{"id":407877,"date":"2024-12-22T16:17:00","date_gmt":"2024-12-22T09:17:00","guid":{"rendered":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2024\/12\/22\/menag-prihatin-di-kawasan-elit-pik-tidak-ada-suara-azan-yang-ada-tulisan-tulisan-china\/"},"modified":"2024-12-22T16:55:06","modified_gmt":"2024-12-22T09:55:06","slug":"menag-prihatin-di-kawasan-elit-pik-tidak-ada-suara-azan-yang-ada-tulisan-tulisan-china","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2024\/12\/22\/menag-prihatin-di-kawasan-elit-pik-tidak-ada-suara-azan-yang-ada-tulisan-tulisan-china\/","title":{"rendered":"Menag Prihatin di Kawasan Elit PIK Tidak Ada Suara Azan, yang ada Tulisan-tulisan China"},"content":{"rendered":"<p><b>BANDA ACEH &#8211;\u00a0\u00a0<\/b>Menteri Agama RI Prof KH Nasaruddin Umar menyayangkan sepanjang jalan Thamrin-Sudirman dan Kuningan Jakarta tidak ada masjid yang menonjol.<\/p>\n<p>\u201cKita berada di jalan Thamrin-Sudirman, ini segitiga emas, sekalian sepanjang Thamrin-Sudirman dan sepanjang Kuningan tidak ada masjid nongol di jalan,\u201d kata Kiai Nasaruddin Umar dalam Rapat Pleno V Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) IV MUI di Hotel Sahid, Jakarta Pusat, Rabu (18\/12\/2024), seperti diberitakan laman resmi mui.or.id<\/p>\n<p>Prof Nasar, begitu akrab disapa, mengatakan jalanan tersebut merupakan pusat metropolitan Jakarta di negara yang penduduk Muslimnya terbesar, hanya kalah 40 juta dari Pakistan sekarang ini.<\/p>\n<p>\u201cMestinya kita jangan biarkan daerah Jakarta ini tidak ada masjidnya. Sekitar 1.000 hektare di Pantai Indah Kapuk (PIK) tidak ada suara adzan,\u201d ungkapnya.<\/p>\n<p>Kiai Nasaruddin Umar juga menyebutkan, ketika masuk PIK diperlihatkan sebuah rumah ibadah Budha yang begitu besar dan megahnya. Namun, umat Islam setengah mati mencari tempat ibadah seperti masjid untuk sholat di PIK.<\/p>\n<p>\u201cJadi saya mengimbau kita semua (termasuk) MUI. Jangan pernah kita membiarkan space yang luas ini jangan sampe tidak ada simbol-simbol keislaman,\u201d ungkapnya.<\/p>\n<p>Imam Besar Masjid Istiqlal ini menyampaikan, dirinya sudah berusaha untuk membangun masjid di PIK. Akhirnya, di lokasi tersebut akan dibangun kompleks syariah seluas 30 hektare.<\/p>\n<p>\u201cKita sudah bangun mushola di lantai 4. Jadi kedengaran suara adzan. Sepanjang itu tadi, dibangun tulisan-tulisan asing China, tidak ada mushala, jadi saya minta dikawasan ini ada aktivitas keislaman,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Selain itu, Prof Nasar menyampaikan, ada yang datang ke kantornya kemudiaan dirinya bertanya: Apakah ada space untuk Kantor MUI disitu?.<\/p>\n<p>Menurutnya, kantor MUI sekarang ini sudah sangat darurat sehingga, harus ada kantor yang baru.<\/p>\n<p>\u201cBeliau bilang memberikan satu lantai (areanya) lebih luas dari ruangan ini. MUI mau berkantor disana (akan) diberikan disana,\u201d paparnya.<\/p>\n<p>Namun, Prof Nasar menyampaikan, lokasi kantor MUI di PIK tidak menjadi prioritasnya. Karena pihaknya meminta agar sepanjang pantai PIK nanti yang akan membentang sampai Tanara, Serang, jangan sampai persis terjadi di Tampa Beach Amerika.<\/p>\n<p>Prof Nasar menjelaskan, sepanjang pantai tersebut direklamasi kemudiaan menjadi pusat keramaian yang tidak ada simbol-simbol komunitas islamannya.<\/p>\n<p>\u201cIni adalah Jakarta. Saya minta disiapkan lokasi satu hektar untuk pembangunan Islamic Center (disana),\u201d kata dia.<\/p>\n<p>Sebelumnya, Menteri Agama juga hadir dan memberikan sambutan pada pembukaan Mukernas IV MUI pada Selasa (17\/12\/2024).<\/p>\n<p>Kegiatan yang mengusung tema Mengokohkan Peran Sebagai Pelayan Umat (khadimul Ummah) dan Mitra Pemerintah (shadiqul Hukumah) ini berlangsung pada 17-19 Desember 2024.[]<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BANDA ACEH &#8211;\u00a0\u00a0Menteri Agama RI Prof KH Nasaruddin Umar menyayangkan sepanjang jalan Thamrin-Sudirman dan Kuningan Jakarta tidak ada masjid yang menonjol. \u201cKita berada di jalan Thamrin-Sudirman, ini segitiga emas, sekalian sepanjang Thamrin-Sudirman dan sepanjang Kuningan tidak ada masjid nongol di jalan,\u201d kata Kiai Nasaruddin Umar dalam Rapat Pleno V Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) IV MUI [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":407878,"comment_status":"open","ping_status":"","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","_disable_autopaging":false},"categories":[34],"tags":[274908,242,1420],"series":[],"class_list":["post-407877","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nasional","tag-berita","tag-politik","tag-peristiwa"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/407877","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/comments?post=407877"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/407877\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media\/407878"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media?parent=407877"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/categories?post=407877"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/tags?post=407877"},{"taxonomy":"series","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/series?post=407877"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}