{"id":398854,"date":"2024-11-13T20:17:00","date_gmt":"2024-11-13T13:17:00","guid":{"rendered":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2024\/11\/13\/kejagung-diwanti-wanti-tidak-tebang-pilih-tangani-kasus\/"},"modified":"2024-11-14T04:03:39","modified_gmt":"2024-11-13T21:03:39","slug":"kejagung-diwanti-wanti-tidak-tebang-pilih-tangani-kasus","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2024\/11\/13\/kejagung-diwanti-wanti-tidak-tebang-pilih-tangani-kasus\/","title":{"rendered":"Kejagung Diwanti-wanti Tidak Tebang Pilih Tangani Kasus"},"content":{"rendered":"<p><b>BANDA ACEH<\/b> -Keadilan dan profesionalisme dalam penanganan kasus korupsi harus menjadi perhatian serius Kejaksaan Agung RI.\u00a0<\/p>\n<p>Menurut Anggota Komisi III DPR RI, Rudianto Lallo, penegakan hukum yang adil sangat diperlukan agar tidak muncul persepsi publik tentang tindakan tebang pilih.<\/p>\n<p>\u201cPenanganan kasus itu harus fair dan berkeadilan. Tidak menargetkan orang per orang atau menargetkan kasus-kasus tertentu misalkan,\u201d ujar Rudianto, usai rapat kerja dengan Jaksa Agung di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu, 13 November 2024.<\/p>\n<p>Kapoksi Fraksi <a href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/tag\/nasdem\/\">NasDem<\/a> Komisi III DPR RI ini menyoroti beberapa kasus besar yang sempat menarik perhatian publik. Antara lain kasus dugaan korupsi yang menjerat mantan pejabat Mahkamah Agung (MA), Zarof Ricar. Dia berharap Kejaksaan mengusut tuntas setiap aktor yang terlibat.\u00a0<\/p>\n<p>\u201cJangan kasus-kasus pertama heboh, nilainya ratusan triliun, triliunan, lalu kemudian itu dipersempit. Aktor-aktor sesungguhnya tidak disentuh, misalkan. Ini yang kami dorong kepada kejaksaan,\u201d tambahnya.<\/p>\n<p>Rudianto juga mengingatkan agar kinerja Kejaksaan Tinggi (Kejati) dan Kejaksaan Negeri (Kejari) tidak hanya diukur berdasarkan jumlah kasus yang ditangani. Ia khawatir, jika ada tekanan untuk memenuhi target, maka kasus baru bisa saja \u201cdiciptakan\u201d untuk sekadar memenuhi ekspektasi.<\/p>\n<p>\u201cDi Indonesia luar biasa Pak, punya tiga institusi penegak hukum pemberantasan korupsi. Yang boleh dikata, di Indonesia juga tercatat pejabatnya paling banyak keluar masuk penjara,\u201d sesalnya.\u00a0<\/p>\n<p>Lebih lanjut, Rudianto juga mengkritisi pendekatan represif yang dinilai masih dominan dalam pemberantasan korupsi di Indonesia. Menurutnya, penegakan hukum seharusnya tidak hanya fokus pada tindakan represif, tetapi juga strategi pencegahan yang komprehensif.\u00a0<\/p>\n<p>Ia menyesalkan karena keberadaan tiga institusi penegak hukum yang menangani korupsi, yaitu Kejaksaan Agung, Kepolisian, dan <a href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/tag\/kpk\/\">KPK<\/a>, belum bisa menekan jumlah kasus korupsi yang masih terus bermunculan.<\/p>\n<p>\u201cKita mendorong itu supaya persoalan korupsi ini bisa tuntas dan selesai. Supaya fokus pemimpin bangsa kita betul-betul bisa sejahterakan rakyat,\u201d tegas Rudianto.<\/p>\n<p>Terakhir, Legislator Dapil Sulawesi Selatan 1 ini menyoroti penyelamatan keuangan negara. Menurutnya, keuangan negara yang dikorup hingga triliunan harus diselamatkan.\u00a0<\/p>\n<p>\u201cSupaya ada penyelamatan uang negara, pemulihan aset negara. Kita mendorong agar kasus yang ditangani korupsi kelas kakap, bukan kelas teri. Yang ecek-ecek misalkan, kira-kira itu hasil RDP,\u201d demikian Rudianto.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BANDA ACEH -Keadilan dan profesionalisme dalam penanganan kasus korupsi harus menjadi perhatian serius Kejaksaan Agung RI.\u00a0 Menurut Anggota Komisi III DPR RI, Rudianto Lallo, penegakan hukum yang adil sangat diperlukan agar tidak muncul persepsi publik tentang tindakan tebang pilih. \u201cPenanganan kasus itu harus fair dan berkeadilan. Tidak menargetkan orang per orang atau menargetkan kasus-kasus tertentu [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":398855,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","_disable_autopaging":false},"categories":[34],"tags":[318308,318309,243,1420,41069,224598,264546,274908],"series":[],"class_list":["post-398854","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nasional","tag-kasus-tom-lembong","tag-kejagung-tebang-pilih-tangani-kasus","tag-hukum","tag-peristiwa","tag-kasus-hukum","tag-kasus-impor-gula","tag-tom-lembong","tag-berita"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/398854","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/comments?post=398854"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/398854\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media\/398855"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media?parent=398854"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/categories?post=398854"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/tags?post=398854"},{"taxonomy":"series","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/series?post=398854"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}