{"id":403531,"date":"2024-12-04T12:56:00","date_gmt":"2024-12-04T05:56:00","guid":{"rendered":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2024\/12\/04\/penjual-es-teh-ngaku-tersinggung-dihina-gus-miftah-dan-ditertawakan-para-tokoh-serta-ulama\/"},"modified":"2024-12-05T02:13:40","modified_gmt":"2024-12-04T19:13:40","slug":"penjual-es-teh-ngaku-tersinggung-dihina-gus-miftah-dan-ditertawakan-para-tokoh-serta-ulama","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2024\/12\/04\/penjual-es-teh-ngaku-tersinggung-dihina-gus-miftah-dan-ditertawakan-para-tokoh-serta-ulama\/","title":{"rendered":"Penjual Es Teh Ngaku Tersinggung Dihina Gus Miftah dan Ditertawakan Para Tokoh serta Ulama"},"content":{"rendered":"<p><b>BANDA ACEH<\/b>\u00a0 &#8212; Seorang penjual es teh, Sunhaji (37) mengaku merasa tersinggung saat diolok-olok dan ditertawakan oleh Gus Miftah atau Miftah Maulana Habiburrahman saat acara pengajian di Magelang, Jawa Tengah, pada Rabu (20\/11\/2024) malam.\u00a0<\/p>\n<p>Peristiwa yang membuatnya tersinggung tersebut terjadi di lapangan drh Soepardi, Magelang. Apalagi di sana ribuan orang hadir untuk menyaksikan salawatan dan melihat Sunhaji diolok-olok.<\/p>\n<p>Saat berjualan es teh keliling, Sunhaji &#8220;ditegur&#8221; oleh Miftah dan menerima hinaan kasar.<\/p>\n<p>Video olok-olok tersebut telah menyebar luas di berbagai platform media sosial dan ramai diperbincangkan.<\/p>\n<p>&#8220;Saya tersinggung. Wong saya lagi masuk ada suara kaya gitu,&#8221; kata Sunhaji saat ditemui di rumahnya di Dusun Gesari, Desa Banyusari, Kecamatan Grabag, Kabupaten Magelang, pada Rabu (4\/12\/2024).<\/p>\n<p>Sunhaji menyatakan kekecewaannya terhadap Miftah, seorang tokoh yang memiliki Pondok Pesantren Ora Aji di Daerah Istimewa Yogyakarta.<\/p>\n<p>Momen tersebut semakin menyakitkan bagi Sunhaji karena sejumlah tokoh yang hadir dan dikenal sebagai ulama turut menertawakan dirinya.<\/p>\n<p>\u00a0Acara salawatan malam itu dihadiri oleh tokoh-tokoh seperti Habib Zaidan, Muhammad Yusuf Chudlori (Ketua DPW <a href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/tag\/pkb\/\">PKB<\/a> Jateng), dan Usman Ali, pengasuh Asrama Perguruan Islam (API) Al Huda.<\/p>\n<p>Meski merasa tertekan, Sunhaji memilih untuk tetap melanjutkan aktivitas berjualannya.<\/p>\n<p>&#8220;Saya tetap berjualan. Saya mencari sangu buat pulang,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<p>Pria yang memiliki dua anak ini mencatat mendapatkan uang sebesar Rp 35.000 dari tujuh gelas yang terjual.<\/p>\n<p>&#8220;Uang itu buat beli bensin Rp 15.000 dan Rp 20.000 saya bawa pulang untuk sangu anak-anak,&#8221; jelasnya.<\/p>\n<p>Ia mengungkapkan bahwa salah satu anaknya masih berstatus pelajar SMP dan yang lainnya di SD.<\/p>\n<p>Sunhaji mengaku telah berjualan es teh selama kurang lebih setahun setelah beralih dari pekerjaannya sebagai tukang kayu, akibat cedera pada tangan kirinya.<\/p>\n<p>&#8220;Jadinya, untuk angkat yang berat-berat tidak kuat. Makanya saya jualan seperti ini,&#8221; katanya.<\/p>\n<p>Ia berharap dapat terus berjuang di acara-acara besar yang menarik banyak pengunjung, seperti pengajian akbar, untuk mencari nafkah bagi keluarganya.<\/p>\n<p><b>Miftah Minta Maaf<\/b><\/p>\n<p>Seperti diketahui, Gus Miftah yang kini menjadi Utusan Khusus Presiden Bidang Kerukunan Beragama dan Pembinaan Sarana Keagamaan menuai kritik publik.<\/p>\n<p>Sebab dalam sebuah video, ia tampak menghina pedagang es teh yang sedang berjualan di antara para penonton dalam sebuah acara pengajian.\u00a0<\/p>\n<p>Peristiwa itu terjadi saat Miftah mengisi pengajian dalam rangka &#8220;Magelang Bersholawat&#8221; di Lapangan Drh. Soepardi, Mungkid, Kabupaten Magelang, pada Rabu (20\/11\/2024).<\/p>\n<p>Awalnya, penonton meminta Miftah untuk memborong dagangan es teh seorang penjual.<\/p>\n<p>Namun, ia justru mengeluarkan kata tak pantas.<\/p>\n<p>&#8220;Es tehmu jik okeh ora (es tehmu masih banyak enggak)? Masih? Yo kono didol (ya sana dijual), g*bl*k,&#8221; kata Miftah dalam potongan video.<\/p>\n<p>&#8220;Dolen ndisik, ngko lak rung payu yo wes, takdir (Jual dulu, nanti kalau masih belum laku, ya sudah, takdir),&#8221; sambungnya.<\/p>\n<p>Pernyataan Miftah itu pun diikuti gelak tawa dari sejumlah orang yang ada di atas panggung.<\/p>\n<p>Video itu pun menuai kecaman dari warganet di berbagai platform media sosial.<\/p>\n<p>Atas kegaduhan ini, Miftah mengatakan, pernyataan itu hanya sebuah candaan yang dilontarkan kepada tukang es teh.<\/p>\n<p>Karenanya, ia meminta maaf atas pernyataannya yang menimbulkan kegaduhan.<\/p>\n<p>&#8220;Dengan kerendahan hati, saya meminta maaf atas kekhilafan saya, saya memang sering bercanda dengan siapa pun,&#8221; jelas dia dalam sebuah video klarifikasinya, Rabu (4\/12\/2024).<\/p>\n<p>Pendakwah itu mengaku akan menyampaikan permohonan maaf secara langsung kepada sang penjual es teh.<\/p>\n<p>Miftah berharap agar penjual es teh bersedia memaafkannya atas candaan itu.<\/p>\n<p>\u201cSaya juga meminta maaf pada masyarakat atas kegaduhan ini, yang merasa terganggu dengan candaan saya, yang dinilai oleh masyarakat mungkin berlebihan. Untuk itu, saya minta maaf,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Pemimpin Pondok Pesantren Ora Aji itu juga menyampaikan, kejadian tersebut menjadi bahan introspeksi bagi dirinya.<\/p>\n<p>Dia memastikan akan lebih berhati-hati ketika berbicara di depan umum, publik, dan masyarakat.<\/p>\n<p>\u201cSaya juga sudah ditegur oleh bapak Seskab yang hari ini berada di Kupang untuk lebih berhati-hati menyampaikan pendapat dan pidato di depan masyarakat umum,\u201d kata Miftah<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BANDA ACEH\u00a0 &#8212; Seorang penjual es teh, Sunhaji (37) mengaku merasa tersinggung saat diolok-olok dan ditertawakan oleh Gus Miftah atau Miftah Maulana Habiburrahman saat acara pengajian di Magelang, Jawa Tengah, pada Rabu (20\/11\/2024) malam.\u00a0 Peristiwa yang membuatnya tersinggung tersebut terjadi di lapangan drh Soepardi, Magelang. Apalagi di sana ribuan orang hadir untuk menyaksikan salawatan dan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":403532,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_seopress_titles_title":"","_seopress_titles_desc":"","_seopress_robots_index":"","_seopress_robots_follow":"","_seopress_robots_imageindex":"","_seopress_robots_snippet":"","_seopress_robots_primary_cat":"","_seopress_robots_breadcrumbs":"","_seopress_robots_freeze_modified_date":"","_seopress_robots_custom_modified_date":"","_seopress_robots_canonical":"","_seopress_social_fb_title":"","_seopress_social_fb_desc":"","_seopress_social_fb_img":"","_seopress_social_fb_img_attachment_id":0,"_seopress_social_fb_img_width":0,"_seopress_social_fb_img_height":0,"_seopress_social_twitter_title":"","_seopress_social_twitter_desc":"","_seopress_social_twitter_img":"","_seopress_social_twitter_img_attachment_id":0,"_seopress_social_twitter_img_width":0,"_seopress_social_twitter_img_height":0,"_seopress_redirections_value":"","_seopress_redirections_enabled":"","_seopress_redirections_enabled_regex":"","_seopress_redirections_logged_status":"","_seopress_redirections_param":"","_seopress_redirections_type":0,"_seopress_analysis_target_kw":"","_seopress_news_disabled":"","_seopress_video_disabled":"","_seopress_video":[],"_seopress_pro_schemas_manual":[],"_seopress_pro_rich_snippets_disable_all":"","_seopress_pro_rich_snippets_disable":[],"_seopress_pro_schemas":[],"footnotes":"","_disable_autopaging":false},"categories":[34],"tags":[318954,318961,1420,30467,274908,318940,318953],"series":[],"class_list":["post-403531","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nasional","tag-penjual-es-teh","tag-taim-hina-penjual-es-teh","tag-peristiwa","tag-gus-miftah","tag-berita","tag-gus-miftah-hina-penjual-es-teh","tag-sunhaji"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/403531","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/comments?post=403531"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/403531\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media\/403532"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media?parent=403531"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/categories?post=403531"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/tags?post=403531"},{"taxonomy":"series","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/series?post=403531"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}