{"id":402429,"date":"2024-11-29T19:18:00","date_gmt":"2024-11-29T12:18:00","guid":{"rendered":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2024\/11\/29\/masih-ada-peluru-di-jenazah-siswa-smk-korban-penembakan-polisi-begini-kata-forensik\/"},"modified":"2024-11-30T09:35:50","modified_gmt":"2024-11-30T02:35:50","slug":"masih-ada-peluru-di-jenazah-siswa-smk-korban-penembakan-polisi-begini-kata-forensik","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2024\/11\/29\/masih-ada-peluru-di-jenazah-siswa-smk-korban-penembakan-polisi-begini-kata-forensik\/","title":{"rendered":"Masih Ada Peluru di Jenazah Siswa SMK Korban Penembakan Polisi, Begini Kata Forensik"},"content":{"rendered":"<p><b>BANDA ACEH &#8211; <\/b>Kabiddokes Polda Jateng Kombes Pol Agustinus belum mau mengungkapkan soal adanya dugaan peluru oknum polisi masih bersarang di jenazah siswa SMK N 4 korban penembakan. Agustinus mengatakan, hingga saat ini ia belum mengantongi hasil ekshumasi.<\/p>\n<p>&#8220;Saya juga belum mendapatkan laporan hasil dari para dokter forensik yang terlibat,&#8221; ujar dia, kepada wartawan, Jumat (29\/11\/2024).<\/p>\n<p>Meski begitu, ia menargetkan hasil forensik ekshumasi akan diserahkan tim penyidik, Sabtu (29\/11\/2024) besok.&#8221;Hasil ekshumasi diupayakan besok sudah bisa diserahkan ke penyidik,&#8221; kata dia.<\/p>\n<p>Sementara itu, pada proses tersebut pihaknya melibatkan satu dokter forensik utama serta kolaborasi dengan Fakultas Kedokteran dari sejumlah perguruan tinggi.<\/p>\n<p>&#8220;Kami kolaborasi dengan Undip Semarang, UNS Surakarta, dan Unissula Semarang,&#8221; katanya.<\/p>\n<p>Ia mengatakan proses ekshumasi tersebut berlangsung sekitar 2-3 jam.<\/p>\n<p>&#8220;Yang lama menggalinya, kalau fokusnya kan jelas, otopsi itu kan mencari sebab kematian,&#8221; katanya.<\/p>\n<p>Mengenai kondisi jenazah yang hampir sepekan dimakamkan, ia mengatakan tidak ada kesulitan berarti.<\/p>\n<p>Sebelumnya, seorang siswa kelas XI SMK Negeri 4 Semarang berinisial GRO meninggal dunia akibat luka tembak senjata api di tubuhnya. Warga Kembangarum, Kota Semarang tersebut telah dimakamkan oleh keluarganya di Sragen, Minggu (24\/11) siang.<\/p>\n<p>Polisi menduga korban merupakan pelaku tawuran antar-gangster yang terjadi di sekitar wilayah Simongan, Semarang Barat, Minggu (24\/11) dini hari. Polisi yang berusaha melerai peristiwa tawuran antar-gangster itu disebut terpaksa membela diri dengan menembakkan senjata api.<\/p>\n<p>Di sisi lain, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jawa Tengah Uswatun Hasanah mengatakan siswa SMK Negeri 4 Semarang yang diduga menjadi korban penembakan polisi tercatat sebagai siswa yang aktif di sekolah.<\/p>\n<p>Sementara itu, Kabid Humas Polda Jawa Tengah Kombes Pol Artanto di Semarang, Rabu (27\/11), mengatakan oknum polisi berinisial R yang menembak korban dipolisikan atas pelanggaran Pasal 338 KUHP tentang pembunuhan dan Pasal 351 KUHP tentang penganiayaan. Oknum polisi itu telah ditahan untuk menjalani penyelidikan.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BANDA ACEH &#8211; Kabiddokes Polda Jateng Kombes Pol Agustinus belum mau mengungkapkan soal adanya dugaan peluru oknum polisi masih bersarang di jenazah siswa SMK N 4 korban penembakan. Agustinus mengatakan, hingga saat ini ia belum mengantongi hasil ekshumasi. &#8220;Saya juga belum mendapatkan laporan hasil dari para dokter forensik yang terlibat,&#8221; ujar dia, kepada wartawan, Jumat [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":402430,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","_disable_autopaging":false},"categories":[34],"tags":[243,1420,274908],"series":[],"class_list":["post-402429","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nasional","tag-hukum","tag-peristiwa","tag-berita"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/402429","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/comments?post=402429"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/402429\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media\/402430"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media?parent=402429"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/categories?post=402429"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/tags?post=402429"},{"taxonomy":"series","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/series?post=402429"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}