{"id":398123,"date":"2024-11-11T13:02:00","date_gmt":"2024-11-11T06:02:00","guid":{"rendered":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2024\/11\/11\/motif-33-anggota-tni-serang-warga-deli-serdang-hingga-1-orang-tewas\/"},"modified":"2024-11-11T19:21:26","modified_gmt":"2024-11-11T12:21:26","slug":"motif-33-anggota-tni-serang-warga-deli-serdang-hingga-1-orang-tewas","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2024\/11\/11\/motif-33-anggota-tni-serang-warga-deli-serdang-hingga-1-orang-tewas\/","title":{"rendered":"Motif 33 Anggota TNI Serang Warga Deli Serdang hingga 1 Orang Tewas"},"content":{"rendered":"<p><b>BANDA ACEH &#8211;<\/b> Sebanyak 33 prajurit TNI menyerang warga Desa Selamat, Kecamatan Sibiru-biru, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara pada Jumat (8\/11\/2024).<\/p>\n<p>Sekelompok anggota TNI yang mendadak melakukan serangan berasal dari Batalyon Artileri Medan (Armed) 2\/105 Kilap Sumagan.<\/p>\n<p>Akibat penyerangan anggota TNI ini, seorang warga bernama Raden Barus (61) meninggal dunia. Sementara itu sebanyak 13 warga mengalami luka-luka.<\/p>\n<p>Lalu, apa motif penyebab para anggota TNI melakukan penyerangan ke warga di Deli Serdang hingga menewaskan seorang korban?<\/p>\n<h2 style=\"text-align: left;\">Motif anggota TNI serang warga di Deli Serdang<\/h2>\n<p>Kepala Desa Selamat, Bahrun mengungkapkan, sekelompok anggota TNI itu datang ke desanya tanpa seragam dan mengendarai sepeda motor pada Jumat (8\/11\/2024) malam.<\/p>\n<p>Mereka lalu memukuli warga dengan senjata tajam dan benda tumpul. Akibatnya, banyak warga terluka.<\/p>\n<p>\u201cOrang-orang yang datang itu memang membabi buta. Siapa yang ada di jalan, semua dihantamnya. Itu dari Armed. Ada sebagian rumah didobrak,\u201d ujarnya dikutip dari Kompas.com, Senin (11\/11\/2024).<\/p>\n<p>Menurut Bahrun, seorang pemuda desa setempat diketahui sempat cekcok dengan prajurit Armed 2\/105 pada sore hari sebelum penyerangan. Namun, dia tidak tahu detail masalah pemicu pertikaian tersebut.<\/p>\n<p>\u201cTapi ada cerita, pemuda sini sempat cekcok dengan prajurit itu saat berpapasan di jalan. Setelah itu, malamnya terjadi penyerangan,\u201d tegas Bahrun.<\/p>\n<p>Tetua desa tewas, satu warga tangannya putus<\/p>\n<p>Serangan kelompok TNI tersebut membuat setidaknya 13 orang terluka. Seorang warga bernama Dedi Susanto bahkan tangannya putus.<\/p>\n<p>Korban lain, Raden Barus yang dikenal sebagai tetua desa dan tokoh masyarakat ditemukan tergeletak di pinggir jalan dalam kondisi memar dan berdarah.<\/p>\n<p>Dia diduga mengalami penganiayaan saat keluar rumah untuk memastikan keadaan.<\/p>\n<p>\u201dSaat ditemukan, Raden masih hidup, tetapi sudah kritis. Kami sempat berupaya membawa ke rumah sakit, tetapi sudah meninggal saat di jalan,\u201d tambah Bahrun, dikutip dari Kompas.com, Senin.<\/p>\n<p>Akibat serangan tersebut, Bahrun mengaku kecewa. Menurutnya, keberadaan markas TNI di Desa Selamat seharusnya membuat warga merasa aman. Namun, keberadaan tentara itu justru menakuti warga.<\/p>\n<h2 style=\"text-align: left;\">Mencari Andre Ginting<\/h2>\n<p>Seorang warga Desa Selamat yang menjadi korban penyerangan, Rofika Sanjaya Tarigan (18) menyatakan dia melihat puluhan orang datang ke desanya sekitar pukul 22.30 WIB.<\/p>\n<p>Rofika yang sedang keluar rumah untuk membeli rokok lalu takut melihat pasukan itu. Saat lari ke rumah neneknya, dia justru dikejar.<\/p>\n<p>\u201cTerus didobrak rumah nenek. Mereka mencari orang bernama Andre Ginting. Setelah itu, saya buka pintu dan diseret ke luar rumah. Saya dipukuli,\u201d kata Rofika.<\/p>\n<p>Karena tidak mengetahui nama itu, Rofika diseret ke luar rumah dan dipukuli. Puluhan prajurit TNI kemudian membawa Rofika ke markas Armed 2\/105. Untungnya, dia lalu disuruh pergi.<\/p>\n<p>Akibat kejadian itu, Rofika mengalami sejumlah luka, termasuk luka di bagian kepala serta memar di tangan dan punggung.<\/p>\n<p>Ada pula warga lain yang mengalami luka sobek di kepala. Kondisi itu membuat korban masih dalam perawatan intensif rumah sakit.<\/p>\n<p>Karena tidak terima dengan penyerangan tersebut, warga Desa Selamat, Deli Serdang membawa jenazah Raden yang sudah diautopsi ke markas Armed-2 sebagai bentuk protes.<\/p>\n<h2 style=\"text-align: left;\">Kapendam: 33 anggota TNI terlibat<\/h2>\n<p>Kepala Penerangan Kodam I Bukit Barisan, Kolonel Dody Yudha menyatakan ada 33 prajurit TNI Batalyon Artileri Medan (Armed) 2\/105 Kilap Sumagan yang diduga terlibat penyerangan.<\/p>\n<p>Sementara itu, Panglima Kodam (Pangdam) I\/Bukit Barisan Letjen Mochammad Hasan memohon maaf atas penyerangan yang dilakukan anak buahnya ke warga di Desa Selamat, Deli Serdang.<\/p>\n<p>Menurut Hasan, pihaknya sudah memproses hukum permasalahan ini. Dia memastikan kejadian ini tidak terulang lagi dan para pelaku akan mendapat sanksi sesuai aturan berlaku.<\/p>\n<p>\u201cBersama keluarga besar Bukit Barisan, kami memohon maaf sebesar-besarnya. Kalaupun saya harus menggantikan almarhum, saya siap melakukan itu sekarang. Saya ikhlas,\u201d kata Hasan.<\/p>\n<p>Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen Hariyanto mengatakan, 33 prajurit TNI yang melakukan ke warga Desa Selamat akan ditangani Pangdam 1\/Bukit Barisan.<\/p>\n<p>&#8220;(Pangdam I\/BB) Berjanji untuk mengusut tuntas kasus tersebut. Beberapa prajurit saat ini sedang dalam pengusutan Danpomdam 1\/BB,&#8221; terangnya, dlansir dari Kompas.com, Senin.<\/p>\n<p>Mabes TNI pun akan terus mengawal proses pengusutan kasus serangan 33 prajurit TNI ke warga di Desa Selamat, Deli Serdang.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BANDA ACEH &#8211; Sebanyak 33 prajurit TNI menyerang warga Desa Selamat, Kecamatan Sibiru-biru, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara pada Jumat (8\/11\/2024). Sekelompok anggota TNI yang mendadak melakukan serangan berasal dari Batalyon Artileri Medan (Armed) 2\/105 Kilap Sumagan. Akibat penyerangan anggota TNI ini, seorang warga bernama Raden Barus (61) meninggal dunia. Sementara itu sebanyak 13 warga [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":398124,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","_disable_autopaging":false},"categories":[34],"tags":[274908,176546,243,1420,393],"series":[],"class_list":["post-398123","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nasional","tag-berita","tag-deli-serdang","tag-hukum","tag-peristiwa","tag-tni"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/398123","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/comments?post=398123"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/398123\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media\/398124"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media?parent=398123"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/categories?post=398123"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/tags?post=398123"},{"taxonomy":"series","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/series?post=398123"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}