{"id":395519,"date":"2024-10-30T17:19:00","date_gmt":"2024-10-30T10:19:00","guid":{"rendered":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2024\/10\/30\/dosen-di-makassar-tikam-suaminya-hingga-tewas-berawal-tuduh-korban-selingkuh-saat-kerja-di-papua\/"},"modified":"2024-10-30T19:40:10","modified_gmt":"2024-10-30T12:40:10","slug":"dosen-di-makassar-tikam-suaminya-hingga-tewas-berawal-tuduh-korban-selingkuh-saat-kerja-di-papua","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2024\/10\/30\/dosen-di-makassar-tikam-suaminya-hingga-tewas-berawal-tuduh-korban-selingkuh-saat-kerja-di-papua\/","title":{"rendered":"Dosen di Makassar Tikam Suaminya hingga Tewas, Berawal Tuduh Korban Selingkuh saat Kerja di Papua"},"content":{"rendered":"<p><b>BANDA ACEH<\/b>\u00a0 &#8211; Seorang dosen di salah satu universitas di Sulawesi Utara (Sulut) bernama Agustin (41) tega menikam suaminya yang bernama Nurdin Basri (41) hingga tewas pada Rabu (30\/10\/2024) dini hari waktu setempat.<\/p>\n<p>Dikutip dari Tribun Timur, peristiwa itu terjadi di kediamannya di kompleks perumahan Kelurahan Bitoa, Kecamatan Manggala, Kota Makassar.<\/p>\n<p>Kapolsek Manggala, Kompol Semuel To&#8217;longan, mengatakan perbuatan keji Agustin berawal dari pelaku yang menuduh korban telah berselingkuh ketika bekerja di Papua.<\/p>\n<p>Sebagai informasi, suami Agustin berprofesi sebagai kontraktor dan bekerja di Papua.<\/p>\n<p>Semuel menuturkan sempat terjadi adu mulut antara pelaku dan korban sebelum aksi penikaman dilakukan.<\/p>\n<p>&#8220;Kejadian ini diawali adanya keributan antara korban dan pelaku di dalam kamar,&#8221; katanya.<\/p>\n<p>&#8220;Yang mana permasalahannya adalah persoalan selingkuh yang diduga dilakukan oleh suaminya dengan perempuan lain,&#8221; imbuhnya.<\/p>\n<p>Setelah itu, Agustin langsung keluar kamar dan menuju dapur untuk mengambil pisau yang tersimpan di lemari.<\/p>\n<p>Agustin, kata Semuel, menyimpan pisau tersebut di dalam jilbab yang dipakainya untuk selanjutnya diletakkan di samping kasur kamarnya.<\/p>\n<p>Beberapa saat kemudian, Agustin langsung menikam perut Nurdin ketika korban tengah bermain ponsel di kasur.<\/p>\n<p>&#8220;Saat suaminya telah tertidur, pelaku kemudian mengambil pisau tersebut dan menikam sebanyak dua kali ke arah perut korban,&#8221; terangnya.<\/p>\n<p>Ternyata, pelaku tak cuma sekali menikam korban. Semuel menyebut Agustin menikam suaminya itu untuk ketiga kalinya ketika korban tengah memeluknya.<\/p>\n<p>Pelaku Sempat Keluar Kamar Minta Pertolongan<\/p>\n<p>Semuel menuturkan Agustin sempat meminta pertolongan dengan keluar dari kamar.<\/p>\n<p>Pada saat yang sama, mertuanya dan anaknya berinisial T ada di rumah ketika peristiwa keji itu terjadi.<\/p>\n<p>&#8220;Korban berusaha untuk berdiri namun tersungkur dan selanjutnya pelaku keluar kamar untuk meminta tolong,&#8221; katanya.<\/p>\n<p>&#8220;Mertua dari pelaku saat itu berada di ruang tamu sambil berbaring di sofa dan pelaku keluar mencari lelaki T (anaknya) yang berada di samping rumah,&#8221; sambung Semuel.<\/p>\n<p>Setelah itu, T pun langsung melihat kondisi ayahnya yang sudah tersungkur di kamar dengan luka di bagian perut akibat ditikam ibunya.<\/p>\n<p>Nahas, nyawa Nurdin pun tak tertolong ketika akan dibawa ke Rumah Sakit Hermina.<\/p>\n<p>Kini Agustin pun telah diamankan di Mapolsek Manggala untuk diperiksa dan dimintai keterangan<\/p>\n<p><!--<span style=\"font-size: 14px; color: #999999;\"><em><b>Sumber:<\/b> <a target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\" style=\"color: #999999;\" href=\"https:\/\/www.BANDA ACEH\/2024\/10\/dosen-di-makassar-tikam-suaminya-hingga.html\">Gelora <\/a><\/em><\/span>--><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BANDA ACEH\u00a0 &#8211; Seorang dosen di salah satu universitas di Sulawesi Utara (Sulut) bernama Agustin (41) tega menikam suaminya yang bernama Nurdin Basri (41) hingga tewas pada Rabu (30\/10\/2024) dini hari waktu setempat. Dikutip dari Tribun Timur, peristiwa itu terjadi di kediamannya di kompleks perumahan Kelurahan Bitoa, Kecamatan Manggala, Kota Makassar. Kapolsek Manggala, Kompol Semuel [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":395520,"comment_status":"open","ping_status":"","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","_disable_autopaging":false},"categories":[34],"tags":[274908,1420,242],"series":[],"class_list":["post-395519","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nasional","tag-berita","tag-peristiwa","tag-politik"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/395519","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/comments?post=395519"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/395519\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media\/395520"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media?parent=395519"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/categories?post=395519"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/tags?post=395519"},{"taxonomy":"series","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/series?post=395519"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}