagi, belum bayar SPP juga, sudah banyak tagihannya,&#8221; ujar sang siswa SD tersebut.<\/p>\n<p>&#8220;Itu yang ngomong siapa?&#8221; tanya pewarta.<\/p>\n<p>&#8220;Yang punya sekolahnya. Bukan (kepala sekolah),&#8221; ujar sang siswa SD.<\/p>\n<p>Setelah kejadian itu, sebagai seorang ibu Defi Fitriani mengaku syok sekaligus sedih atas nasib yang dialami anak-anaknya.<\/p>\n<p>Defi juga mengungkap betapa hancurnya hati 3 anaknya itu karena tak bisa lagi melanjutkan sekolah.<\/p>\n<p>Terlebih anak pertama Defi kini sudah kelas 6 SD.<\/p>\n<p>Sebentar lagi ia akan mengikuti ujian akhir untuk bisa melangkah ke jenjang pendidikan SMP.<\/p>\n<p>&#8220;Sedih, hancur yah, orang tua mana yang bisa melihat anak lagi senang belajar tiba-tiba dipulangkan paksa, perasaan saya hancur,&#8221; ungkap Defi.<\/p>\n<p>Begitu juga dengan kondisi 3 siswa SD Pandeglang tersebut. Setelah guru yang mengantarnya pulang, mereka menangis sesenggukan.<\/p>\n<p>&#8220;Setelah guru pulang mereka ikut nangis. Mereka tanya kapan bisa sekolah lagi,&#8221; ungkap Defi.<\/p>\n<p><b>Profesi Sang Ayah<\/b><\/p>\n<p>Diketahui alasan 3 siswa SD kakak beradik itu diusir dari sekolah karena menunggak biaya SPP hingga Rp 42 juta.<\/p>\n<p>Sontak hal itu pun membuat profesi ayah ketiga siswa SD itu jadi sorotan.<\/p>\n<p>Setelah ketiga anaknya diusir, sang ayah, Muhammad Fahat tak bisa berbuat apa-apa.<\/p>\n<p>Sebab Fahat memang menyadari bahwa ia tidak mampu membayar tunggakan SPP senilai puluhan juta tersebut.<\/p>\n<p>&#8220;Dari mereka (pihak yayasan) alasannya karena ada tunggakan pembiayaan, sekitar Rp 42 juta untuk tiga anak,&#8221; ujar Fahat.<\/p>\n<p>Fahat, Sosok Ayah dari 3 Siswa SD Pandeglang Diusir dari Sekolah, anaknya menunggak bayar SPP Rp 42 juta<\/p>\n<p>Alih-alih mengungkap alasan tak bisa membayar tunggakan bayaran SPP anaknaya, Fahat pun mengurai pekerjaan dan profesinya sehari-hari.<\/p>\n<p>Berani menyekolahkan anaknya di sekolah swasta ternama, Fahat nyatanya hanya seorang buruh serabutan.<\/p>\n<p>Diungkap Fahat, penghasilannya hanya cukup untuk makan saja.<\/p>\n<p>&#8220;Dari mana (uang)? kerja aja sekarang serabutan. Cukup buat sehari-hari aja sudah alhamdulillah. Apalagi untuk melunasi pembiayaan itu,&#8221; ujar Fahat.<\/p>\n<p><b>Siswa Berprestasi<\/b><\/p>\n<p>Setelah kejadian pengusiran itu, Defi Fitriani, ibu ketiga siswa SD itu tampaknya belum menerima dikeluarkan dari sekolah.<\/p>\n<p>Sebab Defi mengaku bahwa anak-anaknya adalah sosok yang cerdas dan berprestasi.<\/p>\n<p>Ia mengungkap anaknya yang pertama adalah penghafal Al Quran hingga hafal 30 juz dan telah diwisuda bahkan mendapat predikat terbaik.<\/p>\n<p>Selain itu anaknya yang kedua juga sama-sama penghafal Al Quran.<\/p>\n<p>Namun, karena diusir dari sekolah, anaknya tersebut yang sudah hafal Al Quran itu pun seharusnya diwisuda.<\/p>\n<p>&#8220;Untuk yang kedua pun waktu dinonaktifin harusnya ikut wisuda juz 30 juta cuma karena dinonaktifin jadi enggak (wisuda),&#8221; beber Defi.<\/p>\n<p>Lebih lanjut Defi mengungkap bahwa anak keduanya juga punya ketertarikan lebih di bidang matematika.<\/p>\n<p>Selain itu, ketiga anaknya punya prestasi gemilang di bidang agama.<\/p>\n<p>&#8220;Banyak prestasinya untuk anak kedua matematikanya menonjol. Anak ketiga dari tilawatil sempat dapat predikat tilawatil terbaik. Alhamdulillah anak-anak saya berprestasi di sekolah,&#8221; ungkap Defi.<\/p>\n<p>Sementara itu, kasus 3 siswa SD diusir dari sekolah ini hingga kini belum mendapat kejelasan.<\/p>\n<p>Hingga artikel ini dimuat pihak sekolah pun belum memberikan klarifikasi atas tindakan pengusiran tiga siswanya tersebut<\/p>\n<p><!--<span style=\"font-size: 14px; color: #999999;\"><em><b>Sumber:<\/b> <a target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\" style=\"color: #999999;\" href=\"https:\/\/www.BANDA ACEH\/2024\/10\/viral-3-siswa-sd-it-di-pandeglang.html\">Gelora <\/a><\/em><\/span>--><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BANDA ACEH\u00a0 &#8211; Viral tiga siswa SD IT di Pandeglang, Banten diusir dari sekolah, gara-gara menunggak bayar uang bulanan atau SPP. Padahal ketiganya merupakan siswa berprestasi.\u00a0 Tak main-main, jumlah pembayaran SPP yang tertunggal ketiga siswa SD tersebut senilai Rp 42 juta. \u00a0Peristiwa ini terjadi Pandeglang, Provinsi Banten. Ketiga siswa SD itu sekolah di SDIT Insan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":394916,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","_disable_autopaging":false},"categories":[60],"tags":[163295,274908,317565,317566,1338,1420],"series":[],"class_list":["post-394915","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-edukasi","tag-pandeglang","tag-berita","tag-siswa-sd-it","tag-siswa-sd-it-diusir-dari-sekolah","tag-viral","tag-peristiwa"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/394915","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/comments?post=394915"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/394915\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media\/394916"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media?parent=394915"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/categories?post=394915"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/tags?post=394915"},{"taxonomy":"series","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/series?post=394915"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}