{"id":396865,"date":"2024-11-05T15:27:00","date_gmt":"2024-11-05T08:27:00","guid":{"rendered":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2024\/11\/05\/ngaku-ngamuk-karena-diadang-cabup-indramayu-nina-agustina-singgung-lucky-hakim-jangan-provokasi\/"},"modified":"2024-11-05T15:35:08","modified_gmt":"2024-11-05T08:35:08","slug":"ngaku-ngamuk-karena-diadang-cabup-indramayu-nina-agustina-singgung-lucky-hakim-jangan-provokasi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2024\/11\/05\/ngaku-ngamuk-karena-diadang-cabup-indramayu-nina-agustina-singgung-lucky-hakim-jangan-provokasi\/","title":{"rendered":"Ngaku Ngamuk karena Diadang, Cabup Indramayu Nina Agustina Singgung Lucky Hakim: Jangan Provokasi"},"content":{"rendered":"<p><b>BANDA ACEH<\/b>\u00a0 &#8211; Calon Bupati Indramayu, Jawa Barat, nomor urut tiga, Nina Agustina, menjelaskan alasannya mengamuk di Desa Tegaltaman, Kecamatan Sukra, seperti yang terlihat dalam video viral baru-baru ini.<\/p>\n<p>Putri mantan Kapolri Jenderal (Purn) Da&#8217;i Bachtiar itu, mengaku dirinya kesal lantaran sudah empat kali diadang saat hendak melakukan kampanye ke beberapa tempat.<\/p>\n<p>Hingga akhirnya, Nina terprovokasi dan mengamuk di Desa Tegaltaman, Jumat (1\/11\/2024).<\/p>\n<p>Tak hanya mengadang, Nina mengaku mendapati sejumlah warga mengacungkan dua jari saat ia kampanye di Kecamatan Sukra.<\/p>\n<p>Diduga, dua jari itu sebagai isyarat dukungan terhadap lawan politiknya, Lucky Hakim, yang merupakan Cabup Indramayu nomor urut dua.<\/p>\n<p>Nina juga membeberkan, saat dirinya kampanye di Desa Tegaltaman, ia melihat orang-orang mengendarai motor berjajar mengenakan seragam pasangan calon (paslon) nomor urut dua.<\/p>\n<p>Padahal, saat itu, kata Nina, Lucky dan pasangannya sedang tidak berkampanye di wilayah tersebut.\u00a0<\/p>\n<p>&#8220;Saya tidak mau kalau di situ terjadi apa-apa, saya tidak mau masyarakat diajak atau terprovokasi dan yang paling mengerikan buat saya adalah jika mereka (warga) dua, dua (menunjukkan dua jari) menabrakkan diri ke mobil saya.&#8221;<\/p>\n<p>&#8220;Saya bisa didiskualifikasi dan saya bisa diperiksa,&#8221; jelas Nina dalam konferensi pers yang diterima TribunJabar.id, Minggu (3\/11\/2024).<\/p>\n<p>Terkait hal itu, Nina pun mengajak khususnya Lucky Hakim, agar menyelesaikan secara baik-baik apabila memiliki masalah pribadi dengannya.<\/p>\n<p>Nina mengaku, ia sudah mengajak Lucky untuk membangun kolaborasi yang baik saat mereka sama-sama menduduki kursi kepemimpinan Indramayu di periode sebelumnya.<\/p>\n<p>Tetapi, saat itu, Lucky memilih mundur dari jabatannya sebagai Wakil Bupati Indramayu.<\/p>\n<p>&#8220;Jika Anda (Lucky Hakim) punya masalah pribadi, ayo sama-sama selesaikan dan bertemu dengan saya.&#8221;<\/p>\n<p>&#8220;Jangan menghancurkan Indramayu yang sedang membangun dan jangan memprovokasi masyarakat Indramayu, tidak perlu menjelekkan saya,&#8221; kata Nina.<\/p>\n<p>Lebih lanjut, Nina meminta Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Indramayu untuk menyelidiki insiden pengadangan terhadap dirinya.<\/p>\n<p>Ia juga menegaskan kepada semua pihak untuk bersaing secara sehat dalam Pilkada 2024 ini.<\/p>\n<p>&#8220;Yuk, kita semuanya mempunyai hati yang legawa, mempunyai hati yang baik.&#8221;<\/p>\n<p>&#8220;Kalau memang ini adalah pertempuran, maka bertempurlah dengan cara yang baik. Kasihan masyarakat,&#8221; tegasnya.<\/p>\n<p><b>Reaksi Lucky Hakim<\/b><\/p>\n<p>Terpisah, Lucky Hakim memberikan tanggapan mengenai namanya yang disebut-sebut Nina Agustina, setelah video Bupati Indramayu itu mengamuk viral di media sosial.<\/p>\n<p>Lucky mengaku, ia akan berkonsultasi dengan tokoh agama dan tokoh masyarakat untuk menentukan langkah selanjutnya.<\/p>\n<p>Kendati demikian, ia memastikan, pihaknya mengedepankan asas kekeluargaan dalam kejadian ini.<\/p>\n<p>&#8220;Tentu kami akan mengedepankan kekeluargaan,&#8221; kata Lucky, Minggu.<\/p>\n<p>Meski begitu, Lucky menyayangkan pernyataan Nina mengenai ketegangan yang terjadi di Desa Tegaltaman, Kecamatan Sukra.<\/p>\n<p>Sebab, menurut Lucky, pernyataan Nina seolah membuat pendukungnya tampak seperti geng preman.<\/p>\n<p>&#8220;Ini seolah-olah membuat gengnya Lucky Hakim adalah geng preman,&#8221; ujar dia.<\/p>\n<p>Lebih lanjut, Lucky juga bicara soal adanya warga Desa Tegaltaman yang mengacungkan dua jari saat Nina berkampanye di wilayah tersebut.<\/p>\n<p>Ia mengungkapkan, pendukungnya merupakan orang-orang kecil yang berasal dari golongan ibu-ibu hingga petani.<\/p>\n<p>Lucky pun menilai, aksi mengacungkan dua jari itu merupakan keinginan warga sebenarnya untuk ganti bupati.<\/p>\n<p>Karena itu, ia mengaku heran, mengapa Nina mempermasalahkan hal tersebut.<\/p>\n<p>&#8220;Apakah salah kalau ada orang pingin begini (menunjukkan dua jari)? Salahnya di mana?&#8221;<\/p>\n<p>&#8220;Kecuali dia melakukan tindakan yang tidak sopan dalam asas etika, misalnya seperti menunjukkan di depan mukanya,&#8221; beber Lucky.<\/p>\n<p>Ia pun menegaskan, bukan dirinya yang menggerakan massa untuk melakukan aksi tersebut.<\/p>\n<p>&#8220;Saya hanya anak tukang bengkel sepeda di Kedokan Bunder, saya tuh cucunya tukang es gosrok, kakak saya juga petani yang masih ngoyos di sawah.&#8221;<\/p>\n<p>&#8220;Saya bukan anaknya jenderal, bukan. Saya orang kecil,&#8221; pungkas dia.<\/p>\n<p>Baca juga: Rivalitas Lucky Hakim-Nina Agustina di Pilkada Indramayu 2024, Saling Serang sejak Awal saat <a href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/tag\/debat\/\">Debat<\/a><\/p>\n<p><b>Video Nina Agustina Ngamuk, Viral<\/b><\/p>\n<p>Diketahui, video Nina Agustina mengamuk sambil meneriakkan nama sang ayah, Da&#8217;i Bachtiar, viral di media sosial.<\/p>\n<p>Dalam video tersebut, tampak Nina marah kepada seorang warga karena merasa terganggu dan diadang oleh warga yang mengacungkan simbol dua jari.\u00a0<\/p>\n<p>&#8220;Saya lewat baik-baik, kenapa kamu mencegat saya? Tadi semuanya mengacungkan jari angka dua, untuk apa?&#8221; kata Nina kepada warga dengan nada emosi.<\/p>\n<p>Suasana semakin memanas ketika pengawal Nina mengelilingi salah satu warga hingga nyaris memicu bentrokan fisik.\u00a0<\/p>\n<p>Nina kemudian menegaskan, jika ada yang merasa keberatan terhadap kepemimpinannya, ia akan bertanggung jawab.<\/p>\n<p>Ia juga mengancam akan melaporkan kejadian itu pada Kapolres Indramayu dengan menyebut dirinya diadang pendukung Lucky Hakim.<\/p>\n<p>Pada potongan video lainnya, terlihat rombongan SUV Nina disambut beberapa warga yang mengacungkan simbol dua jari, yang diduga sebagai pendukung lawan <a href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/tag\/politik\/\">Politik<\/a>.<\/p>\n<p>Merasa mendapat perlakuan tak menyenangkan, Nina mengatakan akan membawa masalah ini ke jalur hukum.<\/p>\n<p>Nina juga meminta warga tersebut untuk menunjukkan KTP mereka, sambil menegaskan dirinya adalah anak Da\u2019i Bachtiar.\u00a0<\/p>\n<p>&#8220;Saya anak Da&#8217;i Bachtiar,&#8221; ujar Nina dengan suara tinggi.<\/p>\n<p>Adegan saat Nina memarahi warga dan teriak dengan menyebutkan nama orang tuanya tersebut lantas menjadi sorotan<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BANDA ACEH\u00a0 &#8211; Calon Bupati Indramayu, Jawa Barat, nomor urut tiga, Nina Agustina, menjelaskan alasannya mengamuk di Desa Tegaltaman, Kecamatan Sukra, seperti yang terlihat dalam video viral baru-baru ini. Putri mantan Kapolri Jenderal (Purn) Da&#8217;i Bachtiar itu, mengaku dirinya kesal lantaran sudah empat kali diadang saat hendak melakukan kampanye ke beberapa tempat. Hingga akhirnya, Nina [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":396866,"comment_status":"open","ping_status":"","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","_disable_autopaging":false},"categories":[34],"tags":[274908,1420,242],"series":[],"class_list":["post-396865","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nasional","tag-berita","tag-peristiwa","tag-politik"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/396865","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/comments?post=396865"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/396865\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media\/396866"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media?parent=396865"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/categories?post=396865"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/tags?post=396865"},{"taxonomy":"series","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/series?post=396865"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}