{"id":405704,"date":"2024-12-12T19:00:00","date_gmt":"2024-12-12T12:00:00","guid":{"rendered":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2024\/12\/12\/eks-presiden-israel-ratu-elizabeth-ii-percaya-setiap-orang-israel-adalah-terors\/"},"modified":"2024-12-12T22:21:10","modified_gmt":"2024-12-12T15:21:10","slug":"eks-presiden-israel-ratu-elizabeth-ii-percaya-setiap-orang-israel-adalah-teroris","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2024\/12\/12\/eks-presiden-israel-ratu-elizabeth-ii-percaya-setiap-orang-israel-adalah-teroris\/","title":{"rendered":"Eks Presiden Israel: Ratu Elizabeth II Percaya Setiap Orang Israel adalah Teroris"},"content":{"rendered":"<p><b>BANDA ACEH<\/b> &#8211; Mantan presiden <a href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/tag\/israel\/\">Israel<\/a>, <a title=\"Reuven Rivlin\" href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/tag\/reuven-rivlin\/\">Reuven Rivlin<\/a> mengungkapkan kalau hubungan antara Israel dan mendiang Ratu Inggris, <a title=\"Ratu Elizabeth II\" href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/tag\/ratu-elizabeth-ii\/\">Ratu Elizabeth II<\/a> terhitung sulit dan tidak akur.<\/p>\n<p>Rivlin mengenang, sikap mendiang Ratu Inggris itu ke Israel terkait dengan pandangan pribadinya terhadap Israel sebagai sebuah bangsa dan negara.<\/p>\n<p>&#8220;Hubungan antara kami dan Ratu Elizabeth sedikit sulit karena dia percaya bahwa setiap orang dari kami adalah teroris atau putra seorang teroris,&#8221; kata Rivlin pada acara gala di London, dilansir RNTV, Rabu (11\/12\/2024).<\/p>\n<p>Pandangan ini membuat Ratu Elizabeth II &#8216;tidak ramah&#8217; ke para pejabat atau tokoh berentitas Israel.<\/p>\n<p>\u201cDia menolak untuk menerima pejabat Israel ke Istana [Buckingham], selain dari acara-acara internasional,\u201d tambahnya.<\/p>\n<p>Sebaliknya, menurut Rivelin, Raja Charles III sebagai perbandingan, selalu &#8220;sangat ramah&#8221; terhadap tokoh dan pejabat Israel.<\/p>\n<p>Selama masa jabatannya, Ratu Elizabeth II melakukan perjalanan ke lebih dari 110 negara di enam benua, tetapi tidak pernah sekalipun mengunjungi Israel.<\/p>\n<h4 style=\"text-align: left;\">Serang Suriah Berhari-hari<\/h4>\n<p>Pandangan negatif mendiang Ratu Inggris itu terhadap Israel diyakini karena kejadian meledaknya sebuah bom di Hotel King David di Yerusalem, menewaskan 91 orang pada Senin, 22 Juli 1946.<\/p>\n<p>Almarhum raja, yang meninggal pada usia 96 tahun, berusia 20 tahun saat aksi terorisme itu terjadi.<\/p>\n<p>Ledakan yang direncanakan dan dilaksanakan oleh kelompok teroris Yahudi Irgun tersebut merenggut nyawa 11 pejabat senior Inggris dan banyak warga sipil lainnya.<\/p>\n<p>Hotel yang dibangun pada tahun 1929 tersebut pada awal tahun 1940-an telah menjadi kantor pusat tidak resmi bagi warga Inggris yang ditugaskan untuk bertugas di Mandat <a href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/tag\/palestina\/\">Palestina<\/a>.<\/p>\n<p>Tempat itu merupakan tempat yang terkenal di mana para pejabat Inggris dan keluarga mereka berkumpul.<\/p>\n<p>Praduga lain soal bencinya sang Ratu ke Israel adalah karena ulah zionisme negara pendudukan tersebut dalam manuver pendudukannya terhadap wilayah-wilayah di sekitar.<\/p>\n<p>Terbaru, dalam eskalasi terkini di kawasan Timur Tengah, Israel melancarkan serangan ke Suriah di tengah runyamnya situasi <a href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/tag\/politik\/\">Politik<\/a> dan keamanan di negara itu.<\/p>\n<p>Para pengamat mengatakan sejauh ini Pasukan Pertahanan Israel (IDF) sudah melancarkan sekitar 300 serangan udara ke Suriah.<\/p>\n<p>IDF dilaporkan sudah menduduki Provinsi Quneitra di Suriah. Sebelumnya, Israel sudah mencaplok Dataran Tinggi Golan milik Suriah tahun 1981.<\/p>\n<p>Israel bersikeras mengatakan aksi-aksinya belakangan ini di Suriah sebagai bentuk tindakan perlindungan dan dipicu oleh kekhawatiran dalam hal keamanan.<\/p>\n<p>Akan tetapi, narasi Israel itu dibantah mentah-mentah oleh Furkan Halit Yolcu, pakar keamanan pada Universitas Sakarya di Turki.<\/p>\n<p>Yolcu bahkan menyebut tindakan Israel sebagai serangan yang bertujuan untuk merampas wilayah Suriah.<\/p>\n<p>Bisa dikatakan Israel saat ini bagaikan memancing di air keruh atau memanfatkan kekacauan yang terjadi di negeri jiran.<\/p>\n<p>\u201cSejarah mengatakan ini bukan aksi melindungi, tetapi itu semua tentang cara pandang ofensif yang tengah berlangsung, memanfaatkan kesempatan, dan secara perlahan mengklaim wilayah,\u201d ujar Yolcu dikutip dari Sputnik.<\/p>\n<p>\u201cKapan pun ada kesempatan, kapan pun ada peluang, Israel sepertinya akan memanfaatkan momen itu dan berupaya mendapatkan lebih banyak wilayah selagi bisa,\u201d katanya menjelaskan.<\/p>\n<p>Lalu, Yolcu memperkirakan Israel tak akan \u201clolos\u201d dalam aksinya belakangan ini. Dia memprediksi tindakan Israel akan dibahas oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) segera setelah pemerintahan baru di Suriah terbentuk.<\/p>\n<p>\u201cPerkara itu mungkin akan menjadi masalah yang lebih besar daripada saat ini karena [Suriah] belum punya punya pemerintahan,\u201d ujar Yolcu.<\/p>\n<p>Baca juga:\u00a0 Hizbullah Mengutuk Agresi Israel Terhadap Suriah, Menyerukan Persatuan di Suriah<\/p>\n<p>\u201cAkan tetapi, ketika pemerintahan sudah terbentuk dan secara resmi diakui oleh masyarakat seperti halnya PBB, pasti sengketa wilayah akan dimulai.\u201d<\/p>\n<h4 style=\"text-align: left;\">Israel mengaku hancurkan 80 persen kemampuan militer Suriah<\/h4>\n<p>Selepas melancarkan serangan selama beberapa hari, IDF mengklaim sudah menghancurkan 70 hingga 80 persen kemampuan militer Suriah milik rezim Presiden Bashar Al-Assad yang kini tumbang.<\/p>\n<p>\u201cDalam 48 jam terakhir, IDF menyerang sebagian besar gudang senjata strategis di Suriah,\u201d kata IDF hari Selasa, (10\/12\/2024), dikutip dari All Israel News.<\/p>\n<p>Israel berdalih serangan itu dilakukan agar mencegah senjata jatuh ke tangan \u201cunsur teroris\u201d.<\/p>\n<p>Adapun bagian terbesar serangan itu disebut \u201cOperasi Anak Panah Bashan\u201d dan sudah rampung hari Selasa.<\/p>\n<p>Menurut Army Radio, operasi militer besar itu melenyapkan hampir semua peralatan militer Suriah yang disebut mengancam Israel.<\/p>\n<p>Operasi itu mendapat lampu hijau dari Kepala Staf IDF Letjen Herzi Halevi hari Sabu lalu atau teat sebelum rezim Assad resmi digulingkan.<\/p>\n<p>Dilaporkan total ada 350 pesawat yang diikutsertakan Israel dalam serangan ke Suriah. Jumlah itu bahkan lebih dari setengah jumlah pesawat Angkatan Udara Israel.<\/p>\n<p>IDF menyebut pesawat-pesawat itu terbang ratusan jam di atas langit Suriah.<\/p>\n<p>Israel mengklaim target yang dihancurkan termasuk senjata strategis seperti rudal Scud, rudal penjelajah, rudal darat ke laut, rudal darat ke udara, dan rudal udara ke udara, pesawat nirawak, jet tempur.<\/p>\n<p>Di samping itu, perlengkapan reguler tentara seperti helikopter serang, radar, tank, hanggar pesawat, dan infastruktur intelijen turut hancur.<\/p>\n<p>Israel juga mengerahkan angkatan lautnya untuk menyerang Pelabuhan Al-Beida dan Latakia. Serangan itu diklaim menghancurkan belasan kapal rudal milik Angkatan Laut Suriah.<\/p>\n<p>Di samping itu, pasukan IDF di darat terus dikerahkan di bekas zona demiliterisasi sepanjang perbatasan. Dalihnya ialah untuk mengamankan area itu.<\/p>\n<p>Tindakan tersebut mendapat kritik pedas dari negara-negara Arab. Sebagai contoh, Al-Araby Al-Jadeed menyebut aksi Israel itu sebagai pendudukan atas tanah Suriah.<\/p>\n<p>Adapun Utusan PBB untuk Suriah, Geir Pedersen pada hari Selasa menyebut tindakan Israel telah memperburuk ketidakstabilan di Suriah.<\/p>\n<h3 style=\"text-align: left;\">Disebut Meninggal Karena Kanker<\/h3>\n<p>Terkait kematian Ratu Elizabeth II, mantan Perdana Menteri Inggris, Boris Johnson sempat menjadi bahan perbincangan publik Britania karena pernyataan kontroversialnya.<\/p>\n<p>Hal ini terjadi setelah Boris Johnson mengklaim, Ratu Elizabeth II sebenarnya meninggal karena mengalami kanker tulang di tahun-tahun terakhirnya,.<\/p>\n<p>Sosok yang pernah menjabat sebagai Wali Kota London ini menyampaikan klaim kontroversialnya tersebut dalam buku memoarnya yang baru dirilis.<\/p>\n<p>Di buku bertajuk &#8220;Unleashed,&#8221; yang akan diterbitkan Oktober ini, Boris mengatakan baru tahu penyakit yang diderita Ratu Elizabeth II tersebut saat hendak mengundurkan diri pada September 2022, atau dua hari sebelum kematiannya.<\/p>\n<p>Dikutip dari Politico, Boris diberitahu bahwa setidaknya sudah satu tahun lebih sang ratu Inggris didiagnosa mengalami sejenis kanker tulang pada saat itu.<\/p>\n<p>Ini adalah pertama kalinya seorang politikus senior Inggris membahas detil terkait penyebab kematian ratu.<\/p>\n<p>Selama ini, pihak Kerajaan Inggris dalam pernyataan resminya selalu menyebut bahwa Ratu Elizabeth II meninggal karena hal yang natural.<\/p>\n<p>Bahkan, Kerajaan Inggris juga mendaftarkan &#8220;usia tua&#8221; sebagai keterangan penyebab kematian Ratu Elizabeth II di sertifikat kematiannya.<\/p>\n<p>Pengungkapan informasi dari Boris Johnson ini juga dinilai sebagai hal yang sangat tidak biasa oleh publik Inggris.<\/p>\n<p>Hal ini terjadi mengingat informasi terkait kesehatan ratu merupakan hal rahasia yang dijaga ketat selama masa pemerintahannya.<\/p>\n<p>Selain itu, informasi yang dibagikan dalam pertemuan antara perdana menteri dan ratu biasanya selalu dirahasiakan.<\/p>\n<p>Dalam memoarnya tersebut, Boris juga menceritakan pertemuan terakhir kalinya dengan Ratu Elizabeth II.<\/p>\n<p>Johnson mendeskripsikan bahwa sang ratu pada saat itu terlihat tampak tidak sehat.<\/p>\n<p>&#8220;Dia terlihat pucat dan lebih membungkuk, serta memiliki memar gelap di tangan dan pergelangan tangannya, mungkin dari infus atau suntikan.&#8221; ungkap Boris.<\/p>\n<p>Namun demikian, boris menambahkan bahwa suasana hati sang ratu saat itu tetap terlihat cerah meskipun kondisi fisiknya begitu memburuk.<\/p>\n<p>&#8220;Sepertinya ia tidak terpengaruh oleh penyakitnya, dan dari waktu ke waktu dalam percakapan kami saat itu, dia masih menunjukkan senyumnya yang cerah yang mampu mengangkat suasana hati,&#8221; lanjut Boris.<\/p>\n<p>Boris Johnson juga mengatakan bahwa Ratu Elizabeth II kala itu sudah mengetahui sepanjang musim panas bahwa dia tak memiliki ekspektasi hidup yang panjang lagi.<\/p>\n<p>&#8220;Namun demikian, ia tetap bertekad untuk bertahan dan menjalankan tugas terakhirnya,&#8221; pungkas Boris.<\/p>\n<div class=\"pdfprnt-buttons pdfprnt-buttons-post pdfprnt-bottom-right\"><a href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/405704?print=print\" class=\"pdfprnt-button pdfprnt-button-print\" target=\"_blank\" ><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/apps\/pdf-print\/images\/print.png\" alt=\"image_print\" title=\"Print Content\" \/><\/a><\/div>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Mantan presiden Israel, Reuven Rivlin mengungkapkan kalau hubungan antara Israel dan mendiang Ratu Inggris, Ratu Elizabeth II terhitung sulit dan tidak akur.<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":405705,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_seopress_titles_title":"","_seopress_titles_desc":"","_seopress_robots_index":"","_seopress_robots_follow":"","_seopress_robots_imageindex":"","_seopress_robots_snippet":"","_seopress_robots_primary_cat":"","_seopress_robots_breadcrumbs":"","_seopress_robots_freeze_modified_date":"","_seopress_robots_custom_modified_date":"","_seopress_robots_canonical":"","_seopress_social_fb_title":"","_seopress_social_fb_desc":"","_seopress_social_fb_img":"","_seopress_social_fb_img_attachment_id":0,"_seopress_social_fb_img_width":0,"_seopress_social_fb_img_height":0,"_seopress_social_twitter_title":"","_seopress_social_twitter_desc":"","_seopress_social_twitter_img":"","_seopress_social_twitter_img_attachment_id":0,"_seopress_social_twitter_img_width":0,"_seopress_social_twitter_img_height":0,"_seopress_redirections_value":"","_seopress_redirections_enabled":"","_seopress_redirections_enabled_regex":"","_seopress_redirections_logged_status":"","_seopress_redirections_param":"","_seopress_redirections_type":0,"_seopress_analysis_target_kw":"ratu elizabeth ii","_seopress_news_disabled":"","_seopress_video_disabled":"","_seopress_video":[],"_seopress_pro_schemas_manual":[],"_seopress_pro_rich_snippets_disable_all":"","_seopress_pro_rich_snippets_disable":[],"_seopress_pro_schemas":[],"footnotes":"","_disable_autopaging":false},"categories":[36,278],"tags":[274908,319285,68,317250,1420,6901,6903],"series":[],"class_list":["post-405704","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-internasional","category-palestina","tag-berita","tag-eks-presiden-israel","tag-headline","tag-negara-kera-israel","tag-peristiwa","tag-ratu-elizabeth-ii","tag-ratu-inggris"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/405704","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/comments?post=405704"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/405704\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media\/405705"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media?parent=405704"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/categories?post=405704"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/tags?post=405704"},{"taxonomy":"series","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/series?post=405704"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}