{"id":39780,"date":"2022-06-16T00:19:23","date_gmt":"2022-06-15T17:19:23","guid":{"rendered":"https:\/\/harianaceh.co.id\/2022\/06\/16\/polisi-lakukan-identifikasi-terhadap-mayat-mengapung-di-krueng-aceh\/"},"modified":"2022-06-16T05:12:12","modified_gmt":"2022-06-15T22:12:12","slug":"polisi-lakukan-identifikasi-terhadap-mayat-mengapung-di-krueng-aceh","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2022\/06\/16\/polisi-lakukan-identifikasi-terhadap-mayat-mengapung-di-krueng-aceh\/","title":{"rendered":"Polisi Lakukan Identifikasi Terhadap Mayat Mengapung di Krueng Aceh"},"content":{"rendered":"<p><strong>BANDA ACEH |<\/strong> \u2013 Polisi dari Polresta Banda Aceh bersama tim dokter forensik RSUD Zainoel Abidin Banda Aceh telah melakukan visum et Revertum terhadap mayat yang ditemukan mengapung di Krueng Aceh, Rabu (15\/6\/2022) pagi<\/p>\n<p>Proses identifikasi terhadap mayat tersebut dilakukan di kamar pemulasaran jenazah RSUD Zainoel Abidin Banda Aceh dipimpin oleh Dr. dr. Taufik Suryadi, Sp.F.<\/p>\n<p>Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Joko Krisdiyanto, melalui Kasatreskrim Kompol M Ryan Citra Yudha mengatakan, sosok mayat di Krueng\u00a0Aceh ini awalnya dilihat oleh seorang warga yang melintas di lokasi saat hendak mengambil pakan ternak.<\/p>\n<p>\u201cWarga yang mengetahui adanya mayat yang mengapung di Krueng Aceh, langsung melaporkan ke pihak berwajib perihal temuannya itu,\u201d kata Kompol Ryan.<\/p>\n<p>Setelah proses evakuasi bersama instansi terkait (Basarnas Banda Aceh), mayat tersebut langsung dibawa ke RSUD Zainoel Abidin Banda Aceh guna dilakukan visum.<\/p>\n<p>\u201cHasil dari visum luar oleh tim medis, tidak ditemukannya tanda-tanda kekerasan, korban meninggal diperkirakan sudah lebih dari tiga hari dan diduga akibat tenggelam, karena ditemukan hanya menggunakan celana dalam yang ada ditubuh korban,\u201d tutur Kompol Ryan.<\/p>\n<p>Selain itu, mayat tanpa identitas tersebut diperkirakan berusia sekitar di atas 20 tahun, dengan ciri-ciri gigi masih lengkap, tinggi badan 172 cm dan kuku jempol tangan sebelah kiri panjang.<\/p>\n<p>\u201cKemudian, celana dalam yang dipergunakan oleh korban merk LGS warna hitam, karet celana bermotif batik dengan ukurannya M. Ciri-ciri lain terhadap korban, berambut ikal dan perawakan tubuh sedang,\u201d kata Ryan.<\/p>\n<p>Pihak kepolisian, lanjut Ryan, telah berusaha mengambil sidik jari korban, namun karena korban sudah membusuk dan mengeluarkan aroma yang menyengat serta jari korban sudah membusuk. Sehingga tidak ditemukan hasil atau bentuk dari sidik jari korban.<\/p>\n<p>\u201cHanya sampel rambut dan kuku saja diambil dari tubuh korban untuk keperluan DNA, karena sewaktu-waktu apabila ada masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarganya bisa kita lakukan tes DNA,\u201d sebutnya.<\/p>\n<p>Ryan menambahkan, sesuai keputusan dari dokter forensik, jenazah harus dikebumikan secepatnya di pemakaman RSUD Zainoel Abidin, karena jenazah sudah membusuk.<\/p>\n<p>\u201cDan apabila ada warga yang kehilangan salah satu anggota keluarganya, maka bisa menghubungi kepolisian terdekat atau langsung ke Polresta Banda Aceh,\u201d pungkasnya. []<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BANDA ACEH | \u2013 Polisi dari Polresta Banda Aceh bersama tim dokter forensik RSUD Zainoel Abidin Banda Aceh telah melakukan visum et Revertum terhadap mayat yang ditemukan mengapung di Krueng Aceh, Rabu (15\/6\/2022) pagi Proses identifikasi terhadap mayat tersebut dilakukan di kamar pemulasaran jenazah RSUD Zainoel Abidin Banda Aceh dipimpin oleh Dr. dr. Taufik Suryadi, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":39781,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","_disable_autopaging":false},"categories":[35],"tags":[39411,68,243,37099,39410],"series":[],"class_list":["post-39780","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-aceh","tag-mayat-mengapung-di-krueng-aceh","tag-headline","tag-hukum","tag-krueng-aceh","tag-mayat"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/39780","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/comments?post=39780"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/39780\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media\/39781"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media?parent=39780"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/categories?post=39780"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/tags?post=39780"},{"taxonomy":"series","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/series?post=39780"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}