{"id":405866,"date":"2024-12-13T09:28:00","date_gmt":"2024-12-13T02:28:00","guid":{"rendered":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2024\/12\/13\/penjelasan-medis-remaja-di-bogor-alami-perubahan-kelamin-dari-perempuan-jadi-laki-laki\/"},"modified":"2024-12-13T19:03:13","modified_gmt":"2024-12-13T12:03:13","slug":"penjelasan-medis-remaja-di-bogor-alami-perubahan-kelamin-dari-perempuan-jadi-laki-laki","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2024\/12\/13\/penjelasan-medis-remaja-di-bogor-alami-perubahan-kelamin-dari-perempuan-jadi-laki-laki\/","title":{"rendered":"Penjelasan Medis Remaja di Bogor Alami Perubahan Kelamin dari Perempuan Jadi Laki-laki"},"content":{"rendered":"<p><b>BANDA ACEH<\/b>\u00a0 &#8212; Seorang remaja berinisial TAP (15) asal Bogor Jawa Barat mengungkapkan keinginannya untuk segera menjalani operasi perubahan kelamin menjadi laki-laki.<\/p>\n<p>Sejak lahir TAP dinyatakan perempuan.<\/p>\n<p>Sehari-hari TAP mengenakan baju perempuan.<\/p>\n<p>Namun berdasarkan pengamatan lebih lanjut, baru-baru ini TAP harus menerima kenyataan bahwa ia adalah seorang laki-laki.<\/p>\n<p>Bagaimana penjelasan dari sisi medis?<\/p>\n<p>Berikut penjelasan dokter spesialis andrologi Dr Androniko SpAnd.<\/p>\n<p>Meski tidak melakukan pemeriksaan terhadap yang bersangkutan, dokter Androniko mengatakan ada beberapa kemungkinan yang menyebabkan hal tersebut terjadi.<\/p>\n<p>Ia menilai, bahwa TAP memang terlahir sebagai anak laki-laki.<\/p>\n<p>Namun karena terjadi kelainan dalam perkembangan genitalnya seperti testis yang tidak turun, atau perkembangan penis yang kurang sesuai sehingga jenis kelaminnya terkesan ambigu.<\/p>\n<p>Karenanya sebagai orangtua perlu memeriksakan rutin perkembangan genital anak jika melihat tanda-tanda yang mengarah\u00a0 kelainan.<\/p>\n<p>&#8220;Sebaiknya memang rutin diperiksakan, sejak awal jika memang jenis kelamin ambigu atau belum jelas, baiknya tidak langsung diputuskan ke salah satu jenis kelamin, tapi langsung dikonsulkan dokter,&#8221; ujar dia saat dihubungi Tribunnews.com, Jumat (13\/12\/2024).<\/p>\n<p>Dalam kasus seperti ini penanganan dan pengobatannya membutuhkan proses yang cukup panjang lantaran ditangani oleh beberapa dokter\u00a0 multidisiplin seperti dokter spesialis anak, andrologi, dan genetik.<\/p>\n<p>Remaja berinisial TAP (15) asal Cibungbulang Kabupaten Bogor Jawa Barat mengalami perubahan kelamin dari perempuan menjadi pria.<\/p>\n<p>Ia mengingatkan, selain memantau anak bertumbuh dan berkembang, tetap diharapkan evaluasi monitoring bagian genital atau seksualnya juga secara rutin.<\/p>\n<p>&#8220;Evaluasi monitoring juga bagian genital anak secara rutin,&#8221; pesannya.<\/p>\n<p>Dikutip dari Tribunnews.com, proses pemeriksaan medis TAP dilakukan sejak Oktober 2024.<\/p>\n<p>Orangtua TAP merasa khawatir diusia TAP yang menginjak 15 tahun ia tidak kunjung mengalami menstruasi pertama.<\/p>\n<p>Menurut ibu TAP, kecurigaan TAP adalah laki-laki semakin kuat ketika dirinya memeriksa kondisi fisik TAP, dimana hasilnya mengarah pada jenis kelamin seperti laki-laki.<\/p>\n<p>Sejak saat itu, ia pun membawa TAP melakukan pemeriksaan ke puskesmas.<\/p>\n<p>Dokter pun menyatakan, TAP yang lahir pada 2010 lalu ini adalah laki-laki.<\/p>\n<p>Meski tidak percaya dengan hasil dokter di puskesmas, S lalu membawa TAP untuk dirujuk di RS daerah Cibinong untuk menjalani pengecekan kromosom dan hormon.<\/p>\n<p>Hasilnya pun tetap menunjukan bahwa TAP adalah seorang laki-laki<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BANDA ACEH\u00a0 &#8212; Seorang remaja berinisial TAP (15) asal Bogor Jawa Barat mengungkapkan keinginannya untuk segera menjalani operasi perubahan kelamin menjadi laki-laki. Sejak lahir TAP dinyatakan perempuan. Sehari-hari TAP mengenakan baju perempuan. Namun berdasarkan pengamatan lebih lanjut, baru-baru ini TAP harus menerima kenyataan bahwa ia adalah seorang laki-laki. Bagaimana penjelasan dari sisi medis? Berikut penjelasan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":405568,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","_disable_autopaging":false},"categories":[34],"tags":[28630,274908,319263,1420],"series":[],"class_list":["post-405866","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nasional","tag-jenis-kelamin","tag-berita","tag-perubahan-jenis-kelamin","tag-peristiwa"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/405866","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/comments?post=405866"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/405866\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media\/405568"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media?parent=405866"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/categories?post=405866"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/tags?post=405866"},{"taxonomy":"series","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/series?post=405866"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}