{"id":406473,"date":"2024-12-16T13:50:00","date_gmt":"2024-12-16T06:50:00","guid":{"rendered":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2024\/12\/16\/2-pertimbangan-ma-tolak-pk-7-terpidana-kasus-vina-tak-ada-kekhilafan-hakim\/"},"modified":"2024-12-16T23:34:04","modified_gmt":"2024-12-16T16:34:04","slug":"2-pertimbangan-ma-tolak-pk-7-terpidana-kasus-vina-tak-ada-kekhilafan-hakim","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2024\/12\/16\/2-pertimbangan-ma-tolak-pk-7-terpidana-kasus-vina-tak-ada-kekhilafan-hakim\/","title":{"rendered":"2 Pertimbangan MA Tolak PK 7 Terpidana Kasus Vina: Tak Ada Kekhilafan Hakim"},"content":{"rendered":"<p><b>BANDA ACEH<\/b>\u00a0 &#8211; Mahkamah Agung (MA) menolak peninjauan kembali (PK) tujuh terpidana kasus pembunuhan Vina dan Eky di Cirebon, Jawa Barat.<\/p>\n<p>&#8220;Menolak permohonan peninjauan kembali para terpidana (kasus Vina),&#8221; kata Juru Bicara Mahkamah Agung, Yanto, Senin (16\/12\/2024), dikutip dari tayangan YouTube Kompas TV.<\/p>\n<p>Yanto menjelaskan ada dua pertimbangan majelis hakim menolak permohonan PK tersebut.<\/p>\n<p>Pertama, tidak terdapat kekhilafan Judex Factie dan Judex Jurist hakim dalam mengadili para terpidana.<\/p>\n<p>&#8220;Dan bukti baru atau novum yang diajukan oleh terpidana bukan merupakan bukti baru sebagaimana ditentukan dalam Pasal 263 Ayat 2 huruf A KUHP,&#8221; ungkapnya.<\/p>\n<p>Melansir Kompas.com, PK tujuh terpidana itu terbagi dalam dua perkara.<\/p>\n<p>Perkara pertama teregister dengan nomor 198\/PK\/PID\/2024 atas nama Eko Ramadhani dan Rivaldi Aditya.<\/p>\n<p>Perkara Eko Ramadhani dan Rivaldi Aditya diadili oleh Ketua Majelis PK, Burhan Dahlan dengan dua anggota majelis, Yohanes Priyana dan Sigid Triyono.<\/p>\n<p>Sementara itu, PK lima terpidana lainnya, yakni Eka Sandi, Hadi Saputra, Jaya, Sudirman, dan Supriyanto teregister dengan nomor 199\/PK\/PID\/2024.<\/p>\n<p>Adapun PK lima terpidana ini diadili oleh Burhan Dahlan serta dua anggota majelis, Jupriyadi dan Sigid Triyono.<\/p>\n<p>Sebagai informasi, dalam kasus Vina yang terjadi pada 2016 ini, total ada delapan orang terpidana.<\/p>\n<p>Tujuh di antaranya divonis penjara seumur hidup.<\/p>\n<p>Satu terpida lainnya yakni Saka Tatal dihukum delapan tahun penjara.<\/p>\n<p>Adapun Saka Tatal kini telah bebas murni<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BANDA ACEH\u00a0 &#8211; Mahkamah Agung (MA) menolak peninjauan kembali (PK) tujuh terpidana kasus pembunuhan Vina dan Eky di Cirebon, Jawa Barat. &#8220;Menolak permohonan peninjauan kembali para terpidana (kasus Vina),&#8221; kata Juru Bicara Mahkamah Agung, Yanto, Senin (16\/12\/2024), dikutip dari tayangan YouTube Kompas TV. Yanto menjelaskan ada dua pertimbangan majelis hakim menolak permohonan PK tersebut. Pertama, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":406474,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_seopress_titles_title":"","_seopress_titles_desc":"","_seopress_robots_index":"","_seopress_robots_follow":"","_seopress_robots_imageindex":"","_seopress_robots_snippet":"","_seopress_robots_primary_cat":"","_seopress_robots_breadcrumbs":"","_seopress_robots_freeze_modified_date":"","_seopress_robots_custom_modified_date":"","_seopress_robots_canonical":"","_seopress_social_fb_title":"","_seopress_social_fb_desc":"","_seopress_social_fb_img":"","_seopress_social_fb_img_attachment_id":0,"_seopress_social_fb_img_width":0,"_seopress_social_fb_img_height":0,"_seopress_social_twitter_title":"","_seopress_social_twitter_desc":"","_seopress_social_twitter_img":"","_seopress_social_twitter_img_attachment_id":0,"_seopress_social_twitter_img_width":0,"_seopress_social_twitter_img_height":0,"_seopress_redirections_value":"","_seopress_redirections_enabled":"","_seopress_redirections_enabled_regex":"","_seopress_redirections_logged_status":"","_seopress_redirections_param":"","_seopress_redirections_type":0,"_seopress_analysis_target_kw":"","_seopress_news_disabled":"","_seopress_video_disabled":"","_seopress_video":[],"_seopress_pro_schemas_manual":[],"_seopress_pro_rich_snippets_disable_all":"","_seopress_pro_rich_snippets_disable":[],"_seopress_pro_schemas":[],"footnotes":"","_disable_autopaging":false},"categories":[34],"tags":[243,1420,274908,293086,293089],"series":[],"class_list":["post-406473","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nasional","tag-hukum","tag-peristiwa","tag-berita","tag-kasus-vina-cirebon","tag-vina-cirebon"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/406473","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/comments?post=406473"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/406473\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media\/406474"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media?parent=406473"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/categories?post=406473"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/tags?post=406473"},{"taxonomy":"series","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/series?post=406473"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}