{"id":40729,"date":"2022-06-17T10:00:14","date_gmt":"2022-06-17T03:00:14","guid":{"rendered":"https:\/\/harianaceh.co.id\/2022\/06\/17\/tip-kesehatan-untuk-jemaah-haji-dengan-risiko-tinggi-agar-ibadah-tetap-maksimal\/"},"modified":"2022-06-17T10:19:37","modified_gmt":"2022-06-17T03:19:37","slug":"tip-kesehatan-untuk-jemaah-haji-dengan-risiko-tinggi-agar-ibadah-tetap-maksimal","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2022\/06\/17\/tip-kesehatan-untuk-jemaah-haji-dengan-risiko-tinggi-agar-ibadah-tetap-maksimal\/","title":{"rendered":"Tip Kesehatan untuk Jemaah Haji dengan Risiko Tinggi Agar Ibadah Tetap Maksimal"},"content":{"rendered":"<p><\/p>\n<p><strong>BANDA ACEH<\/strong>\u00a0&#8211;\u00a0Ibadah haji banyak memerlukan ketahanan fisik. Agar jemaah dengan kondisi kesehatan tergolong kategori resiko tinggi (risti) tetap bisa menjalankan ibadah haji dengan baik terutama saat Sa&#8217;i, Kepala Seksi Kesehatan Haji Daerah Kerja Makkah Muhammad Imran memberikan beberapa tip. &#8220;Metodenya istirahat-istirahat. Dari Safa ke Marwa jalan kaki 400 meter. Bagi yang risti, saat jalan dari Safa ke Marwa, sejenak berhenti, istirahat dulu, berdoa 2 menit untuk menurunkan denyut nadi,&#8221; kata Imran saat ditemui di Kantor Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Makkah, Kamis (16\/06).<\/p>\n<p>&#8220;Penting untuk memberikan kesempatan jantung istirahat supaya tidak terlalu terforsir. Kemudian jalan lagi setiap putaran harus itirataht. Mungkin selesainya lebih lama, tapi lebih aman,&#8221; sambungnya.<\/p>\n<p>Imran mengatakan, sebaiknya jemaah risti didampingi agar tidak tertinggal dengan kelompok jemaahnya. &#8220;Bisa didampingi ketua regu atau dibarengkan dengan jemaah lain,&#8221; ujar Imran.<\/p>\n<p>Jemaah yang punya riwayat penyakit jantung dan PPOK atau Penyakit Paru Osbstruktif Kronis disarankan memakai kursi roda, karena rawan terhadap serangan jantung. &#8220;Biasanya karena merokok lama, jadi belum sampai ke Marwa sudah sesak nafas,&#8221; lanjutnya.<\/p>\n<p>Salah satu Tenaga Kesehatan Haji Indonesia (TKHI) yang mendampingi jemaah Kloter \u00a0SUB-02, Kusuma Yudha, \u00a0menjelaskan, bersama seorang tenaga medis kloter dia terus memantau jemaah risti dalam kloternya. &#8220;Jemaah risiko tinggi harus diawasi khusus karena mempunyai penyakit bawaan yang sudah diderita dari Indonesia. Jadi kita memantau supaya tidak ada kejadian-kejadian yang tidak kita inginkan,&#8221; jelasnya.<\/p>\n<p>Sumber: kemenag.go.id.<\/p>\n<p>Penulis Redaksi<\/p>\n<p>Editor Suyanto Soemohardjo<\/p>\n<p><span style=\"font-size: 14px; color: #999999;\"><em><b>Sumber:<\/b> <a target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\" style=\"color: #999999;\" href=\"https:\/\/www.tabloidbintang.com\/berita\/peristiwa\/read\/174802\/tip-kesehatan-untuk-jemaah-haji-dengan-risiko-tinggi-agar-ibadah-tetap-maksimal\">Tabloidbintang <\/a><\/em><\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BANDA ACEH\u00a0&#8211;\u00a0Ibadah haji banyak memerlukan ketahanan fisik. Agar jemaah dengan kondisi kesehatan tergolong kategori resiko tinggi (risti) tetap bisa menjalankan ibadah haji dengan baik terutama saat Sa&#8217;i, Kepala Seksi Kesehatan Haji Daerah Kerja Makkah Muhammad Imran memberikan beberapa tip. &#8220;Metodenya istirahat-istirahat. Dari Safa ke Marwa jalan kaki 400 meter. Bagi yang risti, saat jalan dari [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":33059,"comment_status":"open","ping_status":"","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","_disable_autopaging":false},"categories":[67],"tags":[2233,29816,2670],"series":[],"class_list":["post-40729","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-hiburan","tag-haji","tag-jamaah-haji","tag-kemenag"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/40729","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/comments?post=40729"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/40729\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media\/33059"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media?parent=40729"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/categories?post=40729"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/tags?post=40729"},{"taxonomy":"series","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/series?post=40729"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}