{"id":403312,"date":"2024-12-03T14:52:00","date_gmt":"2024-12-03T07:52:00","guid":{"rendered":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2024\/12\/03\/ketahuan-bohong-aipda-robig-tembak-mati-siswa-smk-bukan-karena-tawuran-tapi-kesal-dipepet\/"},"modified":"2024-12-03T18:32:33","modified_gmt":"2024-12-03T11:32:33","slug":"ketahuan-bohong-aipda-robig-tembak-mati-siswa-smk-bukan-karena-tawuran-tapi-kesal-dipepet","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2024\/12\/03\/ketahuan-bohong-aipda-robig-tembak-mati-siswa-smk-bukan-karena-tawuran-tapi-kesal-dipepet\/","title":{"rendered":"Ketahuan Bohong, Aipda Robig Tembak Mati Siswa SMK Bukan karena Tawuran tapi Kesal Dipepet"},"content":{"rendered":"<p><b>BANDA ACEH<\/b> &#8211; Kasus kematian Gamma Rizkynata Oktafandy alias GRO (17) siswa SMKN 4 Semarang akhirnya terjawab.\u00a0<\/p>\n<p>Gamma alias GRO tewas ditembak Aipda Robig Zaenudin di depan Alfamart Candi Penataran Raya, Ngaliyan, Kota Semarang, Minggu (24\/11\/2024) pukul 00.19 WIB.\u00a0<\/p>\n<p>Aipda Robig tembak mati GRO gegara kesal dipepet di jalan sepulang tugas.\u00a0<\/p>\n<p>Pernyataan Polrestabes Semarang yang menuding Gamma pelaku tawuran tidak benar.\u00a0<\/p>\n<p>Kebohongan ini terkuak setelah keluarga korban menunjukkan rekaman CCTV.\u00a0<\/p>\n<p>Video berdurasi 41 detik ini menampilkan adegan Aipda Robig tembak GRO atau Gamma beserta dua temannya, AD\u00a0 (17) dan SA (16).<\/p>\n<p>Diketahui, penembakan ini dilakukan di depan Alfamart Candi Penataran Raya, Ngaliyan, Kota Semarang, Minggu (24\/11\/2024) pukul 00.19 WIB.<\/p>\n<p>Dari rekaman video tersebut pelaku juga tampak terjatuh dari atas motornya ketika hendak mengejar rombongan korban<\/p>\n<p>Bahkan tak ada perlawanan yang dilakukan oleh korban.<\/p>\n<p>Tingkah sempoyongan pelaku tersebut disinyalir keluarga korban karena pelaku terpengaruh minuman keras.<\/p>\n<p>Video ini yang enggan ditunjukkan polisi ke publik dengan dalih takut disalah digunakan.<\/p>\n<p>Sementara dalam video 41 detik yang ditunjukkan keluarga, korban dan rekan-rekan yang dicegat Aipda Robig tak terlihat membawa senjata tajam apapun.<\/p>\n<p>Seperti yang dikatakan oleh jajaran Polrestabes Semarang saat membawa celurit besar bahkan membawa barang bukti tanpa sarung tangan.<\/p>\n<p>Setelah ditunjukkan ke publik, ada beberapa kejanggalan dari rekaman CCTV dengan keterangan polisi.<\/p>\n<p>&#8220;Kayak alat-alat gitu kan bisa dari tawuran-tawuran yang kemarin, kan barang buktinya ndak dimusnahkan, kecuali barang bukti dimusnahkan,&#8221; terangnya dikutip dari Kompas.com.<\/p>\n<p>Selain itu, keluarga Gamma juga menyoroti pelaku yang dihadirkan di jumpa pers.<\/p>\n<p>&#8220;Terus pelaku-pelaku (yang dihadirkan di jumpa pers) kan bisa diambilkan dari beberapa anak-anak yang wajib lapor,&#8221; imbuh dia.<\/p>\n<p>Kini keluarga akan membuat laporan langsung ke Polda Jawa Tengah.<\/p>\n<p>Barang bukti sebuah CCTV tersebut tak akan keluarga berikan kepada Polrestabes Semarang karena trauma,<\/p>\n<p>&#8220;Kalau kita menyerahkan ke polrestabes kan ndak mungkin, sama sekali tidak mungkin, kita paling menyerahkannya ke Polda, terutama ke penyidiknya, beberapa bukti dari keluarga tetap kita ajukan,&#8221; tegas dia.\u00a0<\/p>\n<p>Seperti diketahui, GRO disebut polisi ditembak karena ikut tawuran dan melakukan perlawanan saat akan diamankan.<\/p>\n<p>Di video berdurasi 41 detik tersebut, seorang pria yang diduga Robig mengendarai motor dan melintangkan motornya di tengah jalan.<\/p>\n<p>Ia terlihat menodongkan senjatanya ke tiga motor yang melintas dan satu di antaranya merupakan motor korban.<\/p>\n<p>Di video tersebut juga tak ada gerakan perlawanan dari para korban sebelum penembakan.<\/p>\n<p>&#8220;Polisinya kan naik Nmax itu.\u00a0 kayak nyegat gitu. saya dengar tembaknya ada 4 kali,&#8221; beber keluarga korban.<\/p>\n<h3 style=\"text-align: left;\">Terungkap Motif Kesal Dipepet<\/h3>\n<p>Motif penembakan siswa SMKN 4 Semarang, Gamma Rizkynata Oktafandy alias GRO (17)\u00a0 yang sebenarnya akhirnya terungkap.<\/p>\n<p>Bukan karena tawuran seperti yang selama ini disebutkan polisi.<\/p>\n<p>Kabid Propam Polda Jawa Tengah (Jateng) Kombes Pol Aris Supriyono mengungkap motif Aipda RZ menembak mati siswa kelas 11 Teknik Mesin SMKN 4 Semarang itu karena kesal.<\/p>\n<p>Hal itu berdasarkan pemeriksaan dari pelaku.<\/p>\n<p>Menurut Aris motif penembakan Aipda RZ karena kesal kena pepet saat pelaku akan pulang dari kantor ke rumahnya.<\/p>\n<p>Saat itu korban dianggap telah mengganggu jalannya.<\/p>\n<p>&#8220;Motif yang dilakukan oleh terduga pelanggar dikarenakan pada saat perjalanan pulang mendapat satu kendaraan yang memakan jalannya terduga pelanggar jadi kena pepet,&#8221; kata Aris saat menghadiri pemanggilan Komisi III DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta pada Selasa (3\/12\/2024).<\/p>\n<p>Saat itu, Aris menyatakan bahwa pelaku sempat mengejar korban yang kabur ke dalam gang.<\/p>\n<p>Namun saat itu pelaku menunggu sampai korban balik kembali ke titik semula.<\/p>\n<p>Tak lama kemudian korban kembali ke titik semula yang menjadi tempat terjadinya saling pepet.<\/p>\n<p>Di saat itu pelaku melakukan penembakan kepada korban.<\/p>\n<p>&#8220;Akhirnya terduga pelanggar menunggu tiga orang ini putar balik, kurang lebih seperti itu dan terjadilah penembakan,&#8221; jelasnya.<\/p>\n<p>Dalam kasus ini, terduga Aipda RZ melanggar Perkap nomor 1 tahun 2009 tentang penggunaan senjata api.<\/p>\n<p>Selain itu, pasal 13 ayat 1 PPRI nomor 1 tahun 2003 dan perpol nomor 7 tahun 2022 tentang kode etik kepolisian.<\/p>\n<p>&#8220;Pelanggar tinggal menunggu sidang kode etik, yang seyogyanya kami lakukan hari ini, kami laksanakan hari berikutnya,&#8221; pungkasnya.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BANDA ACEH &#8211; Kasus kematian Gamma Rizkynata Oktafandy alias GRO (17) siswa SMKN 4 Semarang akhirnya terjawab.\u00a0 Gamma alias GRO tewas ditembak Aipda Robig Zaenudin di depan Alfamart Candi Penataran Raya, Ngaliyan, Kota Semarang, Minggu (24\/11\/2024) pukul 00.19 WIB.\u00a0 Aipda Robig tembak mati GRO gegara kesal dipepet di jalan sepulang tugas.\u00a0 Pernyataan Polrestabes Semarang yang [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":403313,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","_disable_autopaging":false},"categories":[34],"tags":[243,1420,274908],"series":[],"class_list":["post-403312","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nasional","tag-hukum","tag-peristiwa","tag-berita"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/403312","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/comments?post=403312"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/403312\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media\/403313"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media?parent=403312"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/categories?post=403312"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/tags?post=403312"},{"taxonomy":"series","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/series?post=403312"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}