{"id":395630,"date":"2024-10-31T08:41:00","date_gmt":"2024-10-31T01:41:00","guid":{"rendered":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2024\/10\/31\/ternyata-karena-kata-kata-ini-aipda-wh-putuskan-melaporkan-guru-supriyani-ke-polisi-dugaan-aniaya-anak\/"},"modified":"2024-10-31T10:05:28","modified_gmt":"2024-10-31T03:05:28","slug":"ternyata-karena-kata-kata-ini-aipda-wh-putuskan-melaporkan-guru-supriyani-ke-polisi-dugaan-aniaya-anak","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2024\/10\/31\/ternyata-karena-kata-kata-ini-aipda-wh-putuskan-melaporkan-guru-supriyani-ke-polisi-dugaan-aniaya-anak\/","title":{"rendered":"Ternyata Karena Kata-kata Ini, Aipda WH Putuskan Melaporkan Guru Supriyani ke Polisi Dugaan Aniaya Anak"},"content":{"rendered":"<p><b>BANDA ACEH<\/b>\u00a0 &#8211;\u00a0 Aipda Wibowo Hasyim alias WH mengaku tahu ada bekas merah kehitaman di paha anaknya, inisial D, saat mandi bersama-sama korban.<\/p>\n<p>Keterangan tersebut disampaikan Aipda WH saat bersaksi untuk terdakwa guru Supriyani di Pengadilan Negeri Andoolo, Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara (Sultra), Rabu (30\/10\/2024).<\/p>\n<p>Sosok Kasat Intelkam Polsek Baito tersebut mengatakan kejadia itu pada Jumat 26 April 2024 lalu, sebelum melaksanakan salat Jumat, dia memandikan anaknya.<\/p>\n<p>\u201cSaya mandi berdua. Setelah selesai saya panggil anak saya D, panggilannya kalau di rumah Mas,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p>\u201cAyok mas, mari. Ini sudah mau salat Jumat,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Mas menjawab, Papa sudah?\u00a0<\/p>\n<p>\u201cPapa sama adek sudah,\u201d jawab Aipda WH kepada anaknya itu.<\/p>\n<p>Selanjutnya, dia kembali memanggil D.<\/p>\n<p>\u201cSaya panggil kembali, nah pada saat saya panggil itu, dihampirilah oleh ibunya. Ibunya menyampaikan oh iya pa, itu kemarin ibu lihat ada bekas merah kehitaman di pahanya,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>\u201cIbu tanya, katanya jatuh sama papa,\u201d kata Aipda WH mengutip pernyataan istrinya.<\/p>\n<p>Dari informasi tersebut, katanya, diapun kembali memanggil sang anak.<\/p>\n<p>\u201cBerdasarkan keterangan itu saya panggillah Mas. Coba sini Mas, papa lihat,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p>\u201cNah setelah saya panggil saya lihat, saya panggillah ibunya,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Setelah melihat luka pada paha korban, Aipda WH meragukan jika luka tersebut akibat terjatuh saat bersamanya.<\/p>\n<p>\u201cBu coba perhatikan luka seperti ini, wajarkah kalau dikatakan jatuh,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Diapun meminya sang istri untuk kembali menanyakan perihal penyebab luka tersebut.<\/p>\n<p>\u201cCoba tanya anakmu yang sebenar-benarnya karena bapak curiga anak ini tidak jatuh,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p>Selanjutnya, sang istri yang kembali menanyakan hal tersebut kepada D, anaknya.<\/p>\n<p>\u201cSetelah itu ibunya lah yang menanyakan,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>\u201cSetelah ibunya menanyakan, ibunya menyampaikan yang bersangkutan dipukul oleh ibu Supriyani,\u201d katanya menambahkan.<\/p>\n<p>Atas jawaban tersebut, Aipda WH kembali memastikannya kepada sang anak, termasuk dugaan penyebab lainnya.<\/p>\n<p>\u201cNah setelah itu saya tanya kembali, Mas kalau berbohong, tidak baik,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p>Diapun mengonfirmasi nama-nama lain, demikian pula apakah terjatuh di sekolah, yang dijawab \u2018tidak\u2019 oleh sang anak.<\/p>\n<p>\u201cSaya ulang kembali, saya tanyakan nama-nama lain siapa tahu mas dipukul sama ini, mas jatuh di sekolah, jawabannya tidak,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>\u00a0<\/p>\n<p>Berdasarkan keterangan itu, sang istri atas inisiatifnya kembali bertanya terkait siapa-siapa saja yang menyaksikan jika memang benar D dipukul oleh ibu guru.<\/p>\n<p>\u201cSelanjutnya atas keterangan itu, inisiatif istri saya, Mas ini ditanya. Kalau memang betul Mas ini dipukul sama bu guru, siapa yang melihat kejadian itu,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Sang anak pun menyampaikan sejumlah nama teman sekelasnya.<\/p>\n<p>\u201cDisampaikanlah nama-nama yang melihat peristiwa itu. Teman yang dalam satu kelasnya,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p>\u201cTerkonfirmasi bahwa betul mereka ini melihat. Melihat ibu guru melakukan pemukulan terhadap D,\u201d ujarnya menambahkan.<\/p>\n<p>Setelah itu, Aipda WH berkoordinasi dengan Kapolsek Baito selaku pimpinannya atas kasus tersebut.<\/p>\n<p>\u201cSetelah itu yang kami lakukan saya berkoordinasi dengan kapolsek dalam hal ini pimpinan saya,\u201d katanya.<\/p>\n<p>\u201cSaya berkoordinasi, izin komandan saya meminta petunjuk,\u201d lanjutnya.<\/p>\n<p>Diapun diarahkan datang ke kantor dan selanjutnya menemui Kapolsek Baito.<\/p>\n<p>\u201cDiarahkan untuk ke kantor. Kami datang ke kantor, kami sampaikan. Pak Kapolsek lihat, kebetulan pada saat itu ada Kanit Reskrim,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p>Selanjutnya, Kapolsek Baito disebutkan meminta agar melakukan konfirmasi dengan guru Supriyani.<\/p>\n<p>\u201cDisampaikanlah sama Pak Kapolsek, coba konfirmasi sama yang bersangkutan (Supriyani-red),\u201d ujar Aipda WH.<\/p>\n<p>\u201cKarena saya ditanya Pak Bowo maunya bagaimana. Saya sampaikan &#8216;mohon izin komandan saya ikut petunjuk&#8217;,\u201d lanjutnya.<\/p>\n<p>Selanjutnya, guru Supriyani pun dihubungi agar datang ke Markas Polsek Baito.<\/p>\n<p>\u201cPada saat itu dikonfirmasi sama yang bersangkutan, yang bersangkutan datang. Bu Supriyani datang ke Polsek ditanya,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Dalam klarifikasi itu, sang guru honorer, tak mengakui telah memukul D.<\/p>\n<p>Aipda WH pun menyebutkan guru Supriyani membantah melakukan perbuatan tersebut dengan nada tinggi.<\/p>\n<p>\u201cDengan nada agak tinggi dia menyampaikan. Di mana saya pukul kamu, kapan. Saya tidak pernah pukul kamu. Begitu,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p>Aipda WH pun meminta guru Supriyani agar tak membentak anaknya.<\/p>\n<p>\u201cNah saya sampaikan kepada bu gurunya. Lho bu kita ini mau konfirmasi, jangan bentak-bentak anak saya,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>\u201cSetelah seperti itu dia masih dengan nada tinggi disampaikan bahwa dia tidak pernah melakukan pemukulan,\u201d katanya menambahkan.<\/p>\n<p>\u201cSelanjutnya, beliau pulang. \u2018Kalau tidak percaya silakan buktikan&#8230;\u2019 Itu kata-kata yang memuncak dari mulutnya Bu Supriyani,\u201d lanjutnya.<\/p>\n<p>Sehingga pada saat itu, atas inisiatif selaku orangtua, mereka membuat laporan kepolisian pada hari itu juga.<\/p>\n<p>Setelah membuat laporan resmi tersebut, Kanit Reskrim Polsek Baito pun menanyakan kasus tersebut kepada D.<\/p>\n<p>\u201cSetelah membuat laporan itu Kanitreskrim menanyakan kepada Mas. Bertanya, betulkah itu (pemukulan) terjadi,\u201d jelas Aipda HW.<\/p>\n<p>\u201cDia bilang Mas, iya,\u201d ujarnya mengutip pernyataan anaknya.<\/p>\n<p>Selanjutnya, D kembali ditanyakan mengenai benda yang dipakai untuk memukulnya.<\/p>\n<p>\u201cTerus ditanya kembali itu masih ada kita pakai apa,\u201d kata Aipda HW mengutip pertanyaan Kanit Reskrim kepada anaknya.<\/p>\n<p>\u201cMas menjawab pakai sapu. Masih ingat, masih. Kalau memang masih ingat coba tunjukkan om,\u201d lanjutnya.<\/p>\n<p>Berdasarkan pengakuan tersebut, kata Aipda HW, petugas kemudian mendatangi sekolah.<\/p>\n<p>Diketahui, Markas Polsek Baito dan SD Negeri tempat anaknya bersekolah lokasinya saling berhadapan, hanya terpisah jalan.<\/p>\n<p>Gerbang antara dua bangunan tersebut bahkan nyaris saling berhadap-hadapan.<\/p>\n<p>Menurut Aipda HW, dirinya bersama istri pun ikut mendampingi ke sekolah.<\/p>\n<p>\u201cSehingga pada saat itu ditunjukkanlah. Ke sekolah, kebetulan kami orangtua pada saat itu ikut mendampingi. Hanya kami prosesnya di halaman sekolah,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p>\u201cDia bilang Bang, biar saya dengan Mas (D) saja,\u201d lanjutnya mengutip pernyataan petugas.<\/p>\n<p>\u201cDitunjukkan lah, ada sapu ijuk gagang besi itu yang diambil,\u00a0 digunakan untuk pemukulan,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>\u201cSelanjutnya, kami mengantarkan D, saya bersama ibunya untuk melakukan visum di puskesmas,\u201d kata Aipda HW menambahkan<\/p>\n<p><!--<span style=\"font-size: 14px; color: #999999;\"><em><b>Sumber:<\/b> <a target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\" style=\"color: #999999;\" href=\"https:\/\/www.BANDA ACEH\/2024\/10\/ternyata-karena-kata-kata-ini-aipda-wh.html\">Gelora <\/a><\/em><\/span>--><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BANDA ACEH\u00a0 &#8211;\u00a0 Aipda Wibowo Hasyim alias WH mengaku tahu ada bekas merah kehitaman di paha anaknya, inisial D, saat mandi bersama-sama korban. Keterangan tersebut disampaikan Aipda WH saat bersaksi untuk terdakwa guru Supriyani di Pengadilan Negeri Andoolo, Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara (Sultra), Rabu (30\/10\/2024). Sosok Kasat Intelkam Polsek Baito tersebut mengatakan kejadia itu [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":395631,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_seopress_titles_title":"","_seopress_titles_desc":"","_seopress_robots_index":"","_seopress_robots_follow":"","_seopress_robots_imageindex":"","_seopress_robots_snippet":"","_seopress_robots_primary_cat":"","_seopress_robots_breadcrumbs":"","_seopress_robots_freeze_modified_date":"","_seopress_robots_custom_modified_date":"","_seopress_robots_canonical":"","_seopress_social_fb_title":"","_seopress_social_fb_desc":"","_seopress_social_fb_img":"","_seopress_social_fb_img_attachment_id":0,"_seopress_social_fb_img_width":0,"_seopress_social_fb_img_height":0,"_seopress_social_twitter_title":"","_seopress_social_twitter_desc":"","_seopress_social_twitter_img":"","_seopress_social_twitter_img_attachment_id":0,"_seopress_social_twitter_img_width":0,"_seopress_social_twitter_img_height":0,"_seopress_redirections_value":"","_seopress_redirections_enabled":"","_seopress_redirections_enabled_regex":"","_seopress_redirections_logged_status":"","_seopress_redirections_param":"","_seopress_redirections_type":0,"_seopress_analysis_target_kw":"","_seopress_news_disabled":"","_seopress_video_disabled":"","_seopress_video":[],"_seopress_pro_schemas_manual":[],"_seopress_pro_rich_snippets_disable_all":"","_seopress_pro_rich_snippets_disable":[],"_seopress_pro_schemas":[],"footnotes":"","_disable_autopaging":false},"categories":[34],"tags":[317373,317746,317747,243,1420,12207,274908,317261],"series":[],"class_list":["post-395630","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nasional","tag-guru-supriyani","tag-aipda-wh","tag-dugaan-aniaya-anak","tag-hukum","tag-peristiwa","tag-guru-honorer","tag-berita","tag-supriyani"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/395630","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/comments?post=395630"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/395630\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media\/395631"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media?parent=395630"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/categories?post=395630"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/tags?post=395630"},{"taxonomy":"series","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/series?post=395630"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}