{"id":403753,"date":"2024-12-05T08:49:00","date_gmt":"2024-12-05T01:49:00","guid":{"rendered":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2024\/12\/05\/ternyata-peluru-masih-bersarang-di-jasad-gro-hingga-dikubur-polisi-berdalih-karena-keluarga-tolak-autopsi\/"},"modified":"2024-12-05T09:30:04","modified_gmt":"2024-12-05T02:30:04","slug":"ternyata-peluru-masih-bersarang-di-jasad-gro-hingga-dikubur-polisi-berdalih-karena-keluarga-tolak-autopsi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2024\/12\/05\/ternyata-peluru-masih-bersarang-di-jasad-gro-hingga-dikubur-polisi-berdalih-karena-keluarga-tolak-autopsi\/","title":{"rendered":"Ternyata Peluru Masih Bersarang di Jasad GRO hingga Dikubur, Polisi Berdalih karena Keluarga Tolak Autopsi"},"content":{"rendered":"<p><b>BANDA ACEH<\/b>\u00a0 &#8211; Kasus penembakan yang melibatkan anggota kepolisian, Aipda Robig Zaenudin, terhadap pelajar SMK N 4 Semarang, GRO atau Gamma (17), mengungkap fakta baru.<\/p>\n<p>Proyektil peluru yang diletuskan oleh Robig masih bersarang di tubuh korban hingga jasadanya dikuburkan.<\/p>\n<p>Kejadian ini berlangsung pada Minggu (24\/11\/2024) sekira pukul 00.19 WIB, di depan minimarket Candi Penataran Raya, Ngaliyan, Kota Semarang, Jawa Tengah.<\/p>\n<p>Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Jateng, Kombes Pol Artanto, mengungkapkan, peluru yang masih berada di tubuh Gamma disebabkan oleh penolakan keluarga untuk melakukan autopsi.<\/p>\n<p>&#8220;Mungkin ada permintaan dari pihak keluarga untuk tidak dilakukan autopsi. Dari penyidik menghargai hal tersebut,&#8221; jelas Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Kombes Pol Artanto, di Mapolda Jateng, Rabu (4\/12\/2024).<\/p>\n<p>Namun, polisi kemudian mengajukan permohonan untuk dilakukan ekshumasi terhadap jasad almarhum untuk keperluan penyidikan.<\/p>\n<p>Termasuk untuk mengambil barang bukti peluru. Sebab, sebelumnya polisi sudah tahu peluru itu masih bersarang di tubuh korban.<\/p>\n<p>&#8220;Kami menyakini bahwa proyektil peluru masih berada di tubuh korban. Oleh karena itu kami memohon utk keperluan penyidikan untuk dilakukan ekshumasi dan pihak keluarga mengizinkan,&#8221; kata Artanto.<\/p>\n<p>Setelah kejadian, pihak kepolisian mengaku mengalami kesulitan dalam mengidentifikasi Gamma karena tidak ada identitas yang melekat pada tubuhnya.<\/p>\n<p>&#8220;Pasca kejadian penembakan yang bersangkutan tidak ada identitas melekat di tubuhnya sehingga polisi mengalami kesulitan untuk mencari identitas. Baru ketahuan pada siang harinya,&#8221; ungkap Artanto.<\/p>\n<p>Keluarga Gamma menyayangkan sikap polisi yang memberitahukan kematian Gamma dengan jeda waktu hampir 12 jam setelah kejadian.<\/p>\n<p>&#8220;Alasannya tidak ada identitas dan rekam sidik jari tidak keluar. Padahal warga sekitar bilang sejak pagi rumah kami sudah dicari polisi berpakaian preman,&#8221; tutur paman korban, Agung.<\/p>\n<p>Keluarga juga keberatan mengenai barang pribadi Gamma yang masih ditahan polisi, termasuk handphone dan motor.<\/p>\n<p>&#8220;Seandainya HP bisa kami dapatkan, bisa dilakukan untuk mengungkap fakta sebetulnya,&#8221; katanya<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BANDA ACEH\u00a0 &#8211; Kasus penembakan yang melibatkan anggota kepolisian, Aipda Robig Zaenudin, terhadap pelajar SMK N 4 Semarang, GRO atau Gamma (17), mengungkap fakta baru. Proyektil peluru yang diletuskan oleh Robig masih bersarang di tubuh korban hingga jasadanya dikuburkan. Kejadian ini berlangsung pada Minggu (24\/11\/2024) sekira pukul 00.19 WIB, di depan minimarket Candi Penataran Raya, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":402774,"comment_status":"open","ping_status":"","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","_disable_autopaging":false},"categories":[34],"tags":[242,1420,274908],"series":[],"class_list":["post-403753","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nasional","tag-politik","tag-peristiwa","tag-berita"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/403753","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/comments?post=403753"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/403753\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media\/402774"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media?parent=403753"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/categories?post=403753"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/tags?post=403753"},{"taxonomy":"series","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/series?post=403753"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}